Sebelum Lupa - The Roseto Mystery

06.24

Processed with VSCO with 5 preset

Iya sebelum lupa.

Jadi ceritanya habis selesai pembekalan praktek lapangan seharian, sholat Ashar trus ketemu sama Novita di Mushola RIK. Novita ini salah satu adek tingkat di FKM, S1 Reguler angkatan 2016. Sering ketemu sama Novita dan ngobrol bareng kalo lagi mampir ke asrama.

"Aku suka deh kak kalo liat instagram kakSalma. Soalnya aku juga ada passion ke desain atau gambar-gambar gitu. Tapi suka bingung gimana mulainya hehe," kata Novita waktu baru awal kenalan. Novita ini seangkatan binaan FKMku waktu mereka masih maba 2016 silam. Seangkatannya Manda, Qisthi, Izzah, dkk. Selalu seneng ketemu anak-anak semangat dan ceria kayak mereka!

Di MushRIK tadi sore pun seneng juga disapa Novita dengan muka sumringahnya. "Ya Allah kakSalmaa lama nggak ketemu, barakallah yaa.." Iya ini pertemuan pertama kami setelah aku menikah hehe.

"Haee. Novitaa, kamu apa kabar? Aamiin semoga kamu menyusul segera ya," sahutku sambil menyalami tangannya.

"Waa AAAMIIIN banget kak," lanjut Novita.

Lalu basa-basi sebentar, sampe akhirnya malah lanjut diskusi yang gak sebentar. Awalnya cuma nanya aktivitas sekarang, memastikan 'kamu semester 5 kan?', trus nanya jurusan, nanya asal daerah (aku salah kira, kupikir dia anak kalimantan), lalu nanya, "jadi kamu udah ada topik skripsi belum nov? tertarik mau bahas apaa gitu.."

Jadi Novita ini jurusan Kesehatan Lingkungan dan anak Tegal. Kata Novita, "aku belum kepikiran pastinya sih kak, tapi mau coba ambil pencemaran udara atau sampah."

"Wah mantap.." dan sederet perbincangan lain, sempet-sempetnya bahas udah ada Transmart di Tegal, sampe menjurus ke, "kalo di daerah kayak Tegal atau Jawa gitu aku suka daerah desanya. Yang masih sawah kayak rumah mbahku. Walopun penerangan  juga minim tapi udaranya seger. Trus aku jadi kepikiran deh nov. Udara bersih dan jarang ada bising sama pencemaran gitu mempengaruhi angka harapan hidup di desa kan ya? angka harapan hidup di desa pasti akan lebih panjang daripada di kota."

"Iya kak pasti pengaruh."

"Nah tapi kan sosial ekonomi mereka lebih rendah dibanding yang di kota. Jadi menurutmu gimana nov," sambungku lagi.

"Hmm menurutku itu agak susah ya kalo harus dibandingin (korelasinya). Tapi yang pasti ada pengaruhnya kak, dan di desa kan lebih banyak penyakit menular dibanding tidak menular."
Iyap. Dengan kata lain perilaku dan pola hidupnya masih lebih baik di desa dibanding di kota, karna angka Penyakit Tidak Menular di desa lebih rendah, dan tren Penyakit Menular di desa lebih tinggi. 

Simpelnya, dari data yang ada penyakit tertinggi di populasi perkotaan adalah stroke, dan penyakit tertinggi di desa adalah tuberkulosis (pada range usia 45-55 tahun). Apa pasal penyebabnya? mungkin, salah satunya di desa masih mudah makan buah dan sayur, pemandangan orang naik sepeda dan jalan kaki alias aktivitas fisiknya masih sering kita lihat, belum lagi jauh dari polusi dan pencemaran lingkungan. Jauh dari stres!

"Karna aku pernah baca juga Nov di buku Outliers (karya Malcolm Gladwell), kalo ada peneliti yang meneliti di suatu desa, angka harapan hidup warga di desa itu panjang umur. Ada yang sampe 100 tahun lebih umurnya. Masyarakatnya sehat-sehat padahal perilakunya ga sehat. Rokok, alkohol, makan daging, jarang olahraga. Ternyata hasil penelitiannya emang diluar kenormalan pada umumnya gitu. Kuncinya mereka saling nyapa dan ngobrol satu sama lain, saling berkunjung, ibu-ibunya masak bareng di pekarangan rumah. Intinya bahagia gitulah sebagai komunitas masyarakat," kataku.

"Woaah iya kak? bener sih kak, sehat itu kan ngga cuma sehat fisik tapi juga sehat mental sama sosial," kata Novita. Ini sih bahasan igstoryku banget beberapa hari lalu wqwq. "Dan bener juga kak berarti kata hadits, kalo silaturahmi itu memperluas rezeki sama memanjangkan umur. Bisa ga sih kak itu masukin dalil hadits ke skripsi😂"

"Naah bener nov. Udah deh jadiin aja itu bahan skripsimu," kami terkekeh-kekeh berdua. "Walopun emang sih fenomenanya agak gak lazim, makanya dikasih judul outliers karna secara ilmiah jadi anomali, trus sulit dibuktikan. Semua akademisi waktu si peneliti ini presentasi pun juga nggak puas. Tapi tetep takjub," lanjutku lagi, Novita manggut-manggut.
---------
"I remember going to Roseto for the first time, and you'd see three-generational family meals, all the bakeries, the people walking up and down the street, sitting on their porches talking to each other, the blouse mills where the women worked during the day, while the men worked in the slate quarries," Bruhn said. "It was magical." -Outliers, Introduction
-----------
Iya, sesimpel itu kehidupan di Roseto. Ndeso banget kan tapi hepi. Dan aku baru inget nama desanya Roseto hehe. Namanya Italia banget, karna penduduk aslinya adalah imigran itali yang mencari peruntungan ke Amrik, tapi Roseto itu daerah kecil di Pennysylvania. Di akhir cerita tentang 'The Roseto Mystery', ada hal menarik dan konsepnya public health banget. Katanya, 'no one was used to thinking about health in terms of community.' Bener banget nih, padahal pendekatan kesehatan lewat komunitas paling menyenangkan. Yuk masuk kesmas x)

"Aku baru tau juga dari dosen kalo ternyata Tegal itu banyak pencemaran udaranya karna disana banyak yang bakar aki kak," kata Novita lagi. "Aku seneng Tegal dibahas, tapi kok sedih juga ya ternyata pencemaran dan angka ISPA di daerah jawa itu Tegal paling tinggi."

"Bisa juga itu nov, ambil jadi skripsi. Trus nanti hasilnya bisa kamu serahin buat jadi saran dan ngasih solusi ke pemda Tegal."

Intinya kami senang bisa sama-sama diskusi singkat sore itu. "Makasih diskusi faedahnya kak!" Novita menyalamiku sebelum pamitan.
------
Ya begitulah sebelum lupa. Kalau negeri kita ini tidak baik-baik saja, apalagi kalau bicara kesehatan. Masih banyak PR, masih banyak masalah kesehatan di masyarakat terutama berbagai daerah kecil yang belum teratasi. Apalagi negara & BPJS yang harusnya bisa menjamin kesehatan warganya secara universal, nyatanya belum juga merata. Panjang bahasannya. Kapan kapan ya.

Semoga berfaedah! Semangat Novita dan pejuang bangsa yang punya banyak gagasan juga harapan untuk Indonesia yang lebih maju dan berkah.
-
Sebelum lupa,
10 Desember 2018

@salmadeim

You Might Also Like

0 komentar