Antara Menjadi Manusia dan Relatable Content

20.49


Beberapa jam lalu baru aja menyimak video yutubnya BukaTalks edisi mbak MarchellaFP, mba-mba NKCTHI hehe. iyaa content creator, founder dan designer juga mungkin ya dari konten-konten yang sering kita liat di medsos. Salah duanya Generasi 90an dan yang lagi populernya Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Dan konten-kontennya doi emang relatable banget sama market atau sasaran kontennya. siapa? kita-kita ini. terutama generasi yang lahir era 90an, dan era milenial untuk konten NKCTHI-nya.

Nkcthi sepertinya relate untuk semua kalangan ya, karna semenyentuh itu, sesederhana itu. dan video ini sedikit banyak memberikan insight baru yang segar dan menginspirasi untuk kita semua. kalo gue pribadi bener-bener seperti merasa direminder untuk terus membuat konten yang nggak ngasal dan sekedar post, dan punya tujuan baik: sharing hal-hal baik dan bermanfaat seluas-luasnya.

Oke balik ke video BukaTalksnya (bisa ditonton disini gaes), kak Marchella (ea so kenal ya) cerita banyak dibalik pembuatan konten-kontennya sampe ke alasan dia bikin NKCTHI, dan 4 poin untuk membuat konten yang relatable. awalnya kak Marchel punya value di keluarganya kalau bahagia itu sederhana. tapi mungkin sederhana yang orang maksud itu beda-beda. sederhananya orang dengan penghasilan rendah pasti beda dengan yang berpenghasilan tinggi.

nah kak Marchel yang sepertinya senang merenung dan berfikir ini kemudian merasa khawatir kalau-kalau nanti standar kesederhanaan anaknya di masa depan akan sangat tinggi (melihat kenyataan masa kini yang ya beginilah dunia kita sekarang ya anak-anak bahkan pingin bener jadi vlogger dengan role modelnya Atta Halilintar, emaap ini opini pribadi bukan kak Marchell wqwq). lalu akhirnya tercetuslah ide membuat konten-konten Generasi 90an untuk menostalgia, mengingat-ingat kembali kebahagiaan dari jaman 90an dulu ke masa kini. dan itu cukup berhasil menurutku, karna aku juga suka konten-konten Generasi 90annya walao belom baca bukunya hehehe

lanjut ke buku NKCTHI, disini gue juga jadi sadar betul kalo medsos ini jahat ya. kalau nggak digunakan dan dimenej dengan baik, sangat mudah jadi gerbang keburukan. sebaliknya, medsos kalau digunakan dengan niat ingin berbagi banyak hal baik dengan banyak orang, juga bisa dengan mudah menjadi pintu inspirasi dan kebaikan itu sendiri. NKCTHI berawal dari survey dan riset yang dilakukan kak Marchell sebelum awal peluncuran buku.

tapi sebelum masuk ke cerita dibalik NKCTHI (panjang uga ya ceritanya), kak Mar membagikan 4 poin bagus untuk membuat konten yang relatable. salah satunya NKCTHI ini ya.


Membuat konten yang relatable ala kak Marchella FP:
  1. Cari Masalah
  2. Apa Pesan yang Mau Disampaikan?
  3. Mendengar
  4. Merangkum
Yak jadi 4 poin tadi bisa membantu kita menyusun konten dengan storyline yang baik dan menjadi suatu konten bermanfaat, serta relate dengan marketnya. Diawal, cari masalah. Apa fenomena dan masalah yang ada disekitar yang akan kita angkat jadi konten, dan itu bisa jadi konten jangka panjang. Bukan konten yang diawal kita seneng, tapi seterusnya kita bosen.

Kak Mar lalu menemukan bahwa masalah muda-mudi yang ada sekarang diantaranya adalah quarter life crisis, dan tekanan media sosial (di PPTnya banyak sih tapi lupa ehe). Di era medsos ini, semua pengen jadi sempurna di medsosnya masing-masing, tapi kadang orang suka kebablasan sampe-sampe merasa kebahagiaan orang lain adalah kesedihan buat dirinya. On pointnya mungkin iri dengki dan hasad ya. Saking iri dengkinya orang bisa langsung menghujat sekasar dan sejahat-jahatnya tanpa bisa menahan-nahan. Astagfirullah manusia.

Lalu setelah menemukan masalahnya, cari apa yang ingin kita sampaikan melalui masalah yang ada tadi. kak Mar berusaha menyampaikan di era medsos ini, manusia ya jadilah manusia aja. Sewajarnya aja. Sedih ya sedih, senang ya seneng. Udah, jadi manusia apa adanya. NKCTHI ini lahir karna ternyata kak Mar baru menyadari lewat risetnya, kalau kata-kata jahat yang diterima oleh kita kebanyakan ternyata diungkapkan oleh orang-orang terdekat kita sendiri. Disini poin 3 dan 4 masuk, mendengar lalu merangkum.

Tapi akupun merasakan sendiri, kadang kata-kata yang dilontarkan ibu/ayah, saudara, bahkan orang terdekat kita sendiri bisa terasa sangat menyakiti heheu. Kak Marchel sendiri heran kok ada ibu yang tega bilang ke anaknya, "muka jangan kayak tai." ih sedih, aku juga heran :(( apa-apa di anak itu kan turunan gen orang tua :(

Darisitulah NKCTHI dan engangementnya dengan penyimaknya dibangun melalui cerita. And it worked. Aku sendiri Alhamdulillah iseng-iseng menulis caption dengan tagar #jurnaldeim dan akhirnya keterusan sampe sekarang, sampe orang kenal dengan #jurnaldeim hehe. Jurnaldeim ini semacam wadahku menulis dan ingin berbagi makna (baik dari opini maupun pengalaman pribadi) ke pembaca medsosku, walau followers ga seberapa ya maaplah masih remeh-remeh (tapi masi lebih banyak dari bojo w yang selalu jumawa punya banyak fans waqaqaqq week).

Kupernah mempost #jurnaldeim edisi #CeritaOjol yang kushare berdasarkan pengalamanku mendengarkan cerita-cerita maupun keluh kesah driver ojol. Yang paling berkesan ada 3, dua diantaranya driver perempuan (single fighter, masya Allah tabarakallah ibu-ibu kuat), dan satu lagi seorang bapak yang berkaca-kaca bercerita tentang perjuangannya menyekolahkan anak hingga lulus kuliah. Khusus dicerita yang driver perempuan, banyak yang sala fokus dan reply: "kak gimana caranya dapet driver ibu-ibu? kak aku juga mau dapet driver ibu-ibu tapi gapernah dapet" wkwk atuhlah itu seperti jodoh aja, rejekii.

Btw bukan karna cerita mereka pasti membuat iba jadi kushare, tapi dibalik itu kupingin berbagi semangat bahwa untuk terus berjuang, kadang ada hal-hal yang harus rela kita korbankan. Bagi para ibu-ibu driver, tidak pernah terpikirkan sama sekali dalam benak mereka akan menjadi driver ojol kalau bukan demi menghidupi keluarga dan anak-anaknya setelah ditinggal wafat suami. Mereka rela banting tulang pagi-malam, kadang sakit, kadang rela pulang kerumah anak sudah tidur, capek ngga ada yang mijitin (cry), tapi tetep terus bertahan. "Toh ujian yang Allah kasih nggak akan selamanya jadi ujian kan mbak, pasti suatu hari Allah kasih kesenangan" :"))))

Sist Marchella benar, di medsos ini manusia ya jadi manusia aja. Medsos ini udah penuh hoax dan ujaran kebencian dari haters-haters, kita ga perlu ikut-ikut sharing hal-hal yang menyakiti dan memanas-manasi apalagi yang belum tentu benar infonya, palsu atau asli. Dengan berbagi hal-hal baik, justru kita bisa menyambung informasi dan rejeki untuk orang yang membutuhkan. Mana tau kan dari jurnal ceritaojol itu ada orang baik yang pengen membantu cari kerjaan yang lebih baik untuk ibuk-ibuk driver. Dan ceritaojol ini relatable untuk followers karna mostly kitapun pengguna ojol juga kan :))

Jadi buat yang kadang suka bingung memanfaatkan medsosnya, bisa banget pake 4 cara kak Marchella tadi untuk bikin konten relatable, untuk membawa pesan dan dengan niat baik juga tentu yaaa. Aku juga masih dan perlu banyak belajar buat istiqomah tebar manfaat dan kebaikan di medsos dengan konten berfaedah dari kak Marchel dan content creator lain, juga sahabat-sahabatku lainnya yang masya Allaah inspiringnya.

Selamat berbagi dan menginspirasi sekitar dengan kebaikan! Banyak-banyak berdoa semoga Allah yang akan dekatkan kita dengan kebaikan, dan semoga hidup kita senantiasa membawa kebaikan juga untuk sekitar.

Solo, 29 Juni 2019 (hari dimana bojoku sangat lucu, mengira hari ini 29 Juli dan sudah membeli muffin breadtalk tapi ternyata ini bukan ulang tahunku. karna ini 29 Juni. selamat! xD)

Salam,
salmadeim :)

You Might Also Like

0 komentar