Looking for a Murderer
20.54"Aneh sekali. Beberapa waktu yang lalu, seorang pria juga melihat ke lubang itu. Aku bertanya dengan pertanyaan yang sama, kenapa kamu melihat kesana."
"Apa yang dia katakan?"
"Dia ingat melakukan sesuatu disini dulu, jadi dia kembali untuk melihatnya."
"Apakah kamu melihat wajah paman itu?"
"Ya"
"Seperti apa dia?"
"Yah.. seperti orang yang polos"
"Seperti apa?"
"Cuma.. seperti orang biasa."
- sebuah dialog di ujung cerita saat detektif Park Doo-man yang menangani kasus pembunuhan berantai di era 1990an kembali ke TKP, dimana si pelaku belum pernah ditemukan dan diketahui.
- PS: Update, pelakunya terungkap 2019 ini diimana si pelaku sedang dalam masa tahanan karna kasus lain.

Film Memories of Murders (2003) ini, memanglah salah satu film suspense thriller atau kriminal terbaik karya sutradara terbaique pula, Bong Joon-ho. Dengan ending tatapan mata Park Doo-man yang penuh makna itu, membuat setiap penontonnya bisa mengambil kesimpulan sesuai dengan apa yang mereka pikirkan.
Apa yang diharapkan dari sebuah film adaptasi dari kisah nyata dengan pelaku yang tak tertangkap dan kasus yang sudah kadaluarsa? Sampai habispun, pelakunya tidak pernah diketahui. Tapi dari film ini setidaknya penonton merasa hampir 'menangkap' bedebah kejam itu bersama kedua detektif lewat separuh akhir cerita.

Tangan yang halus, pelaku dengan aksi psikopat yang rapi, polos dan seperti orang biasa. Fakta-fakta itu dibeberkan hingga mengarah pada satu tokoh. Toh pada akhirnya, rasa frustasi dan optimisme tinggi dari para polisi bahwa sedikit lagi mereka menangkap pelaku, dihancurkan oleh kenyataan bahwa barang bukti tak menunjukkan terduga yang mereka buru itu bersalah.
Ya, saya masih kesal dengan kenyataan itu wqwq. Kejahatan sekejam itu.. sungguh disayangkan tak dapat menghukum pelaku, bahkan menangkapnya sekalipun.
Sehingga banyak yang menginterpretasikan bahwa tatapan di akhir adegan itu merepresentasikan penyesalan detektif yang tak menangkap pelaku, meski ia bisa melakukannya saat itu. Juga bisa jadi melalui adegan itu, film ini berusaha menunjuk sang pelaku yang bisa jadi tengah menonton film dan menyaksikan kekejian yang dilakukannya di Hwaseong, Korea Selatan 1986 silam.
Siapapun saat itu bisa jadi pelakunya. Bahkan mungkin sama sekali bukan yang pernah dicurigai sebagai pelaku. ya kan. drama misteri dan thriller, memang selalu menarik dinikmati, dan ditelusuri.
---
Terima kasih karna kegabutan beberapa hari ini, aku bisa menikmati film-film terbaik ini wqwqq. Menurut kamu, siapa pelakunya?

Solo, 23/7/2019
hari ulang tahun ibukku!
0 komentar