Disparitas

20.33

Kesenjangan itu, entah kapan memendek jaraknya.

"Kalau kalian lihat, Babakan Madang itu mewah di depan. Apalagi kalau ngomongin Sentul City. Wah modern, enak. Apalagi sebentar lagi juga AEON mau dibuka. Pembangunan terus jalan dimana-mana. Tapi apa rakyat pribumi menikmati gedung-gedung mewah itu? Tidak.


70% tanah Babakan Madang sekarang dikuasai developer. Mall, perumahan. Apa rakyat asli ikut merasakan? Tidak. Mereka pada akhirnya hanya jadi penonton, bukan penikmat. Mereka bekerja di gedung-gedung itu, iya. Tapi apa jadi manager dan pegawainya? Tidak.

Mereka kebanyakan kerja sebagai tukang. Tukang kebun, tukang bersih-bersih. Sedih, iya. Pasti ada yang salah. Kenapa rakyat asli Babakan Madang tidak bisa berkembang, karena kesenjangan itu ada dan nyata. Di depan wilayah kami tampak bagus, tapi kalau lihat ke belakang seperti yang kalian lihat itu, waduh.

Tanah Babakan Madang memang komposisinya bukan tanah yang baik sebagai tempat tampungan air, jadi air bersih disini sulit. Rumah-rumah sempit, kumuh. Masyarakat buang sampah ke sungai ya jalan terus. Mereka ini orang-orang yang perlu untuk terus diingatkan. Kalau tidak, masalah kesehatan lingkungan dan masyarakat akan terus ada."

Pengingat yang sangat baik dari pak Rudi, perwakilan dan utusan Pak Camat Babakan Madang, Bogor.

Mengingatkan kita bahwa kesenjangan masyarakat semakin nyata terasa. Pembangunan infrastruktur digaungkan dimana-mana, kemegahan gedung-gedung tinggi dan pusat hiburan semakin memanjakan orang berada.

Namun pejabat tinggi dan developer lupa, bahwa ada orang-orang kecil yang hidup berdampingan dengan kemegahan kota namun tak dapat menikmati kesenangan dunia. Mereka, orang-orang miskin dan berpendidikan rendah, yang tak mampu mengejar pertumbuhan ekonomi dan globalisasi.

Ya, entah sampai kapan kesenjangan ini akan memendek jaraknya.

Gedung-gedung itu mungkin pelan-pelan akan membunuh mereka, menggusur penduduk pribumi dari tanah nenek moyangnya. Yas, sexy killers will killing them softly.

Salam,
Catatan dari 26 April 2018

You Might Also Like

0 komentar