Jurnal Matrikulasi: Aliran Rasa Selama Berlayar

01.24


3 Misi dari Institut sudah dilalui Alhamdulillah. Seperti nama dan tujuannya, institut dari IIP ini ingin mengembangkan potensi dan semangat belajar para ibu dengan tugas-tugas yang juga membuat kita berfikir apakah nilai-nilai yang dipelajari itu hal yang baik, benar dan bermanfaat. Kita selalu belajar berfikir apa makna dari setiap misi dan tugas yang diberikan.

Dan pada akhirnya, kita juga belajar bahwa nilai-nilai tersebut sangat relate dengan keseharian kita sebagai individu, sebagai istri dan ibu, serta sebagai anggota komunitas dan masyarakat. Seperti misalnya ada nilai-nilai yang harus kita patuhi dalam IIP sebagai nilai bersama. Kenapa? Apa manfaatnya?

Salah satu nilai tersebut saya ceritakan pada postingan sebelumnya. Bahwa semangat Berbagi Melayani, ternyata tidak hanya sekedar nilai yang diumumkan secara lisan atau tulisan saja. Tapi akhirnya mampu saya praktekkan, tidak hanya dalam komunitas IIP tapi juga masyarakat.

Sejak pindah ke lingkungan baru dan sebelum diberikan tugas-tugas dari IIP, saya sudah lama sekali ingin aktif menjadi anggota komunitas masyarakat. Sesuai dengan background yang saya tekuni di kuliah, saya memilih untuk mencoba aktif di kegiatan PKK dan Posyandu. Alhamdulillah diterima dengan baik oleh ibu ibu senior disini.

Walaupun rasanya masih panjaang sekali untuk bisa aktif berkontribusi, tapi setidaknya saya sudah mencoba memulai. Saya mencoba mencari kegiatan dan kebermanfaatan yang bisa saya lakukan di lingkungan masyarakat sekitar. Kemarin juga sebelum pandemi ini menghentikan kegiatan Posyandu, saya membantu ibu-ibu di RT yang belum mendapatkan vitamin untuk saya jembatani komunikasinya dengan penanggungjawab Posyandu di RT. 

Selain menjadi lebih kenal dengan lingkungan sekitar, saya juga merasa mampu berbagi ilmu juga kemampuan yang saya miliki saat Posyandu. Bisa memberikan saran dan mendengar keluhan ibu, melihat perkembangan grafik anak-anak  menjadi hal yang menyenangkan sekali.

Kembali ke Misi yang diberikan IIP, selain menjadi refleksi keseharian, saya merasa menjadi lebih semangat mengatur waktu lebih baik lagi. Karna saat ini saya bekerja sebagai desainer grafis, membantu membuatkan desain untuk Gugus Tugas Covid19 Depok, serta beberapa amanah lain dan juga pekerjaan rumah tangga yang cukup menyita waktu, membuat saya tetap berusaha mengerjakan tugas IIP sebagai komitmen dan tanggungjawab untuk taat prosedur. Saya juga belajar apapun kesibukannya, keluarga dan suami tetap nomor satu yang harus didahulukan. 

Tiap kali ngerjain tugas IIP pun saya juga cerita ke suami, supaya suami bisa liat juga hasil tugasnya kayak gimana hehe, karna saya pun bisa belajar di IIP berkat dukungan suami juga. Saya ingin apapun perubahan dan kebaikan yang saya dapatkan disini juga bisa menjadi kebaikan dan perubahan menjadi istrinya yang lebih baik lagi.

Tentu nilai-nilai ini juga sangaat bermanfaat kalau kita sudah menjadi ibu. Sebelum memberikan keteladanan pada anak, kita lah yang harus jadi teladan. Sebelum mendidik mereka dengan ilmu, kita lah yang harus mendidik diri dengan ilmu. Sehingga nanti akan tumbuh generasi peradaban yang mampu menjadi teladan, cerdas dan berakhlak mulia. Duh impian banget ya, semoga kita semua bisa menjadi ibu peradaban :')

Meskipun terasa belum maksimal mengerjakannya (ga seperti mak-mak lain yang keren-keren bikin tugasnya), saya tetap berusaha menikmati setiap misi yang diberikan. Berharap setiap tugasnya akan semakin baik dan semakin baik, dan yang terpenting nilai serta ilmu yang diberikan oleh para pemateri bisa terimplementasikan dalam hari-hari saya. Sehingga saya pun bisa menjadi pribadi yang lebih dan lebih baik lagi, bukan hanya sebagai individu tapi juga dalam keluarga dan masyarakat.

Terima kasih banyak IIP dan para WI yang sudah membantu kami dalam berlayar dan menjelajah! Tidak sabar menanti tantangan dan ilmu lainnya :))

Rabu, 29 April 2020
Matrikulasi Batch 8

Salam,
Salma







You Might Also Like

0 komentar