Ramadhan, Selamat Datang
06.20
Kembali memulai di tahun 2020, musim wabah --
Awal April ini aku memutuskan ingin banyak menulis dan berbagi di platform blog. Karena ganti domain ternyata lebih mudah di blogspot, akhirnya harus berpisah lagi dengan wordpress 2018ku dan kembali ke blogspot yang sudah 2018 lalu kutinggalkan dan berdebu.
Saat kembali ke laman dashboard, postingan terakhirku adalah postingan tentang Pertemuan. ya, pertemuanku dengan suamiku sebelum menikah. merefleksi diri tentang bagaimana setiap pertemuan akan menentukan jalan kehidupan kita selanjutnya.
pertemuan yang baik dan dimulai dengan niat baik, insya Allah akan dilimpahi hal-hal baik nan berkah. Alhamdulillah, sudah 20 bulan kami bersama. ingin memaksimalkan sharing tulisan di blog dan mengganti domain menjadi jurnaldeim.com pun kuutarakan pada suami, "yang aku kemaren habis bantu ngedesain poster buat project ibu profesional tuu, aku sempet bilang kapan kapan pengen sharing belajar desain ke ibu-ibu komunitas karna mereka antusias pengen belajar desain. tapi karna mereka di depok, aku mau coba sharing tutorial desain lewat blog gapapa kan."
"ya gapapa, bagus.." katanya.
Alhamdulillah, jadilah ini postingan pertamaku di blogspot. tulisan yang 16 Mei 2018 lalu menjadi draft. 'Ramadhan, Selamat Datang', tertulis judulnya. belum sempat ditulis apa-apa.
momen yang cukup tepat untuk menulis tentang Ramadhan.
saat ini, 15 April 2020.
Ramadhan tahun ini bergeser satu bulan lebih cepat dibanding 2 tahun lalu. namun ada yang berbeda pada Ramadhan kali ini. ya, tentu saja Ramadhan yang datang di tengah kondisi wabah.
tentu saja kita senang. bulan yang penuh keberkahan, pahala dilipatgandakan, bulan perjuangan untuk meningkatkan ketaqwaan, dan doa-doa dikabulkan.
tapi.. mungkin tidak ada lagi kemeriahan bangun sahur di jalan-jalan, berbuka bersama sambil berbincang bersama sahabat dan keluarga, juga tarawih bersama sambil mendengar anak-anak bersemangat di masjid bersama kawan-kawannya.
ah, Ramadhan..
Allahumma ballighna fii Ramadhan.
segeralah berakhir, wabah
salam,
salmadeim

0 komentar