JRT (2): Memperluas Kekerabatan
20.46
Processed with VSCO with hb2 presetLebaran kali ini terasa berbeda. Selain bisa berhari raya dengan keluarga baru, hari raya ini terasa tak lengkap tanpa kehadiran almarhumah mama mertua (yang qadarullah berpulang pada 1 Mei 2019 lalu. mohon doakan kita bisa berkumpul lagi di jannahNya ya). Alangkah senangnya jika bisa berlebaran, makan banyak dan memakai baju yang sama dengan mama. Tapi hikmah dan kuasa Allah jauh lebih baik insya Allah.
Liqo pekan lalu aku diingatkan kembali tentang nilai pernikahan yang penuh kebaikan oleh mbak-mbak seliqo dan ibunda murabbiyahku. Bahwa pernikahan itu memang memperluas kekerabatan, karena setelah menikah, kita akan berdiri sebagai keluarga sendiri. Dari yang tadinya mungkin hanya kenal saja, menjadi lebih kenal. Dari yang tadinya cuma ketemu di rumah mbah aja, jadi berani main kerumahnya sendiri tanpa orang tua atau cuma berdua sama suami. atau bahkan sendiri aja tanpa suami. Alhamdulillaah.
Aku juga jadi merasakan sendiri, ternyata setelah menikah disambut oleh keluarga besar papa mertua di Kertosono dengan begitu menyenangkannya. Kalo udah kenal deket kan enak, hehe kalo lagi main ke Kertosono, bisa main aja kerumah sodara-sodaranya papa. Kayak kemarin juga tiba-tiba mampir ke rumah Pakde Tris, kakaknya abiku di Waru, Mojokerto. Cuma berdua aja sama suami, padahal sebelumnya ngga kenal deket sama pakde. Tapi setelah mampir jadi lebih akrab dan lebih enak kalo chat di grup hehe.

Foto keluarga besar papa mertua waktu halal bi halal di Pandaan, Jawa Timur. Banyak yaa masya Allah. Jadi seneng punya sodara-sodara baru :') Pas disini dikenalin ke keluarga besar, dan akhirnya langsung ikutan arisan keluarga karena disini Dio resmi misah arisan keluarga dari papa Heri wqwq. Disini juga ngerasain ramenya bagi-bagi THR ke ponakan-ponakan, wenak e jadi kepengen single aja biar dapet THR juga *plak
Pas kemaren kondangan Iyoh, sharing-sharing soal mudik dan silaturahim ke keluarganya Dio. Karna aku dan dio LDM, jadi aku sudah membiasakan diri ke rumah keluarga Dio seorang diri (ga bareng bojo maksudnya). Nginep dan jalan bertigaan aja sama mertua juga udah biasa. "Kok bisa? bagi-bagi tips dong damm", kata sobat-sobatku.
Tipsnya cuma satu sebenernya: SKSD dan mencoba seramah mungkin ke keluarga suami (atau sebaliknya ya). Nggak gampang, kikuk pasti awalnya. Aku juga gitu. Apalagi keluarga besar mama mertua juga banyakk dan ga bisa langsung inget satu-satu. Kadang suka bingung 'eh ini manggilnya uwa apa mbak ya? manggilnya om apa pakde?', kadang juga salah panggil haha. Tapi gapapa, kan kita keluarga baru. Tapi yang jelas, kita harus berani memulai percakapan, bisa ngobrolin apa aja seasik mungkin ke kerabat suami.
Trus Mubasy, teman sekamarku pas 1 Aliyah dulu menimpali, "ah elah dame mah sksd gampang. anak-anak di mesjid aja gak kenal disamperin sama dame" wkwk. buat yang ekstrovert dan orangnya supel easy going insya Allah bisa, tinggal pinter-pinter menyesuaikan diri aja. nah buat yang introvert pasti butuh perjuangan ekstra, dimana mungkin berlama-lama di depan orang dan harus menampilkan diri untuk banyak ngomong adalah hal yang suliit. tapi sahabatku Diena sudah mempraktekkannya, saat Azzam sang bojo yang seorang pelaut takbisa menemani Diena berlebaran dengan keluarganya. she wrote a very warm caption on her post.
Ajaibnya, pernikahan membuat hal-hal yang terasa sulit sebelum menikah menjadi hal baru dan ternyata bisa dilakukan setelah menikah. Akupun begitu. Akhirnya mulai menikmati luasnya kekerabatan dengan dateng sendirian ke rumah nenek dan om bibinya Dio di Condet sendirian, mampir silaturahim. Tips lainnya: jangan lupa bawa oleh-oleh/bawaan kalo mampir kerumah kerabat suamik yaa. Nggak harus, tapi bawaan simpel semisal bawain blewah dan sirup saat bulan puasa juga udah nais banget. Lumayan kan buat buka puasa~
Kalo udah akrab, kita bakal dianggap anak/cucu/menantu sama kerabatnya pasangan kita lhoo. Berkah silaturahim dan menikah yhaa asique.
Kira-kira demikian sobat. Semangat mensupelkan diri yaaa dan nikmati luasnya kekerabatan pasca meniqa!
Bonus foto-foto selama di Jawa Timur kemarin kekeke. Mohon maaf lahir batin dari kami, Dame dan Dio yang masih berdua dan tahun depan insya Allah bertiga <3


salam,
salmadeim
0 komentar