Catatan Praktek Klinik Fisioterapi #2
05.32Selamat sore wilayah Depok! Hallo calon tenaga medis! Calon terapis sukses! Hallo semuanya, hallo fans!! (masih aja)
Senin ini, adalah senin pertama pindah poli setelah (amat-amat-nggak-terasa) udah satu bulan melewati praktek klinik di Poli Jantung dan Paru. Kelompok saya, kelompok 4 akhirnya harus pindah gilir ke Poli Pediatri atau Poli yang menangani kasus anak.
Sebulan kemarin di Poli Jantung-Paru apa rasanya, kak?
Rasanya seneng. Nggak begitu capek, ngga banyak megang pasien kayak di Poli Neuro atau Muskuloskeletal hehehe :))))) Pasiennya juga baik-baik, koperatif semua. Kecuali beberapa sih yang di ICU. Kadang kan kesadarannya nggak penuh. Kadang sopor, kadang koma. Banyak bersyukur juga selama nanganin pasien. Belajar bersyukur dikasih sehat, sehat itu mahal. Apalagi di ICU. Selama masuk ICU sering merinding sendiri liat semua pasiennya. Kalo kondisi umumnya baik, biasanya prognosis pasien juga baik. Tapi nggak jarang ada juga yang beberapa hari ditanganin di ICU, kondisinya makin buruk dan meninggal. Dari total sekitar 15 pasien yang ketemu selama sebulan, 5 atau 6 diantaranya meninggal. Kalo yang di ruangan perawatan ketemu 4 pasien, dan semua yang aku tanganin bareng-bareng udah pulang. Ada sih sekarang 2 pasien lagi di ruang perawatan, tapi nggak ditanganin lagi. Pindah poli :')
Ketemu penyakit apa aja, kak? Penanganannya gimana?
Kalo di ruangan poli, macem-macem. Dua diantaranya:
1) Sinusitis.
Ini ada sekitar 3-5 pasien yang dateng dengan rujukan diagnosa Sinusitis. Sinus ini radang atau sumbatan yang menyerang sinus nasalis atau rongga yang berisi cairan di sekitar kepala sama hidung kita. Biasanya karna ada infeksi, bisa karna bakteri atau alergen juga. Infeksi atau bakteri atau hal-hal yang menyebabkan alergi bagi si penderita nanti menghambat keluarnya cairan atau kita biasa sebut itu mukus untuk keluar dari hidung. Makanya orang sinus banyak yang ngeluh berat di hidung kan ya. Itu karna cairannya ngumpul dan susah keluar karna kehambat.
Biasanya pasien sinusitis kita kasih modalitas Microwave Diathermy atau Shortwave Diathermy untuk pemanasan. Fungsinya untuk mengurangi efek radang dari bengkak di sekitar rongga yang cairannya udah banyak ketumpuk, selain itu melancarkan sirkulasi di daerah rongga hidng dan membantu mengencerkan cairan atau mukus, juga untuk mengurangi rasa nyeri di sekitar hidung sama kepala.
Buat pasien sinusitis, pengobatan selain terapi sama minum obat yang paling penting cuma satu: hindari hal-hal enak. Apa tuh yang enak? Makanan pedes, minum dingin, sering tidur pake AC, makan-makanan berlemak, nah itu harusnya jauh-jauh. Harus bisa nahan diri sama yang enak-enak, soalnya sinus pemicunya bisa dari makanan sama yang dingin-dingin.
2) Ventricular Septal Defect (VSD) dan Atrial Septal Defect (ASD)
VSD ini kelainan di defek atau katup jantung bagian ventrikel. Jadi di antara ruang ventrikel kiri sama kanan katupnya berlubang. Akibatnya darah di tubuh kita antara ventrikel kiri sama kanan kecampur. Harusnya kan alirannya nggak nyampur, karna ada batas atau sekat diantara bilik kiri sama kanan. Sama juga kayak VSD, kalo ASD itu ada lubang diantara katup atrium kiri sama kanan. Biasanya dua kasus ini penyakit bawaan dari lahir, jadi tindakannya harus dioprasi biar katupnya nutup lagi.
Nah di poli ini, biasanya pasien VSD atau ASD yang dateng adalah mereka yang mau dioperasi. Jadi kita kasih latihan dulu namanya latihan pre-operasi. Kadang kita kasih modalitas dulu semacam Infrared di daerah dada buat melancarkan sirkulasi di sekitar jantung, dan buat merilekskan otot-otot yang tegang. Abis itu kita kasih breathing exercise, chest mobility, latihan ankle pumping sama latihan huffing & coughing.
Nah kalo yang di ruang ICU, lebih macem-macem lagi.
Ada yang Cedera Kepala Berat, ada sekitar 2-3 pasien CKB selama sebulan kemarin. Ada yang karna lompat dari mobil (kayaknya mau dirampok), ada yang ketabrak kereta gara-gara lagi nelfon pas nyebrang rel, ada yang kecelakaan motor. Untuk pasien CKB biasanya kesadarannya menurun, nadi sama tensinya lumayan tinggi.
Ada juga pneumonia, stroke berulang, peritonitis, amputasi below knee karna Diabetes Mellitus, kanker nasofaring, CKD atau gagal ginjal kronis, dan beberapa penyakit lainnya. Ada yang pindah ke ruang perawatan umum, tapi ada juga yang pindah alam. Beberapa masih dirawat sampe hari ini.
Untuk latihan pasien ICU yang pasti kita kasih latihan ROM Pasif, pasif ankle pumping, yang ada spastisnya kita turunin tonusnya sambil di stretching. Trus chest mobility untuk ngebantu sirkulasi sekret di dada. Kadang positioning juga buat pasien yang spastik.
Kalo di ruang perawatan bedah atau isolasi paru, waktu itu ketemu kira-kira 4 pasien. Di bedah jantung ada 3 pasien, tiga-tiganya post-op CABG (cerita tentang dua pasien post-op ada di postingan sebelumnya hehe). Di ruang isolasi / perawatan paru ada 2. Yang satu Pneumotoraks, yang satu lagi Efusi Pleura. Penanganannya hampir sama. Latihan ROM aktif, chest mobility, breathing exercise (kalo pasiennya sesak, kita ajarkan latihan panic breathing), ankle pumping, sama huffing dan coughing kalo perlu. Soalnya kalo pasien paru yang kami temui kemarin lagi dipasang WSD (Water Sealed Drainage) buat ngeluarin cairan sama udara yang ada di paru-paru. Jadi agak riskan kalo kami ajarin latihan batuk (coughing).
------------
Yaap kira-kira begitu cerita kami di Poli Jantung Paru. Poli yang paling santai, pembimbingnya juga santai banget (apalagi Pak Yadi sama Bu Wahyu), paling sedikit pasiennya, dan paling cepet pulangnya haha. Tapi insyaAllah dapet ilmunya walopun nggak begitu banyak kasus yang bisa kami dapet. Pembimbing senior kami pun lagi pergi haji jadi kami nggak banyak dapet tutorial dari beliau :(
And today was my first day working at Pediatric Poly!! So much fun fyi, but had a little bit stress because of children that I taken care hiperaktif banget. Anak CP, lucuuu banget tapi karna fokusnya gak begitu bagus jadi pas diajak main konsentrasinya kemana-mana. Tapi anaknya ngerti yang aku perintahin. Suruh lempar bola doi bisa, jalan bisa walopun harus dituntun. Tipe Cerebral Palsy Diplegi. Anaknya 6 atau 8 tahun, tapi masih belum bisa ke berdiri sendiri. Namanya juga anak, proses tumbuh kembangnya abnormal harus sabar dan berproses. Tadi pertama kalinya aku bisa ngasih inhibisi, stimulasi dan fasilitasi ke anak CP secara mandiri nih! Senangnyaaa XD
Masih sebulan lagi, masih akan bertemu dengan banyak kasus macam Cerebral Palsy, Down Syndrome, Erb Palsy, Torticolis, dan lainnya. BERSEMANGAT!! Semoga fans-fans semua juga masih semangat mengejar cita-cita dan ilmu sampe akhir hayat. Semoga ilmu kita berkah dan berpahala sampe ke Surga yaa. Ea.
Salam hangat,
Salma (:

0 komentar