Surat (2)
19.35Depok, 21 September 2014
5: 40 pagi
Untuk kamu, iya kamu. Sahabat-sahabat terbaik yang membaca surat elektronik ini. Doa tulusku, semoga kalian semua sehat selalu dimanapun berada.
Apa kabar? Aku rindu kalian semua. Rindu tawa kalian yang membahana tiap kali kita berkumpul dimana-mana, rindu dengan gurauan dan hingar bingar canda yang membuatku sakit perut dan kemudian kalian akan bilang, "sumpah dam lo SHR banget". Sungguh aku rindu. Bisakah kita putar masa-masa itu lagi di Surga nanti?
Hari ini. Minggu pagi, matahari bersinar cerah.... *nada lagu lama*
Seperti biasa, secangkir white coffee menemani suapan roti bakar lapis meses di minggu pagi. Pagi ini lebih sepi dari biasanya yang biasanya memang sepi. Seisi rumah masih terlelap di kamarnya selepas subuh. Jentik-jentik sinar matahari menyeruak masuk lewat kaca jendela. Wangi minggu pagi yang hangat.
Dalam tiap seruput kopi, aku menuangkan pikiran-pikiran dan ide masa depan; ide-ide apapun. Ide yang berserakan. Tahun ini, aku ingin menyelesaikan praktek klinik dengan baik. Menyerap banyak ilmu sebanyak-banyaknya dari pasien, dari pembimbing lapangan, dari tim Rehab Medik senior di RSPAD Gatot Subroto. Sehingga nantinya di praktek klinik kedua semester akhir menjadi masa kuliah terakhir yang tak lagi sulit. Sudah bisa mendiagnosis problematik penyakit pasien, bisa merencanakan dosis latihan dan terapi sendiri, melakukan treatment penuh percaya diri. Dan akhirnya, 2015 nanti aku ingin lulus dari almamater sebagai seorang profesional yang bermanfaat ilmunya untuk orang-orang yang membutuhkan tindakan medis dimanapun berada.
Usai wisuda, aku ingin segera memiliki pengalaman kerja. Tidak musti Rumah Sakit. Klinik pediatri mungkin. Dimanapun. Asal menyenangkan lingkungannya, baik pengelolanya dan yang penting terjamin pendapatannya, haha. Aku ingin menabung untuk jaminan masa depanku juga. Aku ingin membangun rumah danauku sendiri, yang bisa kalian pakai bersama-sama seperti rumah sendiri.(Tapi beda cerita saat statusku berubah menjadi 'Married' ya, kekekek)
Saat uang tabunganku cukup nanti, aku ingin membangun galeri baca buku-buku tua bergaya vintage, yang beraroma nostalgia. Kapanpun kalian datang, akan selalu ada diskon spesial. Yang multi-destinasi. Ruang baca, sekaligus coffee-tea-bread cafe, di lantai kedua diisi dengan health center. Bayanganku penuh dengan imajinasi. Ada spa sekaligus klinik fisioterapi untuk semua spesialisasi, fitness center khusus muslimah, pilates dan... senam hamil xD
Aku juga ingin membeli mobil. Supaya bisa gantian mengantar umi abi dan adik-adikku kemana-mana. Bisa membelikan barang yang mereka mau. Bisa mengantar kalian juga, saat kalian dalam keadaan emergency dan butuh bantuan (re: tumpangan). Haha. Beginilah saat minum kopi, imajiku lompat-lompatan kesana kemari. Tapi membayangkannya saja sudah memberiku semangat luar biasa untuk mewujudkannya.
Aku juga ingin menjelajah kota dan dunia yang belum pernah aku datangi. Aku ingin menyaksikan Liverpool bertanding di Stadion Anfield, meski tak bisa lagi melihat Steven Gerrard karna mungkin saat aku punya kesempatan itu, Gerrard tak lagi ada dalam skuad. Aku ingin ke Mesir, mengunjungi sahabat-sahabat terbaikku. Aku ingin ke Alexandria. Aku ingin ke Palestina. Aku ingin menjejakkan kaki dan merangkai cerita perjalananku sendiri. Wah, betapa bahagianya.
Dan... aku ingin hafidzah. Rencana dan target ini masih berjalan hingga hari ini. Aku masih menghafal meski tidak selancar dulu di HK. Meski susah, tapi aku harus! Aku ingin menyusul kalian-kalian yang sudah menggenggam 30 juz dalam kepala. Doakan ya :')
Bagaimana kabar kalian? Aku berdoa semoga Allah memeluk mimpi-mimpi kita! Berharap bertemu kalian di masa depan dengan kabar menggembirakan. Bisa melanjutkan studi hingga S3, menikah dengan jodoh yang istimewa, memiliki keluarga, menjadi pionir negara dan agama. Semoga, semoga. Terima kasih sudah menjadi inspirasiku pagi ini. HEHEHE. Sampai Jumpa!
Salam rindu dan peluk hangat,
Salma.
0 komentar