Cerita Ibu #2: Bermain dan Belajar di Rumah
05.22
Masa pandemi ini bukan hanya masa yang kurang menyenangkan bagi orang dewasa dan para pekerja saja, tapi juga berdampak pada anak-anak. Tadi pagi baru liat berita, dampak Covid juga sangat terasa ke anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka yang tidak aware dan tidak mengerti dengan pandemi harus diam di rumah, sehingga tantangan bagi orang tua dengan anak-anak berkebutuhan khusus lebih besar, karena mereka juga lebih rentan tertular akibat daya tahan tubuh yang biasanya tidak begitu baik.
Lantas apa yang sangat diperlukan orang tua? Yak, kreativitas.
Bukan sekedar gadget dan kuota saja yang penting, karna kalau kuota habis dan gadget juga digunakan orang tua di rumah, maka orang tua harus pintar memutar otak dan cara agar anak bisa tetap belajar sambil bermain. Karena sudah tentu anak sangat bosan dan semakin tidak fokus belajar di rumah.
Bertetangga dengan para ibu membuat saya juga sering mendengar cerita mereka. Ada yang anaknya sulit sekali belajar diam, karena sehari-hari saat di sekolah anaknya sangat hiperaktif berlari kesana kemari. Sekarang sistem belajarnya selain online, guru dari sekolah datang ke rumah (putranya masih TK) satu hari dalam sepekan. Itupun diminta belajar dan mengerjakan tugas susah betuul, karna sang anak akan beralasan dengan muka memelas "udah ya bu aku capek." xD
Meski belum diamanahkan Allah untuk mendidik dan mendampingi anak-anak belajar di masa pandemi, tapi Allah memberi kesempatan padaku untuk ikut mengajak mereka bermain sambil belajar di rumah. Alhamdulillah mereka juga senang main kesini, hampir setiap hari rumah ramai kedatangan anak-anak tetangga.
"Tanteee mau belajar.." ujar mereka.
Sebelum pandemi, mereka main kesini murni hanya untuk main. Kadang nonton tivi atau upin ipin wkwk. Lalu suatu pagi saat awal pembelajaran jarak jauh baru dimulai, salah seorang ibu dari mereka datang menghampiri ke rumah.
"Tante, mau minta tolong ini ada PR bikin kapal sama topi. Tapi aku ndak bisa bikinnya mau minta tolong tante," katanya. Dibawalah juga putranya supaya bisa belajar bikin langsung.
"Wah boleh boleh, sini kuajarin caranya yaa," sahutku. Ternyata, membuat kapal dan topi dari kertas untuk orang tua tidak semudah itu. Untuk itulah peran orang tua mendampingi mereka di masa sulit ini sangat besar. Bukan hanya anak yang belajar, tapi juga orang tua.

Lalu setelah itu, aku mulai juga berpikir bagaimana caranya kemampuan dan ilmu yang kumiliki bisa bermanfaat untuk anak-anak disini sekaligus bisa membantu orang tua juga mengurangi rasa bosan pada anak. Sebab akupun menetap disini tak lama, tahun depan sepertinya sudah pindah lagi. Satu hal yang sangaat ingin kucapai adalah dimanapun aku menetap, keluarga kami bisa membawa manfaat dan menebar kebaikan untuk sekitar.
Termasuk kegiatan bermain dan belajar ini. Dari mulai cetak dan mendesain sendiri artcarton edisi menempel dan berhitung, melukis dan menggambar, belajar menulis dan menghafal bahasa inggris, membaca cerita, bermain puzzle, menebak suara, sampai meminta mereka membaca ulang apa yang kubacakan. Kalau ada yang ngikuti storyku di instagram pasti tau aku juga jadi sering improvisasi menu belajar dan bermain apa setiap harinya untuk mereka, karena mereka sudah hafal isi buku yang sering dibaca disini haha.
Suatu hari setelah beberapa kali sering ngeshare tentang kegiatan belajar dan bermain di rumah, salah satu kakak kelasku di Haka, kak Nabila Laeli menawarkan untuk mengirimkan buku bacaan. Waktu itu sempet cerita ke kak Nebul kalo aku pingin juga buka perpustakaan kecil di rumah, tapi mau nyicil bukunya dulu karna buku yang kupunya baru satu. Itupun cerita bahasa Inggris, Film UP versi story booknya hehe.
Anak-anak juga udah hapal ceritanya. Tetiba aja kak Nebul ngirimin sepaket buku Rabbit Hole, titip didongengkan katanya untuk mereka yang sering main kesini. Ya Allaaah rezekiMu.. Sampai hari ini aku sangaat terbantu dengan buku-buku kiriman kak Nabila. Terima kasih banyak kak!
Beberapa hari lalu ada kakak kelasku yang lain yang juga berbaik hati menawarkan ngirimi buku juga. Sampai speechless, kenapa kakak kakak ini baik baik hati.. Ah tapi kalau Allah sudah membukakan jalan, bisa dari mana saja. Cuma bisa berdoa semoga Allah limpahkan berkah dan kebaikan juga untuk mereka sekeluarga, dan kelak aku juga ingin pay it forward. Kelak aku juga akan membalas kebaikan ini dengan berbagi buku atau ilmu yang kupunya untuk anak-anak lainnya. Insya Allaah!
Sekian jurnal belajar dan bermainku bersama anak-anak kesayanganku disini. Semoga ada semangat yang sama yang bisa kita bawa untuk orang lain, sesederhana mengajarkan ilmu dan kebaikan kepada anak-anak di sekitar kita. Semoga menteri pendidikan semakin baik mengelola tantangan dan masalah yang ada selama PJJ, semoga para ibu dan ayah juga semakin kreatif menjalani PJJ yang entah akan sampai kapan, dan semoga pandemi di negeri kita juga segera hilang!
Tetap jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan ya semuanya.
Salam sayang dari cikgu,
Jaten
6 Agustus 2020







0 komentar