Tentang IMD dan ASI Eksklusif

21.26


Assalamu'alaykum teman-teman!

Akhirnya setelah dashboard berdebu sekian lama, aku kembali membawa kemoceng! Yak jayus, maksudnya akhirnya aku kembali menulis di blog :") Tulisan pertamaku ditahun 2018 yeayyy setelah lama drafted. Semoga tahun ini semakin produktif semakin berfaedah!

Di edisi blogging comebackku ini mau sedikit berbagi tentang Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif, kebetulan sekitar 2 atau 3 pekan lalu aku kebagian tugas presentasi di kelas peminatan Gizi Reproduksi. Presentasi tentang IMD dan ASIX ini jadi berkesan buatku karna aku presentasi sendirian alias presentasi individu, dan dapet feedback + tambahan informasi berharga dari Bu Sandra Fikawati aka bu Fika selaku ahlinya. Jadi kuputuskan untuk post diblog supaya bisa dibaca banyak orang juga (kalo ditumblr takut kepanjangan euy). Dan juga aku jadi merasa punya tanggung jawab untuk ikut membagikan ilmu dan informasi ini karna mungkin banyak calon ibu yang belum paham betul tentang pentingnya IMD dan ASI Eksklusif. Edukasi penting even untuk yang belum jadi ibu, karena persiapannya better jauh-jauh hari sebelum hamil. Mudah-mudahan bermanfaat ya!

Tulisan yang kutulis ini kuambil dari poin-poin presentasi yang kususun dan bersumber dari buku Gizi Ibu dan Bayi terbitan FKM UI yang ditulis bu Fika juga pak Syafiq, ditambah dari beberapa sumber. Semoga semakin menambah wawasan dalam menyiapkan diri dan generasi terbaik kita nantinya. Sebab menjadi ibu perlu banyak asupan ilmu :)

Inisiasi Menyusu Dini

Inisiasi Menyusu Dini atau IMD adalah salah satu prinsip pemberian makanan pada bayi yang dimulai segera setelah bayi lahir, yakni proses menyusu yang dimulai secepatnya dengan cara membiarkan bayi kontak kulit dengan kulit ibunya setidaknya selama 1 jam pertama setelah lahir atau hingga proses menyusu berakhir. Prinsip IMD ini kemudian diikuti dengan ASI Eksklusif minimal 6 bulan sampai 2 tahun dan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) setelah 6 bulan. IMD penting karena menjadi salah satu penentu keberhasilan ASI Eksklusif (ASIX).

Idealnya, Indonesia memasang target cakupan ASIX sebesar 80%. Tapi lagi-lagi angka dilapangan menunjukkan bahwa Indonesia belum pernah mencapai presentase sebesar itu.

"Masyarakat telah menargetkan cakupan ASI eksklusif 6 bulan sebesar 80%. Namun demikian angka ini sangat sulit untuk dicapai bahkan tren prevalensi ASI eksklusif dari tahun ke tahun terus menurun. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 1997-2007 memperlihatkan terjadinya penurunan prevalensi ASI eksklusif dari 40,2% pada tahun 1997 menjadi 39,5% dan 32% pada tahun 2003 dan 2007." 

Sumber: Sandra Fikawati, Ahmad Syafiq. Kajian Implementasi dan Kebijakan Air Susu Ibu Eksklusif dan Inisiasi Menyusu Dini di Indonesia. 2010.

Dari kajian diatas disebutkan prevalensi ASIX menurun, bahkan tidak mencapai 50%. Pengetahuan ibu dan petugas medis saat persalinan terhadap pelaksanaan IMD menjadi salah satu faktor menurunnya presentase keberhasilan ASIX. Sehingga banyaknya bayi yang tidak mendapatkan IMD dimasa awal persalinan, tanpa ibu sadari dapat menjadi penyebab gagalnya ibu dalam memberikan ASI. Di Al Qur'an sendiri sudah secara jelas juga disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 233: "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.." ASI Eksklusif juga punya efek kontrasepsi alami karna akan menekan kerja ovarium untuk mengurangi produksi sel telur.

Jadi jelas sebenarnya secara agama maupun ilmiah bahwa ASI Eksklusif penting untuk diusahakan dan diberikan selama 2 tahun. ASIX minimal 6 bulan itu bagus, tapi lebih baik lagi kalau disusui selama 2 tahun. Selain kandungan ASI yang memang paling baik untuk gizi bayi terutama selama 6 bulan pertama, ASI juga penting untuk pertumbuhan otak, kematangan emosi juga kepribadian anak kalau disusui 2 tahun dan keep skin-to-skin contact dengan kehangatan ibu selama proses menyusui.

Nah balik ke IMD, kenapa IMD jadi sebegitu pentingnya dan menjadi penentu keberhasilan ASIX? Setidak-tidaknya yang paling saya ingat dari hasil presentasi dan diskusi saya dengan bu Fika dan teman-teman ialah ada 3 alasan penting:

1. Saat bayi berhasil menyusu pertama kali saat IMD, bayi menjadi cepat belajar dan mengerti bagaimana cara menyusu dengan mencari puting ibu dalam posisi yang baik. Disini kecerdasan bayi juga terstimulasi sejak dini. Setelah lahir, waktu minimal bayi diberikan pada ibu untuk segera IMD adalah 5 menit awal. Karena pada masa 5 menit awal itu, bayi dalam kondisi alert dan aktif. Jadi semakin cepat bayi IMD, semakin pinter dia belajar, akan semakin efektif nanti saat masa-masa menyusu selanjutnya. Kalau ada bayi yang gagal IMD (biasanya ibu/bidannya nggak sabar, 2 jam IMD nggak dapet-dapet puting susu ibunya dan setelah itu tidak diberi kesempatan belajar), seringkali bayi seterusnya jadi susah nyusu. Nanti dibawah bakal bahas juga cara IMD yang baik dan benar, pantengin ya buibu

2. Kalau bayi udah pinter dan berhasil IMD, ibu jadi punya efek senang riang bahagia penuh cinta, rileks dan percaya diri. Faktanya kalau ibu percaya diri, di masa pertumbuhannya anak juga akan tumbuh sebagai pribadi yang percaya diri karna stimulasi dan motivasi ibu. Saat bayi berhasil nyusu dari puting ibu, disitu muncullah refleks oksitosin atau hormon yang berperan dalam pengeluaran aliran ASI. Oksitosin dihasilkan kalau ujung syaraf sekitar payudara dirangsang oleh isapan. Jadi kalo bayinya nyusu dengan baik, isapan bayi akan merangsang oksitosin untuk memacu kontraksi otot polos pada dinding alveolus dan dinding saluran duktus sehingga ASI bisa keluar. Semakin pinter debaynya nyusu, semakin lancar ASI ibu. Kalo casenya IMDnya gagal, biasanya bayi yang susah nyusu juga akan pengaruh ke produksi ASI ibu karna sedikitnya rangsangan bayi ke oksitosin. Oksitosin juga dipengaruhi kondisi ibu. Ibu yang bahagia waktu mencium dan kontak dengan bayinya selama nyusu, akan semakin banyak sekresi hormonnya. Tapi kalo ibunya lagi berhawa negatif semisal bingung, pikirannya kacau, sakit, atau takut ASInya sedikit dan nggak cukup akan menghambat oksitosin dan keluarnya ASI.

Selain oksitosin, juga ada refleks prolaktin yang berperan dalam produksi ASI. Dua refleks ini sama-sama bekerja karna rangsangan isapan bayi. Jadi kalau produksi ada tapi ASInya ga keluar karna pengeluarannya nggak lancar, biasanya payudara ibu akan bengkak. Ada cara mengatasinya supaya ibu tetep bisa menyusui walau bengkak, supaya refleks oksitosin dan prolaktinnya lancar lagi. Salah satunya kompres dengan air hangat sebelum menyusui dan kompres air dingin setelah menyusui. Yang penting ASI harus terus diberikan ke bayi dan teknik menyusuinya benar. Karna banyak juga ibu yang tidak mempersiapkan laktasi ini, jadi banyak yang bingung kalau bengkak atau kalau bayinya rewel terus selama menyusui. Kalau isapannya benar, dua refleks tadi akan bekerja dengan optimal. Yang penting lagi ibu harus percaya diri, moodnya baik dan didukung keluarga supaya tetep bahagia dan nggak stress. Konsultasi ke klinik/dokter laktasi kalau perlu :)

3. Nah, kalau bayinya menyusu dengan baik dan produksi ASI melimpah (ini dengan catatan asupan gizi ibu juga terpenuhi dengan baik), maka ibu nggak punya alasan untuk gagal ASI Eksklusif. Sedangkan pada ibu dan bayi yang gagal melakukan IMD, produksi ASI yang sedikit akhirnya akan membuat ibu tidak percaya diri dan menimbulkan Persepsi Ketidakcukupan ASI (PKA). Biasanya PKA ini muncul pada usia 3-4 bulan diawal masa menyusui. Karna di 4 bulan pertama ini, umumnya asupan  makan ibu juga menurun dan akhirnya produksi ASI juga berkurang. Saat ibu nggak pede dan merasa ASInya nggak keluar atau nggak cukup, akhirnya banyak ibu yang beralih ke susu formula atau MPASI sebelum 6 bulan. Padahal sebelum 6 bulan, usus dan enzim-enzim di pencernaan bayi belum sempurna sehingga bayi rentan alergi, karna banyak kandungan/bahan sufor yang belum bisa dicerna bayi.

Tambahan lagi: saat ibu masih hamil, cadangan lemak yang dimiliki ibu akan digunakan untuk produksi ASI selama 3 bulan pasca melahirkan. Bulan-bulan setelahnya gimana? Nah untuk 3 bulan setelahnya, ibu masih harus terus mengasup gizi dan makan yang banyak untuk persiapan setelah 3 bulan, supaya ASI Eksklusifnya tetep maksimal. Seperti yang dijelaskan diatas, pada 3-4 bulan pertama setelah melahirkan, ASI ibu biasanya berkurang karna cadangan lemak ibu dan berat badan ikut berkurang banyak akibat diserap untuk pembuatan produksi ASI. Di masa-masa itu ibu banyak mengalami weanling dilema. Hasil penelitian banyak menunjukkan bahwa konsumsi ibu saat laktasi lebih rendah dibanding saat hamil, padahal yang benar justru ibu lebih butuh banyak mengkonsumsi makan saat menyusui. Karna anak akan semakin besar, perkembangan berat badannya nanti juga tergantung dari asupan ibunya. Kata bu Fika nggak perlu khawatir badan akan semakin besar, karna kalau ibu melewati proses ASI Eksklusif secara alami, berat badan dan bentuk badan akan kembali menyusut dengan sendirinya terutama setelah ASIX 2 tahun. Kalau ibu merasa repot membuat makanan lengkap gizi, ibu juga bisa minum susu khusus ibu laktasi karna biasanya kandungannya dibuat khusus untuk melengkapi nutrisi ibu.

Begitulah ibu dan calon ibu, pentingnya IMD bagi perkembangan bayi dalam pemberian ASIX. Dalam postingan saya yang lain, saya pernah juga berbagi bahwa kecerdasan anak bergantung pada ibunya. Terutama bagi ibu yang tau pentingnya ASI Eksklusif untuk pertumbuhan otak, emosional dan perkembangan tubuhnya. Beberapa waktu lalu saya juga ikut seminar (pranikah) yang salah satu narasumbernya, dr. Dwi, mengatakan bahwa, "penelitian menyebutkan anak-anak yang disusui selama 2 tahun penuh dan disusui dengan penuh kasih sayang oleh ibunya, kesemuanya memiliki kecerdasan dan kepribadian yang sangat baik."

Jadi benar setiap ibu bagaimanapun caranya harus mengupayakan ASIX, diawali dengan IMD. Sekarang saya coba sampaikan tentang proses IMD yang benar (dan sudah dibenarkan oleh bu Fika ya hehe. Bu Fika ini ahli gizi yang sudah sering mengkaji dan meneliti tentang IMD juga ASIX). Kenapa saya ngerasa perlu ngeshare ini, karna dilapangan (baik di bidan maupun di rumah sakit) walaupun petugas kesehatan sudah tahu tentang IMD tapi tetap tidak banyak yang mempraktekkannya dengan benar atau bahkan tidak melakukan. Angka keberhasilan IMD di Indonesia juga masih berkisar 30%, tertinggal dibanding negara Asia lain kayak Thailand yang udah lebih dari 50%. Jadi yuklah coba kita belajar sama-sama:

Tahapan Pemberian IMD menurut Kemenkes dan Buku Saku Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial (2010):

1. Setelah dibersihkan, bayi secepatnya dikeringkan seperlunya (bukan dibersihkan), kecuali tangannya karena tangan bayi punya aroma amnion yang sama dengan cairan kolostrum dari ASI pertama ibu.

2. Bayi memulai kontak pertama dengan ibunya dengan cara ditengkurapkan di dada atau di perut ibu, sehingga kulit bayi melekat pada kulit ibu. Setelah tali pusat bayi dipotong dan diikat, bayi ditengkurapkan diantara dua puting ibu dengan kepala bayi lebih rendah dari puting. Kontak bayi dengan ibu dilakukan minimal satu jam, dengan ibu membelai dan memeluk bayi agar bayi tetap hangat dan merasakan ikatan batin dengan ibunya.

3. Bayi dibiarkan untuk mencari puting payudaranya sendiri. Selama proses ini, biarkan bayi mencari dan menemukan puting ibu dan segera menyusu dengan cara menendang, menggerakkan kaki, bahu, dan badannya ke arah dada ibu dengan mengandalkan indra penciumannya. Anjurkan ibu dan orang disekitarnya untuk tidak menginterupsi usaha bayi misalnya memindahkan bayi. Tapi bayi dapat dibantu dengan dorongan suara ibu dan sentuhan ibu. Sebagian bayi akan berhasil menemukan puting ibu dalam waktu 30-60 menit tapi tetap biarkan kontak kulit bayi dan ibu setidaknya 1 jam walaupun bayi sudah menemukan puting ibu. Asuhan neonatal juga baiknya ditunda sampai bayi berhasil menyusu.

Kalau dalam waktu 1 jam bayi belum berhasil dapet puting ibu, bantu bayi dengan memposisikan bayi lebih dekat dengan puting ibu dan pertahankan skin-to-skin contactnya. Kalau dalam waktu 1 jam berikutnya (berarti dalam jangka waktu 2 jam) bayi belum juga berhasil dapet puting ibu, ibu akan dipindahkan ke ruang pemulihan dengan bayi tetap di dada ibu sembari bayi dilanjutkan asuhan neonatal esensialnya. Saat perawatan bayi selesai, bayi diberikan lagi kepada ibu untuk tetap belajar menyusu dan mencari puting ibunya sendiri. Kalau petugas kesehatannya nggak ngasih anjuran ini, yang penting ibunya inisiatif buat tetep ngasih kesempatan bayinya belajar. Intinya ibu yang teredukasi pasti nggak mau melewati proses ini karna IMD dan ASI Eksklusif sangat berperan mencegah penyakit degeneratif anak di masa yang akan datang. Cara belajar bayi lewat IMD mempengaruhi proses menyusu selanjutnya dan kelancaran ASI Eksklusif. Selama proses ini, bayi dan ibu ada pada ruangan yang sama dan bayi harus selalu dalam jangkauan ibu 24 jam dalam sehari sehingga bisa menyusu sesuai keinginannya.

----------------
Iyak jadi demikian kira-kira tentang IMD dan pentingnya IMD untuk keberhasilan ASI Eksklusif. Setiap bayi dan ibu pasti punya kesulitannya masing-masing, tapi mengusahakan ASI agar tetap lancar adalah kewajiban ibu juga dibantu dukungan ayah alias para bapak suami. Bahkan aku pernah baca kalau ibu adopsi pun (yang bukan ibu kandung) ASInya bisa keluar dan bisa menyusui anak adopsinya karna hormon oksitosinnya bekerja. Masya Allah.

Asupan gizi selama prahamil, hamil dan menyusui juga sangat penting karena cadangan lemak yang diperlukan ibu akan diambil untuk produksi ASI. Semakin banyak cadangan lemak, akan semakin banyak pula produksi ASInya. Asal asupannya sesuai gizi ya. Karna banyak makan beda dengan makan bergizi. Makan banyak belum tentu kandungannya yang sesuai dan dibutuhkan tubuh. Literatur kita menyebut bahwa protein hewani sangat baik untuk asupan gizi ibu selain nutrisi penting lainnya seperti karbo, buah, sayur, asam folat, zat besi, dll.

Buat ibu yang kurus dan IMTnya rendah, jadi PR banget nih buat memperbaiki gizi dan banyak makan makanan beragam supaya gizinya lengkap (yhaa termasuk saya yang sedang program nambah berat badan wk). Supaya ASI tetep bisa banyak, tips dari kajian gizi yang perlu dilakukan adalah:
1. Ibu harus percaya diri supaya hormon oksitosinnya bekerja dan ASI tetep bisa keluar. Ibu yang bahagia oksitosinnya akan lebih optimal bekerja
2. Teknik menyusuinya harus benar, karena isapan bayi yang benar akan memberikan refleks oksitosin dan prolaktin yang positif terhadap produksi ASI
3. Hindari dot atau empeng karena kalau bayi terbiasa mengisap dot, kemungkinan bayi akan menolak kalau disusui apalagi kalau produksi ASI ibunya sedikit (jadi bayi harus tetep nyusu dari ibunya)
4. Jangan kasih sufor atau makanan lain ke bayi karna akan mengurangi konsumsi ASI dan mengurangi isapan bayi. Padahal isapan bayi itu yang akan merangsang prolaktin dan oksitosin untuk memproduksi ASI
5. Berikan ASI pada bayi (alasannya udah dijelasin diatas ya hehe), intinya ini berkaitan dengan manajemen refleks hormon prolaktin dan oksitosin
6. Perbanyak konsumsi energi dan makanan bergizi karena kebutuhan energi dan zat gizi ibu saat laktasi (+330 kkal dari kebutuhan normal) lebih tinggi dari kebutuhan ibu saat hamil (+300 kkal dari kebutuhan normal). Semakin baik asupannya, semakin baik kualitas ASInya. Dan ohya, yang penting jangan diet setelah melahirkan! Karna gizi ibu justru lebih banyak butuh asupan selama menyusui dibanding saat hamil. Jadi semangat ya para ibuuuuuk
7. Pijat punggung untuk merangsang pengeluaran hormon oksitosin. Memijat punggung ini bisa membuat kerja oksitosin lebih optimal dan ASI jadi lebih lancar
8. Selalu rileks supaya terhindar dari stress dan hormon oksitosinnya terangsang untuk terus produksi ASI

Terakhir, ASI boleh diberikan pada semua kondisi ibu dan bayi, kecuali ibu yang mengonsumsi obat kanker. Karna obat kanker berefek pada perubahan sel ibu dan bisa mengalir ke bayi melalui ASI, khawatir obat kanker ibu akan mempengaruhi pertumbuhan sel bayi juga. Nah selain itu, ASI boleh diberikan ke bayi. Ibu dengan AIDS atau TB pun boleh menyusui, selama ibu rutin mengonsumsi obat ARV dan TBnya.

Kira-kira demikian teman-teman sedikit ilmu seputar IMD dan ASI Eksklusif. Sebenernya sesi presentasi ini masih banyak lagi bahannya, mungkin dilain waktu bisa sharing lebih banyak lagi. Jadi kalo nanti udah waktunya jadi ibu, jangan lupa IMD ya! Semoga bermanfaat dan buat yang belum menikah atau yang sudah menikah bisa jadi bacaan ringan untuk nambah bekel ilmu hehe. Kalo ada yang mau ditanya, feel free to discuss! Biar aku samasama belajar juga :))

Dan juga wanna say thanks to Bu Fika, aku nulis ini salah satunya karna termotivasi bu Fika. "Nanti kalian sebagai tenaga kesmas, harus edukasi ibu-ibu karna ini penting. Nggak banyak yang tau tentang IMD. Di ibukota aja masih banyak yang belum ngerti, apalagi di daerah." Jadi aku coba memulai edukasi lewat blog sebelum nantinya akan mengedukasi para wanita dan ibu secara langsung.

Senengnya, diakhir presentasi dan diskusi dapet bonus apresiasi dari bu Fika juga. "Bagus Salma, presentasinya lengkap. Kedepannya presentasi kayak gitu ya, harus lengkap jadi saya tau kalian paham atau nggak sama materinya." Siap makasih Ibuuuu!

Para ibu dan calon ibu generasi berkwalitas, semangat selalu ya!


Depok, 4 Maret 2018
#jurnaldeim

You Might Also Like

0 komentar