Life Thought

19.02


Assalamualaykum gais! APA KABAR? :)

Semoga semua baik-baik, sehat-sehat, bahagia, semakin baik dan semakin dekat dengan Yang Maha Memberi Kehidupan.

Beberapa hari ini, entah kenapa. Seiring bertambahnya amanah, permintaan, kerjaan, tugas-tugas, jadi semakin mikir bagaimana-kemana-seperti apa aku menjalankan semua ini dan apakah semuanya benar-benar bisa jadi ladang amalku atau ngga. Sedih rasanya kalau kita capek sehari-hari tapi ternyata sedikit sekali even malah nggak ada pahala yang terhitung, atau justru menjauhkan kita dari Allah. Ujung-ujungnya ngerasa nggak maksimal, setengah hati melakukannya dan lelahnya jadi nggak bermakna. Semoga nggak demikian :'

Karenanya aku jadi selalu berdoa semoga adanya aku di dunia ini agar selalu didekatkan dengan kebaikan, supaya aku jadi sering belajar dan sering diingatkan. Kalau niatnya belok sedikit, kalau kapasitasku berkurang saat aku dituntut untuk maksimal, saat aku khilaf dan lalai agar ada yang 'membenarkan' lagi.

Terakhir ini, diingatkan oleh salah seorang kakak terbaik kita untuk berbenah menjalankan amanah. Bagaimana adik-adik yang kita bina, staf-staf yang kita pimpin itu bisa taat dan bisa meneladani kalau kita yang jadi role modelnya nggak mencontohkan hal baik. Bagaimana pesan, nasihat yang kita sampaikan akan sampai ke mereka dan didengarkan kalau diri kita bahkan nggak berusaha mengupgrade wawasan juga ilmu, terkesan setengah-setengah dalam menyampaikan ke mereka dan nggak menanamkannya dalam diri kita sendiri. Apalagi kalau amalan kita pun seadanya. Sungguh jleb.

Lalu kemarin ngobrol dan sharing-sharing dengan sahabat kreatifku terinspiratifku, bahwa di dunia digital dan jaman medsos everywhere ini nggak ada sehat-sehatnya kalo kita sering-sering mengcompare diri kita dengan diri orang lain which is keseringan stalking akun medsos orang lain dan jadi ngerasa diri kita kurang, pengen jadi kayak si itu, kenapa aku nggak sekeren dia dll. Percaya deh, nggak akan ada abisnya. Diri kita sendiri nanti nggak bahagia karna terus-terusan membandingkan diri kita sampe ujung-ujungnya secara nggak sadar kita blame of our self dan nggak bersyukur dengan apa yang Allah kasih ke kita. Manusia itu nggak akan ada puasnya kalo nggak sering-sering introspeksi dan deket sama Allah Yang Maha Ngasih kita segala sesuatu di dunia ini. Kalau emang kita mau, pasti dikasih Allah asal kita juga berusaha dan nggak nyerah berdoa. Allah itu bersama prasangka para hambaNya kan :)

Dan juga, aku seringkali mendapati kabar bahwa adik atau temanku yang sedang mengemban satu amanah tiba-tiba menghilang. Dengan atau tanpa kabar. Dengan atau tanpa alasan yang bisa diselesaikan bersama. Dan sejujurnya kupaham kenapa ada orang-orang yang seperti itu karna aku juga pernah dalam kondisi demikian meski tak benar-benar hilang. Gaenak ada dalam posisi kayak gitu, pasti dikejar rasa nggak nyaman dan rasa bersalah. Sampai akhirnya aku pernah bertanya pada ibu lingkaranku dan mendapat pencerahan kenapa kita bisa sekhilaf itu.

Karna kita udah besar dan dewasa, kita semua pasti ngerti mana yang salah, mana yang benar. Mana yang baik mana yang nggak. Yang membedakan cuma satu: kita paham atau enggak. Jadi saat aku menghadapi orang-orang yang sedang demikian, sabar. Mungkin memang mereka sedang jenuh atau memang ada masalah yang dipendam. Tapi kejenuhan dan masalah setiap manusia dapat diatasi kalau kita paham bagaimana menyembuhkannya dan mengatasinya sehingga saat kita selesai dengan diri kita, semua masalah pun juga pasti bisa diselesaikan. Plus, jangan lupa libatkan Allah juga.

Jadi intinya demikian beberapa pikiran tentang kehidupan yang mampir beberapa waktu ini. Setidak-tidaknya, cobalah untuk:
1. Selalu mengintrospeksi diri dan mengoreksi kesalahan sebelum tidur
2. Bersemangat menyambut hari lebih baik dan terus berbenah
3. Libatkan Allah supaya kita paham diri kita dan memahami masalah-masalah di sekitar kita. Coba terbuka dan ngobrol sama temen/orang tua supaya kita nggak mendem masalah sendirian
4. Selalu berada di radar kebaikan supaya saling mengingatkan
5. Bersyukur dan jadilah diri apa adanya, stop mengcompare diri kita dengan orang lain dan jadikan medsos sebagai inspirasi untuk memotivasi diri menjadi lebih baik lagi
6. Jangan lupa hidup sehat dan bahagia!

Sebuah note to my self: hidup kita adalah perjalanan dari Allah menuju Allah :')
Sekian dan semangat menjadi lebih baik semuanya!


Depok, 18 Oktober 2017
#jurnaldeim


You Might Also Like

0 komentar