SNSD dan Sebuah Refleksi Masa Muda
20.58
(seperti bukan Taeyeon yha, tapi maksudnya Taeyeon. Ya seperti itu wkwk mian onnie :'>)
Tentang SNSD
SNSD atau Sonyeoshidae adalah sebuah girl grup asal Korea yang Agustus ini baru aja ngerayain 10 tahun hari jadi (sejak debut) mereka. 9 personil, tapi 1 udah keluar tahun 2014. Baru-baru ini 2 personilnya Taeyeon & Hyoyeon diundang sama Tim Bekraf buat ngisi panggung countdown Asian Games. Dua-duanya tampil bawain lagu solo mereka. Walaupun kemaren sempet heboh karna diprotes 'kok diundang pas momennya HUT Indonesia', dan sempet heboh juga karna Taeyeon diserbu fans di bandara, tapi akhirnya mereka tetep tampil. Dan btw, pertunjukan dronenya kemaren keren banget yaaaaaa. Pertunjukan lain keren juga, livenya Taeyeon favorit juga! Salute!
Tentang Kontoversi Bu Elly dan SNSD, dan Krisis Moral Anak Muda
Sebenernya nggak kontroversi banget sih, cuma berhubung emang rame di jagat timeline twitter sampe masuk ke Line Today dan beberapa media online, jadi tetep kontroversi kan ya *apasihdamwkwk. Aku sempet liat twitnya bu Elly dan reply-replynya. Sebagai seorang yang pernah terinfeksi virus Kpop dan kenal dengan SNSD sejak SMP ((kenal lagu-lagunya dan tau gayanya SNSD)), kupaham perasaan fansfansnya yang ngamuk di tlnya bu Elly xD
"Simbol Sex dan Pelacuran" menurutku cukup berlebihan, dan too extreme hehe. At least yaa walopun pernah punya konsep sexy (namanya juga girlgrup korea yang uknowlha yaaa), tapi SNSD sejauh yang kutau jarang tampil vulgar dan buka-bukaan (like kurang bahan) kayak Sistar atau CL (yang waktu itu bu Elly pernah skrinsyut fotonya karna disalahpahami itu menggambarkan SNSD, dan dipost di twitternya). SNSD tbh masih lebih 'sopan' dibanding Awkarin di instagramnya :" Tanpa perlu tampil mengumbar bagian tubuh, SNSD udah cukup femes di korea sana.
Nah sebagai psikolog yang concern di dunia remaja sekaligus sebagai seorang ibu, kupaham juga kegusaran bu Elly sampesampe langsung ngetwit tanpa cari info dulu tentang snsd, dan akhirnya diamuk massa :"") Mungkin karna bu Elly miskom juga, selain mengira SNSD itu girlband yang dibayangannya sebagai girlgrup nakal, juga mengira SNSD diundang untuk manggung di panggung Kemerdekaan RI. Tapi emang momennya deket banget sama HUT RI ya.
Bu Elly, seperti yang selama ini diperjuangkannya adalah mencoba menyelamatkan masa depan remaja-remaja Indonesia dari buruknya pengaruh industri hiburan yang...... Semakin maju pesat perkembangannya, semakin terpapar yang muda-muda dan kekhawatiran itu pun terjadi: kemerosotan moral juga krisis identitas sebagai seorang remaja muda.
Maksudnya?
Jaman dulu, remaja muda Indonesia mungkin nggak banyak menunjukkan identitasnya di media sosial karna keterbatasan platform untuk menunjukkan diri. Kalopun ada, yaa kita paling juga cuma berselancar di platform masing-masing. Sebelum jaringan medsos semakin meluas dan semakin mempermudah penggunanya saling terhubung satu sama lain.
Tapi di masa hits kekinian bin milenial kayak sekarang, remaja muda sebagai the most active user punya dua sisi. Kemunculannya di medsos bisa jadi positif, bisa juga negatif. Positif saat dengan potensi dan daya tarik para mudawan-mudawati ini bisa menjadi trendsetter positif di lingkaran medsosnya apalagi sampe keexplore keluar jangkauan (maksudnya sampe menjangkau pengguna lain gitu..). Nah tapi remaja kalo nggak bisa menentukan mana yang baik mana yang buruk akan jadi negatif. Generasi ikut-ikutan. Bahkan lupa kalau dalam bermedsos pun kita tetap punya etika dan tata krama. Entah karna terlalu sering ngeliat gaya bermedsos yang tua-tua jadi akhirnya sekarang mencibir, mencaci dan mengomeli orang lain (even yang lebih tua) di medsos sudah biasa.
Sekalipun bu Elly sudah minta maaf tetep aja yang muda-muda nanggepin dengan kata-kata yang tajam dan menusyuk. Ngefans boleh, tapi berlebihan mengidolai juga jangan. Apalagi sampe harus berkata kasar ke bu Elly demi memberitahu kalo SNSD itu bukan seperti yang bu Elly bilang. Emang selalu serba salah sih sama netizen jaman sekarang. Kalo salah, diserbu. Udah ngaku salah, tetep diserang. Eta terangkanlah.........
Jadi dengan kedatangan SNSD, menurutku kalo dalam konteksnya untuk promosi Asian Games ya okelah.. Strategi mendayung; mengundang artis muda ngetop supaya banyak yang liat sekaligus menarik anak muda untuk tau lebih banyak tentang Asian Games. Dan kostum yang dipake mereka juga nggak ada masalah (mbak Hyoyeon malah pake kostum merah putih gitu haha). Tapi pemerintah juga jangan sampe lepas tangan soal moral anak muda bangsa yang harus terus diperbaiki. Lewat tayangan media dan konsumsi internet terutama. Jadi para orangtua juga nggak khawatir anak-anaknya bakal jadi korban industri hiburan yang kalo nggak diawasi bisa berdampak buruk. Fakta sudah banyak berbicara di sekitar kita lho :")
Tentang SNSD dan Nostalgia Masa Muda
Ini bonus lahya haha. Jadi kalo ngomongin SNSD ini mereka pernah juga menjadi bagian dalam sejarah nyantriku dulu. Halah
Alkisah sewaktu aku SMP, seperti yang kubilang, aku part of generasi 2000-an yang sudah terpapar kpop sejak jaman Super Junior, Big Bang dan SNSD melejit di tahun-tahun 2008-an dan kpop belum semenarik itu di Indonesia. Ini semua gara-gara Hilda, sohib SMPku yang nularin virus Siwon-nya ke aku xD Jadilah waktu aku mondok ke Husnul Khotimah, aku masih membawa jiwa-jiwa kpop yang kudapat di SMP dulu.
Masa-masa 1 aliyah, aku akhirnya mempunyai murid-murid dalam dunia per-Kpop-an. Terutama Ciput dan Ismet. Pokoknya kalo lagi ngomongin kpop nyambung banget deeh sama mereka haha. Maklum masa muda.... Nah kemudian suatu hari di saat OSHK (OSISnya HK) menggelar gebyar Bahasa, seluruh angkatan dari 1 MTs sampe 2 Aliyah berlomba-lomba menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam lomba berbahasa itu. Ada satu lomba News Anchor dimana setiap angkatan harus mengutus 1 tim (terdiri dari 2 news anchor, sisanya jadi objek berita) dan harus menampilkan berita dengan bahasa yang sesuai dari hasil kocokan.
Angkatan kami 1 aliyah saat itu mendapat kocokan KOREA SELATAN dong. Emang takdir dah. Tanpa pikir panjang Maryam-Njen pun langsung menunjuk aku dan Ciput sebagai news anchor, sisanya ada Icas, Etom, Lintang, Babeh, Wider, sama Cimeh juga kalo gasalah berperan sebagai warga pedalaman Padang yang terlibat kasus maling 'Kut*ng Barendo'.
Ciput bertugas sebagai news anchor di studio tv dan aku bertugas sebagai reporter lapangan yang meliput maling jemuran itu. Bilingual gitu, reporter bahasa Korea, Icas dkk bahasa Padang. Parah kocak abis tapi pamor kami semua turun seketika wkwk
Karna waktu latihan yang terbatas dan mepet, akhirnya aku dan Ciput (yang notabene nggak ngerti bahasa korea apalagi ngarang skrip bahasa korea) langsung berinisiatif untuk improvisasi: memakai lirik lagu SNSD sebagai teks skrip news anchor kami :>>>>>> Pokoknya campur-campur aja lagunya yang penting kita ngomong bahasa Korea.
And it worked sodara-sodara. Para santri yang nonton berdecaque kagum karna mengira aku dan Ciput bisa berbahasa korea. Padahal mah......
"Kak dame sama kak Ciput beneran ngomong bahasa Korea? Ih kok bisa sih kak"
"Iyalah bahasa korea..."
"Keren kaak ajarin dong!"
..........
Dan kemudian penampilan kocaque bin ajaib dengan skrip lirik SNSD itu berhasil membawa angkatan kami ke Juara 1 owyeaaa.
Ada lagi di kenangan lain saat kami menyiapkan drama Bahasa. Suatu hari tiba-tiba Fasyah, ketua tim dance Maul Laban mendatangiku dan meminta bantuan untuk membuatkan gerakan tari. Seketika aku memiliki bakat sebagai koreografer :"")) Lalu akhirnya aku menyodorkan beberapa pilihan lagu dan Maul Laban langsung sepakat dengan lagu SNSD. Lagu promosi iklan hape aja padahal tapi kewl ngedance pake kipas wakaka. Dan akhirnya lagi-lagi SNSD masuk ke sejarah nyantri dulu sebagai lagu SNSD yang dibawakan dalam drama bahasa. Walopun sukses menjadi perhatian santri tapi tetap saja kena semprot Kedisiplinan OSHK dan Ustazah. Itusemua karna dame. Maafin :"""))))
Selain itu, SNSD juga pernah jadi bagian dari pengalaman di gebyar Olahraga dalam lomba Senam. Pernah kuceritakan di instagramku juga, angkatan 1 aliyah kami maju dengan nama Slimming Girls Generation. Mengambil nama internasional SNSD yaitu Girls Generation, cuma ditambahin slimming doang di depannya karna senam ini membuat kita slim. Halah.
Slimming Girls Generation, tim senam khanza yang pernah berjaya di bawah lampu lapangan Shohab dan menjadi satu-satunya tim gawl karna lagunya diremix pake lagu Kpop. Kpop lagu kpop lagi. Emang kerjaan dame banget ini maafin :"""))))
Pada akhirnya, harusnya kita paham bahwa SNSD hanyalah bagian dari hiburan dunia semata. Bukan untuk ditiru apalagi dipuja-puja sebegitunya. Cukup ambil inspirasi dari mereka yang bisa diambil untuk berkarya. Beberapa lagu mereka punya lirik yang bagus untuk dinikmati juga. Jadi demikianlah, tentang SNSD dan refleksi masa muda.
Semoga generasi muda kita akan tumbuh dengan moral baik juga kebangkitan berkarya yang lebih baik lagi. Dan semoga pemerintah kita (entah tahun berapa) segera memperbaiki tayangan-tayangan di media menjadi lebih mendidik juga berfaedah (apalagi mayoritas penontonnya anak-anak). Begitulah. Merdeka!
Salam 72 Tahun HUT RI
@salmadeim
19 Agustus 2017
Tentang SNSD
SNSD atau Sonyeoshidae adalah sebuah girl grup asal Korea yang Agustus ini baru aja ngerayain 10 tahun hari jadi (sejak debut) mereka. 9 personil, tapi 1 udah keluar tahun 2014. Baru-baru ini 2 personilnya Taeyeon & Hyoyeon diundang sama Tim Bekraf buat ngisi panggung countdown Asian Games. Dua-duanya tampil bawain lagu solo mereka. Walaupun kemaren sempet heboh karna diprotes 'kok diundang pas momennya HUT Indonesia', dan sempet heboh juga karna Taeyeon diserbu fans di bandara, tapi akhirnya mereka tetep tampil. Dan btw, pertunjukan dronenya kemaren keren banget yaaaaaa. Pertunjukan lain keren juga, livenya Taeyeon favorit juga! Salute!
Tentang Kontoversi Bu Elly dan SNSD, dan Krisis Moral Anak Muda
Sebenernya nggak kontroversi banget sih, cuma berhubung emang rame di jagat timeline twitter sampe masuk ke Line Today dan beberapa media online, jadi tetep kontroversi kan ya *apasihdamwkwk. Aku sempet liat twitnya bu Elly dan reply-replynya. Sebagai seorang yang pernah terinfeksi virus Kpop dan kenal dengan SNSD sejak SMP ((kenal lagu-lagunya dan tau gayanya SNSD)), kupaham perasaan fansfansnya yang ngamuk di tlnya bu Elly xD
"Simbol Sex dan Pelacuran" menurutku cukup berlebihan, dan too extreme hehe. At least yaa walopun pernah punya konsep sexy (namanya juga girlgrup korea yang uknowlha yaaa), tapi SNSD sejauh yang kutau jarang tampil vulgar dan buka-bukaan (like kurang bahan) kayak Sistar atau CL (yang waktu itu bu Elly pernah skrinsyut fotonya karna disalahpahami itu menggambarkan SNSD, dan dipost di twitternya). SNSD tbh masih lebih 'sopan' dibanding Awkarin di instagramnya :" Tanpa perlu tampil mengumbar bagian tubuh, SNSD udah cukup femes di korea sana.
Nah sebagai psikolog yang concern di dunia remaja sekaligus sebagai seorang ibu, kupaham juga kegusaran bu Elly sampesampe langsung ngetwit tanpa cari info dulu tentang snsd, dan akhirnya diamuk massa :"") Mungkin karna bu Elly miskom juga, selain mengira SNSD itu girlband yang dibayangannya sebagai girlgrup nakal, juga mengira SNSD diundang untuk manggung di panggung Kemerdekaan RI. Tapi emang momennya deket banget sama HUT RI ya.
Bu Elly, seperti yang selama ini diperjuangkannya adalah mencoba menyelamatkan masa depan remaja-remaja Indonesia dari buruknya pengaruh industri hiburan yang...... Semakin maju pesat perkembangannya, semakin terpapar yang muda-muda dan kekhawatiran itu pun terjadi: kemerosotan moral juga krisis identitas sebagai seorang remaja muda.
Maksudnya?
Jaman dulu, remaja muda Indonesia mungkin nggak banyak menunjukkan identitasnya di media sosial karna keterbatasan platform untuk menunjukkan diri. Kalopun ada, yaa kita paling juga cuma berselancar di platform masing-masing. Sebelum jaringan medsos semakin meluas dan semakin mempermudah penggunanya saling terhubung satu sama lain.
Tapi di masa hits kekinian bin milenial kayak sekarang, remaja muda sebagai the most active user punya dua sisi. Kemunculannya di medsos bisa jadi positif, bisa juga negatif. Positif saat dengan potensi dan daya tarik para mudawan-mudawati ini bisa menjadi trendsetter positif di lingkaran medsosnya apalagi sampe keexplore keluar jangkauan (maksudnya sampe menjangkau pengguna lain gitu..). Nah tapi remaja kalo nggak bisa menentukan mana yang baik mana yang buruk akan jadi negatif. Generasi ikut-ikutan. Bahkan lupa kalau dalam bermedsos pun kita tetap punya etika dan tata krama. Entah karna terlalu sering ngeliat gaya bermedsos yang tua-tua jadi akhirnya sekarang mencibir, mencaci dan mengomeli orang lain (even yang lebih tua) di medsos sudah biasa.
Sekalipun bu Elly sudah minta maaf tetep aja yang muda-muda nanggepin dengan kata-kata yang tajam dan menusyuk. Ngefans boleh, tapi berlebihan mengidolai juga jangan. Apalagi sampe harus berkata kasar ke bu Elly demi memberitahu kalo SNSD itu bukan seperti yang bu Elly bilang. Emang selalu serba salah sih sama netizen jaman sekarang. Kalo salah, diserbu. Udah ngaku salah, tetep diserang. Eta terangkanlah.........
Jadi dengan kedatangan SNSD, menurutku kalo dalam konteksnya untuk promosi Asian Games ya okelah.. Strategi mendayung; mengundang artis muda ngetop supaya banyak yang liat sekaligus menarik anak muda untuk tau lebih banyak tentang Asian Games. Dan kostum yang dipake mereka juga nggak ada masalah (mbak Hyoyeon malah pake kostum merah putih gitu haha). Tapi pemerintah juga jangan sampe lepas tangan soal moral anak muda bangsa yang harus terus diperbaiki. Lewat tayangan media dan konsumsi internet terutama. Jadi para orangtua juga nggak khawatir anak-anaknya bakal jadi korban industri hiburan yang kalo nggak diawasi bisa berdampak buruk. Fakta sudah banyak berbicara di sekitar kita lho :")
Tentang SNSD dan Nostalgia Masa Muda
Ini bonus lahya haha. Jadi kalo ngomongin SNSD ini mereka pernah juga menjadi bagian dalam sejarah nyantriku dulu. Halah
Alkisah sewaktu aku SMP, seperti yang kubilang, aku part of generasi 2000-an yang sudah terpapar kpop sejak jaman Super Junior, Big Bang dan SNSD melejit di tahun-tahun 2008-an dan kpop belum semenarik itu di Indonesia. Ini semua gara-gara Hilda, sohib SMPku yang nularin virus Siwon-nya ke aku xD Jadilah waktu aku mondok ke Husnul Khotimah, aku masih membawa jiwa-jiwa kpop yang kudapat di SMP dulu.
Masa-masa 1 aliyah, aku akhirnya mempunyai murid-murid dalam dunia per-Kpop-an. Terutama Ciput dan Ismet. Pokoknya kalo lagi ngomongin kpop nyambung banget deeh sama mereka haha. Maklum masa muda.... Nah kemudian suatu hari di saat OSHK (OSISnya HK) menggelar gebyar Bahasa, seluruh angkatan dari 1 MTs sampe 2 Aliyah berlomba-lomba menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam lomba berbahasa itu. Ada satu lomba News Anchor dimana setiap angkatan harus mengutus 1 tim (terdiri dari 2 news anchor, sisanya jadi objek berita) dan harus menampilkan berita dengan bahasa yang sesuai dari hasil kocokan.
Angkatan kami 1 aliyah saat itu mendapat kocokan KOREA SELATAN dong. Emang takdir dah. Tanpa pikir panjang Maryam-Njen pun langsung menunjuk aku dan Ciput sebagai news anchor, sisanya ada Icas, Etom, Lintang, Babeh, Wider, sama Cimeh juga kalo gasalah berperan sebagai warga pedalaman Padang yang terlibat kasus maling 'Kut*ng Barendo'.
Ciput bertugas sebagai news anchor di studio tv dan aku bertugas sebagai reporter lapangan yang meliput maling jemuran itu. Bilingual gitu, reporter bahasa Korea, Icas dkk bahasa Padang. Parah kocak abis tapi pamor kami semua turun seketika wkwk
Karna waktu latihan yang terbatas dan mepet, akhirnya aku dan Ciput (yang notabene nggak ngerti bahasa korea apalagi ngarang skrip bahasa korea) langsung berinisiatif untuk improvisasi: memakai lirik lagu SNSD sebagai teks skrip news anchor kami :>>>>>> Pokoknya campur-campur aja lagunya yang penting kita ngomong bahasa Korea.
And it worked sodara-sodara. Para santri yang nonton berdecaque kagum karna mengira aku dan Ciput bisa berbahasa korea. Padahal mah......
"Kak dame sama kak Ciput beneran ngomong bahasa Korea? Ih kok bisa sih kak"
"Iyalah bahasa korea..."
"Keren kaak ajarin dong!"
..........
Dan kemudian penampilan kocaque bin ajaib dengan skrip lirik SNSD itu berhasil membawa angkatan kami ke Juara 1 owyeaaa.
Ada lagi di kenangan lain saat kami menyiapkan drama Bahasa. Suatu hari tiba-tiba Fasyah, ketua tim dance Maul Laban mendatangiku dan meminta bantuan untuk membuatkan gerakan tari. Seketika aku memiliki bakat sebagai koreografer :"")) Lalu akhirnya aku menyodorkan beberapa pilihan lagu dan Maul Laban langsung sepakat dengan lagu SNSD. Lagu promosi iklan hape aja padahal tapi kewl ngedance pake kipas wakaka. Dan akhirnya lagi-lagi SNSD masuk ke sejarah nyantri dulu sebagai lagu SNSD yang dibawakan dalam drama bahasa. Walopun sukses menjadi perhatian santri tapi tetap saja kena semprot Kedisiplinan OSHK dan Ustazah. Itusemua karna dame. Maafin :"""))))
Selain itu, SNSD juga pernah jadi bagian dari pengalaman di gebyar Olahraga dalam lomba Senam. Pernah kuceritakan di instagramku juga, angkatan 1 aliyah kami maju dengan nama Slimming Girls Generation. Mengambil nama internasional SNSD yaitu Girls Generation, cuma ditambahin slimming doang di depannya karna senam ini membuat kita slim. Halah.
Slimming Girls Generation, tim senam khanza yang pernah berjaya di bawah lampu lapangan Shohab dan menjadi satu-satunya tim gawl karna lagunya diremix pake lagu Kpop. Kpop lagu kpop lagi. Emang kerjaan dame banget ini maafin :"""))))
Pada akhirnya, harusnya kita paham bahwa SNSD hanyalah bagian dari hiburan dunia semata. Bukan untuk ditiru apalagi dipuja-puja sebegitunya. Cukup ambil inspirasi dari mereka yang bisa diambil untuk berkarya. Beberapa lagu mereka punya lirik yang bagus untuk dinikmati juga. Jadi demikianlah, tentang SNSD dan refleksi masa muda.
Semoga generasi muda kita akan tumbuh dengan moral baik juga kebangkitan berkarya yang lebih baik lagi. Dan semoga pemerintah kita (entah tahun berapa) segera memperbaiki tayangan-tayangan di media menjadi lebih mendidik juga berfaedah (apalagi mayoritas penontonnya anak-anak). Begitulah. Merdeka!
Salam 72 Tahun HUT RI
@salmadeim
19 Agustus 2017

0 komentar