Walking Life

07.29

(bersama keluargaku; Qisty, Fatih, dan Cacing. 29 Agustus 2015)

Ciao! Have you been well, readers? Miss you so bad! Entah apa yang membuat tangan mager untuk sekedar menyapa draft berdebu ini hahaha.

Wah. 2 bulan sudah sejak aku diwisuda dari kampus perjuangan kita Universitas Indonesia. Wonderful banget! Apa rasanya ya. Seneng akhirnya bisa langsung nerapin ilmu yang udah ditimba 3 tahun ini, sedih karna ngga bisa ngerasain serunya jadi mahasiswa lagi, kangen pengen ngampus lagi (doain yaa taun depan!), kesepian tanpa rutinitas organisasi, bebas karna ngga dikejar deadline tugas hahaha, ah pokoknya bersyukur banget buat semua yang udah didapet selama ini. Thank You Allah!

Dreams come true these days. Dulu sebelum kuliah, pengen banget jadi dokter. Tapi mikir-mikir lagi, kayaknya kemampuan aku belom cukup sampe sana. Sementara passion dan minat aku waktu itu memang pengen ke dunia sosial-kesehatan. Akhirnya setelah doa dan usaha, takdir nuntun juga ke dunia medis. Iya, bersyukur banget dicemplungin ke Fisioterapi. Bukan masalah dokter atau bukan, bukan masalah mana yang paling keren dan mana yang paling mentereng di mata orang. Tapi tentang ilmu dan kebermanfaatan apa yang bisa kita berikan lewat jurusan apapun tempat kita berkecimpung. Ya kan :)

Setelah lulus kuliah Fisioterapi di UI, sempet mikir pengen kerja dimana. Kata ibu lingkaranku, pasca kampus ini harus fokus sama salah satu tujuan: Quwwatul Maal. Iyap, penguatan finansial. Jadi yaa harus kerja. Tapi niatnya bukan cuma untuk cari gaji trus belanja keperluan hidup. Punya harta tapi nggak digunain buat dibagi-bagi di jalan Allah itu menyedihkan. Jadi, jangan lupa gaji dan uang kita disisihkan ya. Buat infaq, buat dakwah, buat orang tua, buat tabungan masa depan, buat anak. Eakkk.

Nah. Tadinya agak galau memang, antara pengen apply jadi fisioterapi di sekolah berkebutuhan khusus atau jadi staf design graphic. Waktu itu sempet nggak pengen kerja di rumah sakit, haha. Banyak maunya. Tapi mikir-mikir lagi, buat apa kuliah 3 tahun kalo ilmunya nggak diterapin?

Kadang kalo dihadapi sama pikiran-pikiran kusut, harus merem bentar sambil tarik nafas panjang. Tsah. Flashback kebelakang, pernah nulis dimana-mana kalo impian aku pengen jadi terapis pediatri atau ahli terapis anak. Itu adalah mimpi ke 70 dari ratusan mimpi yang pengen aku peluk dan wujudkan. Anak-anak adalah masa paling membahagiakan, bahkan sampe hari ini masa childhood dulu masih membekas saking bahagianya dan menyenangkannya. Karna itu pula aku pengen jadi bagian dari masa indahnya anak-anak spesial dan anak-anak yang butuh sentuhan tangan fisioterapis. Sesederhana itu saja impianku :')

YAYAYA! Setelah memutuskan untuk kembali ke mimpiku itu, aku bertekad untuk mewujudkannya. Urusan desain, aku masih bisa berkarya kapan saja. Sepulang kerja. Atau hari minggu, sepanjang hari. Just.. I just want to be pretty for my self. On my own way. Melakukan apa yang paling ingin aku lakukan dengan sepenuh hati. Totally.

OKE. Jadilah takdir juga yang menuntunku ke Rumah Sakit Permata Depok yang sedang mencari fisioterapi khusus untuk klinik tumbuh kembang anak. Kebetulan, di RS Permata belum ada posisi yang mengisi untuk klinik tumbuh kembangnya. It was a bit shock waktu tau bahwa aku (yang notabene baru lulus dan anak ingusan ini) diterima dan jadi fisioterapis tumbuh kembang pertama di RS Permata. Terharu. Seneng. Deg-degan. Excited. Jadi satu x)

Ruanganku bekerja menyenangkaan. Klinik Physiotherapy Kids di Vancouver dalam gambaranku adalah tempat kerja ter-ideal. Jadi, kerja di ruangan fisioterapi khusus anak itu yang bikin aku makin bersemangat. Walaupun ruangan tumbuh kembang di RS Permata masih jauh dari desain ruangannya Physio Kids tapi itu udah cukup banget, hehe. Matras warna-warni, tangga dan perosotan, ayunan, trampolin, gym ball, dan mainan-mainan ala play therapy yang unyu ada di ruanganku. Doakan semoga tahun depan dikasih kesempatan buat nanganin banyak anak-anak ya. Hampir sebulan ini, baru nanganin dua pasien Cerebral Palsy karna kliniknya baru banget diresmiin. Ngeliat senyum dan meluk mereka selama sesi terapi latihan bener-bener make my day banget. Rasanya pengen teriak, "God please keep their smile as long as they grew up!"

Ah ya. Lewat artikel fisioterapi yang pernah aku posting, aku juga makin banyak teman dan adik baru. Banyak banget line, SMS, whatsapp, bahkan telfon masuk dari para pembaca artikelku itu. Seneeeng banget punya banyak kenalan yang tertarik sama fisioterapi, atau cuma sekedar sharing sesama satu profesi. Beberapa dari mereka yang tadinya cuma curhat "kak aku pengen deh masuk Fisio UI", trus tiba-tiba ngechat lagi "KAK AKU DITERIMA DI FISIO UI!!". Rasanyaaaa seneng banget XD

Terima kasih banyak semuanya, untuk rasa penasarannya, untuk excitednya, untuk semangatnya, untuk yang nggak pernah capek nanya ini itu, haha. Maafin atuh ya kalo aku kurang welcome. Tapi aku seneng banget bisa kenal kalian! Semoga sukses dan takdir bersatu untuk jalan terbaik kalian :)

Terakhir... Aku masih ngedeasain kok. Hehehehehe. Kalian yang barangkali mau mesen desain undangan, paket hadiah atau apapun boleh kontak aku ya. ID Line: salmanaufa. (LOHLOH kok jadi promosi)

Bagaimana dengan kalian? Semoga hari-hari kalian juga menyenangkan! Mimpi-mimpi kalian tercapai. Jangan lupa, tetep deket sama Yang Maha Kuasa ya. Karna untuk menghilangkan segala kecemasan yang ada, kuncinya hanya hidup dan beribadah untuk Dia. Dunia kita ini toh akhirnya akan berakhir ke alam sana. Nah kalo aku salah jangan lupa ingatkan aku juga yaaaaaaaaaaaa.

Terakhir,



BERSEMANGAT!
Love love love


You Might Also Like

0 komentar