Surat (7)
06.55Apa kabar? Malam yang dingin.
Malam ini aku termenung. Lucu, tapi mungkin kamu nggak akan tertawa. Haha iya biar aku aja. (ngomong sama siapa sih....)
Aku penasaran dengan takdir yang menghubungkan kita dengan banyak orang. Kadang kita berjumpa dengan banyak orang di sekitar. Dari sekedar perjumpaan tak disengaja, hingga menjadi akrab tanpa diduga. Kadang kita berjumpa di kereta, bis, atau toko buku. Kadang kala kita terhubung dengan saudaranya-teman-kita atau temennya-temen-yang-sepupuan-sama-temen-sebangku. Kemudian kita berkata, "dunia sempit banget ya ternyata."
Kadang, kita juga secara kebetulan atau memang niat berkenalan dengan orang-orang di belahan dunia. Dari sekedar chatting atau sahabat pena. Sahabat maya. Dari tumblr. Dari diskusi grup. Dikenalkan teman. Kadangkala, terasa seperti kebetulan saja. Amerika, Jerman, Belanda, Afrika, Turki, Mesir, hingga Qatar. Dan hebatnya, hubungan pertemanan seperti ini bisa jadi lebih indah dibanding hubungan yang sehari-hari kita jalani. Don't be misunderstanding. Indah dalam arti, kita membantu bahkan kadang dibantu oleh teman kita diluar sana. Meski beribu mil jauhnya. Tiba-tiba kita surprise dengan hadiah atau kejutan. Tiba-tiba rindu. Tiba-tiba ingin bertemu.
Aku penasaran dengan orang-orang yang berjumpa hanya lewat dunia maya. Layar kaca. Entah itu gadget, laptop atau komputer. Bertahun-tahun kenal tanpa pernah bertatap muka. Namun seolah kenal sudah sangat lama. Akrab. Saling berbagi tawa (meski hanya 'hahaha' tanpa suara), berbagi semangat, sapa atau stalking akun apa saja, tak sengaja kedapatan di timeline dan tak jarang kita memberikan komentar. Kita mengenalnya lewat kata-kata, rasanya seolah sudah mengenal karakternya, mengetahui apa yang dia suka, bercanda layaknya teman lama.
Aku penasaran dengan hati manusia yang jatuh cinta dengan seorang lainnya di belahan dunia yang berbeda, meski tak pernah dipertemukan di dunia nyata. Drama? Ya, bisa jadi. Bukankah dunia ini panggung sandiwara?
Dan aku sungguh benar-benar penasaran, seperti apa jika dua manusia ini bertemu suatu waktu. Bukankah ini lucu? Tapi. Aku benar-benar percaya. Pertemuan semacam ini pastilah sudah ditetapkan. Hanya saja, aku penasaran dengan endingnya. Satu waktu, aku menemukan cerita nyata seperti ini dengan akhir yang begitu bahagia. Tapi diwaktu yang lain akan berbeda.
Dan....
Aku penasaran.
Haha. Kuharap kalian baik-baik saja. Teman-temanku yang jauh dimata. Aku rindu. Sungguh. Malam ini, aku akan berdoa dan bersujud lama. Semoga kalian selalu bahagia :)
---------------------------------------------------------------------
Salam hangatku
Depok,
Malam minggu yang tenang
0 komentar