Surat Singkat untuk Bumi Alexandria.
19.09
Teruntuk sahabat kami, rakyat sipil tanah Mesir yang tengah didera prahara
Izinkan aku,
seorang penduduk bumi yang hanya bisa
menyaksikan kalian dari layar digital saja
untuk menyampaikan sepenggal surat tak sampai pada para pecinta surga.
negeri kami, Indonesia saat ini aman dan tentram
kadang ada sedikit konflik antar etnis, kadang ada saling bunuh
sesekali bencana alam juga menimpa tanah kami
sesekali bencana alam juga menimpa tanah kami
atau debat emosi yang menyelingi panggung politik kekuasaan.
namun meski begitu semrawutnya negeri kami
kami disini baik-baik saja.
tidak ada perang, kerusuhan besar-besaran.
tidak ada perang, kerusuhan besar-besaran.
negeri kami, Indonesia, sangat berterima kasih
karena dulu Mesir adalah yang pertama mengakui kemerdekaan kami
jika tanpa dukungan kalian,
apalah arti nama 'Indonesia' di mata dunia.
dukungan kalian adalah bahagia kami.
kita saling mencintai satu sama lain, bukan begitu?
tapi saat ini,
permainan politik yang tak kunjung selesai justru menimpa kalian.
lagi. rezim militer berpuluh tahun membayangi
hingga hari ini.
lagi-lagi, apalah dayaku
yang tak bisa turun membantu
melihat diri-diri yang mencintai presiden terpilihnya
jatuh diatas tanah,
tergeletak tak bernyawa diatas lantai Masjid dan Rumah Sakit.
meski dengan adanya kejahatan kemanusiaan ini
aku makin menyadari bahwa
kaum liberal dan sekuler, serta
bangsa Yahudi dan Amerika
tidak akan pernah rela jika nama Islam tegak
bahkan dibawah payung demokrasi
dan kedamaian yang dibawa
oleh Mursi dan para pendukungnya.
bersabarlah bumi Alexandria kami yang tengah dirundung duka.
nyawa-nyawa yang hilang
darah yang tumpah
dari wanita, anak-anak, pria muda dan dewasa
juga darah tentara
tak akan sia-sia begitu saja.
hingga saatnya tiba,
hari dimana Dia tampakkan kebenaran dan
kebathilan yang sesungguhnya.
penuh cinta,
-dari aku yang selalu mendoakan kebaikan bagimu-
bonus: Note dari Mbak Afifah Afra, seorang Penulis tentang 'Ada Apa Dengan Mesir?' Baca!
karena dulu Mesir adalah yang pertama mengakui kemerdekaan kami
jika tanpa dukungan kalian,
apalah arti nama 'Indonesia' di mata dunia.
dukungan kalian adalah bahagia kami.
kita saling mencintai satu sama lain, bukan begitu?
tapi saat ini,
permainan politik yang tak kunjung selesai justru menimpa kalian.
lagi. rezim militer berpuluh tahun membayangi
hingga hari ini.
lagi-lagi, apalah dayaku
yang tak bisa turun membantu
melihat diri-diri yang mencintai presiden terpilihnya
jatuh diatas tanah,
tergeletak tak bernyawa diatas lantai Masjid dan Rumah Sakit.
meski dengan adanya kejahatan kemanusiaan ini
aku makin menyadari bahwa
kaum liberal dan sekuler, serta
bangsa Yahudi dan Amerika
tidak akan pernah rela jika nama Islam tegak
bahkan dibawah payung demokrasi
dan kedamaian yang dibawa
oleh Mursi dan para pendukungnya.
bersabarlah bumi Alexandria kami yang tengah dirundung duka.
nyawa-nyawa yang hilang
darah yang tumpah
dari wanita, anak-anak, pria muda dan dewasa
juga darah tentara
tak akan sia-sia begitu saja.
hingga saatnya tiba,
hari dimana Dia tampakkan kebenaran dan
kebathilan yang sesungguhnya.
penuh cinta,
-dari aku yang selalu mendoakan kebaikan bagimu-
bonus: Note dari Mbak Afifah Afra, seorang Penulis tentang 'Ada Apa Dengan Mesir?' Baca!

0 komentar