#LatePost: Perjalanan Jauh para Perindu Keluarga dan Kampung Halaman.

20.40

Postingan kali ini mungkin akan lebih banyak menyuguhkan foto daripada tulisan. Kebijaksanaan pembaca diperlukan. Selamat menikmati.

Hari itu, 9 Agustus 2013 pukul setengah 4 pagi. Kami sekeluarga -Pak Kadar, Bu Niken, Afifah, Salma, Marwa, Anas & Naufa- bangun kesiangan dari rencana awal untuk berangkat jam 3, mudik ke kampung halaman orang tua di Purworejo. Bergegaslah kami menata barang yang sudah siap di mobil. Tancap gas dari rumah jam 4 lewat 5. Buah & kopi adalah 2 hal penting yang harus tersedia di samping sopir. Biar gak ngantuk :))
This is my driver aka my rocky father! Yeakh! *gaya wolf exo* Yang sepanjang perjalanan mudik-balik ini suka ngelawak dan bikin aku yang SHR makin SHR. Yang kalo udah ngantuk suka ngeluarin suara-suara aneh kayak 'rwwwwwr', 'hemhhhhh', 'huh huh huh', atau 'nanananana' sambil mukul mukul leher, kepala sama tangan biar ngantuknya ilang. Yang paling sering beser dan mampir ke pombensin, ke toilet.
Mudik pasti identik sama MACET. Tapi beruntunglah jalur mudik dikelilingi pemandangan-pemandangan alam yang menyejukkan hati dan menyegarkan mata. Apalagi buat aku yang gatel kalo ketemu view keren plus diatasnya langit lagi bagus-bagusnya. Kamera standby di tangan, pemandangan-pemandangan elok jadi korban. Shikat miring!
Ini dari tepi jalan di daerah sebelum masuk Bandung. Gunung, Langit, sama Rerumahan-nya harmonis banget jadi satu. Mantep!


Masuk daerah Cileunyi, jalan mulai padat merayap. Pemudik motor juga mulai bermunculan. Pagi itu ternyata banyak juga yang baru mudik. 
Suasana di sepanjang jalan selama Ramadhan menjelang Mudik adalah banyaknya spanduk & umbul-umbul khas menjamu pemudik. Entah itu spanduk sponsor, spanduk selamat Idul Fitri, sampe spanduk Caleg dari berbagai parpol. Maklum, jelang 2014 sih. Sekalian gitu.
Dari sekian banyak papasan sama pemudik motor, yang paling bikin geregetan itu yang bawa barang banyak trus bawa anak banyak juga diatas jok. Ada yang bawaannya banyak, bawa bayi. Ada yang bawaannya banyak, anaknya ditengah dempet dua orang sama ibunya, di depannya satu orang sama si bapak. Masih ada aja yang ngorbanin anak, jauh-jauh ke pelosok jawa. Duh, kasian kan kalo malem :(
Saran banget nih, kalo mau mudik dibenerin dulu onderdil mobil. Kan bahaya juga kalo lampu remnya rusak. Apalagi kalo ngelintas di jalur mudik yang panjang dan gak ada lampu jalannya. Bahaya coy. -tulisan: 'Lampu Rem Tidak Berpungsi' hahaha. Berpungsi-nya itu loh =))))
-MACET- tapi yang ini masih belom parah separah di Nagrek atau Pantura. di Nagrek waktu aye ngelintas macetnya POOOOL. mau dari arah bandung atau dari arah sebaliknya sama-sama macet. tutup satu arah soalnya. macetnya ada kali 5 kilo, macetnya stuck gak jalan-jalan. bener-bener dah perjalanan orang yang mudik tuh penuh perjuangan. bayangin yang pulang demi ketemu keluarga pake bis nggak ber-AC, betapa tersiksanya :')  
Pom Bensin, Masjid Besar atau Rest Area jadi destinasi utama para pemudik buat isi bensin sekalian istirahat. Tidur, makan, sholat, atau sekedar ke toilet. Tapi kalo lewatin Pom Bensin sepanjang jalur mudik, sudah dipastikan RAMAI JAYA sama para pemudik. 
Pemudik roda empat yang nekat juga meramaikan perjalanan. Ada yang naek kolbak sempit-sempitan sama barang trus ditutup perlak supaya gak kepanasan & keujanan. Ada juga yang kayak di foto, dempet-dempetan pake mobil boks. Itu kan bahaya juga yang berdiri. Ada anak kecil pula di ujung deket pintu. Pintunya kebuka pula. (Ya masa ditutup dem). Lagi-lagi demi ketemu keluarga di kampung. Duh duh........
Sunset di tepi jalan juga jadi penghibur penat karna berjam-jam duduk diatas jok mobil. Pegel tapi karna saya pengagum lukisan langit & pecinta Pencipta Langit, pegelnya berangsur-angsur ilang karna view sunsetnya juga bagus banget. Kayak di luar negri, ada gunung, bukit-bukit sama sungai yang di pinggirannya juga ada ladang rapih. Kayak di filem dah pokonye.

Mudik juga jadi ajang wisata kuliner. Kalo lagi singgah di daerah orang, biasanya suka minggir sambil nyari tempat makan yang enak. Istirahat perut gitu. Kayak di Banyumas, kalo udah masuk daerah kota-nya di kiri-kanan jalan pasti rame sama rumah makan yang menu utamanya 'Soto Sokaraja & Getuk Goreng'. Kalo lewat Purworejo pasti banyak ketemu sama 'Kupat Tahu' atau 'Dawet Hitam'. 

 dan akhirnya, setelah 10 hingga 24 jam lebih para pemudik menempuh perjalanan yang tidak mudah dari segala aspek (kesabaran, tenaga, waktu), puji syukur wajib terpanjatkan karna Dia mengizinkan kita bertemu akhirnya dengan keluarga di kampung. tidak ada makanan mewah, rumah mewah, baju mewah. hanya ada kehangatan keluarga besar yang berbicara dibawah udara sejuk ala pedesaan.

di Purworejo, pemudik dari Jakarta biasanya malem hari suka menuh-menuhin parkir di pinggir jalan alun-alun kota. Disana, setiap malem sepanjang Ramadhan sampe Lebaran berdiri tenda-tenda makanan. Rame! berbagai pilihan makanan tersedia disini. Menghabiskan waktu bersama keluarga di alun-alun adalah pilihan yang bagus. kalo Anda-Anda mampir ke alun-alun malem hari, bisa dipastikan hampir semua mobil yang berjejer di pelataran tenda adalah mobil berplat B. ea.

Selain tenda, jalur alun-alun juga rame sama delman dan mobil odong-odong yang dihias meriah pake umbul-umbul sama lampu cilik warna-warni. Penduduk lokal maupun interlokal alias orang-orang yang mudik (yang juga bareng sama keluarganya di kampung) yang abis makan atau sambil nunggu makan biasanya naek ini andong sama anak-anaknya. RAME dah suer.

Keluar dari kota dan masuk ke daerah desa, Purworejo sama sekali mati sama penerangan jalan. Sepanjang hampir berkilo-kilo jauhnya, jalur masuk ke desa cuma jalanan yang halus & lurus dikelilingi pohon-pohon tinggi di pinggir jalan dan sawah yang luasnya luar biasa di kiri-kanan. Cahaya cuma dateng dari lampu motor atau mobil yang lewat ditambah sinar rembulan. Gelapnya luar biasa. Tapi itulah istimewanya. karna kegelapan itulah, Anda-Anda yang mau nikmatin pagelaran langit ala Boscha gratis terhampar di depan mata. Bintang-bintangnya di langit Purworejo banyaaaaak banget. gak bakalan ente nemuin bintang sebanyak ini di Depok atau Jakarta. apalagi di rumah mbah ane. bulannya kinclong, diatas sana banyak pesawat lewat kalo malem. What a beautiful night scene.

I'm a sky's paint lover. I really do. Saya sangat menikmati pemandangan langit di setiap pagi, siang, sore, malam hingga pagi lagi. Terlebih kalo gradasinya cantik ditambah gugus awan yang melingkar dengan bentuk unik yang abstrak tapi eksotik. Klasik yang modern. Rasanya tenang & damai sekali. Itulah salah satu cara saya untuk semakin menambah cinta sama Pencipta. Sama kayak di kuningan, lukisan langitnya Purworejo juga cantik. It was beautiful.

Setelah berhari-hari berlebaran sama keluarga, saatnya pemudik harus kembali ke rumah. Satu hal yang tidak terlewatkan pastinya adalah membeli oleh-oleh khas untuk kerabat dan sahabat. 

Pemandangan arus balik nggak kalah cantiknya sama arus mudik. Kadang ada pemudik yang jalur baliknya nggak sama kayak jalur mudik. Dengan begitu, mengeksplorasi keindahan alam dua kali lipat besarnya karna beda jalur. Ini salah satu gorgeusnya keindahan alam di arus balik, di daerah alternatif sebelum Majalengka. 

Always, yang setia hampir 24 jam apalagi di masa-masa puncak arus mudik & balik- yang sangat patut diacungi jempol adalah mereka; para Polisi Lalu Lintas. Apalagi mereka mengabaikan waktu berliburnya bersama keluarga demi mengatur arus lalu lintas dari kemacetan. ROCKS! *gayanya keren deh pak hahaha*

dan ini, yang sepanjang perjalanan menemani dan menginspirasi saya, bukunya mbak Windy Ariestanty (pinjeman dari Eca :D). Judulnya 'Life Traveller'. Bukan perjalanannya aja yang keren tapi mbak Windy juga ngasih sisi lain dari sekedar jalan-jalan. Perjalanan dengan pengalaman hidup. Make me realized that journey is just not about destination. Thanks mbak Windy!

Setelah para pemudik balik berhasil melewati macet dari jalur Nagrek, jalur Sadang dan Pantura, akhirnya sampai juga di tol Cikampek. Meski masih merayap di jalur utama Cikarang, para pemudik ke arah Jakarta akhirnya kembali ke rumah dan rutinitas masing-masing. (Meski tidak semua pemudik kembali dalam keadaan selamat.) Berharap tahun depan masih diberi kesempatan untuk berkumpul lagi dengan keluarga di kampung.

This is just a story of my journey. Thanks everybody who read (:

Maaf lahir batin sekali lagi untuk semuanya, mohon maafkan kesalahan yang pernah saya lakukan baik sengaja maupun yang tidak dalam canda, tawa, laku dan kata. Mari bersemangat untuk agenda-agenda & aktivitas kita kedepannya. Mari menjadi lebih baik! YEAH!


Sincerely me.

You Might Also Like

1 komentar