Mencari Pertolongan Allah
23.15
Suatu hari, cimeh mengirimiku link yutub dan meminta menontonnya sampai akhir dengan hati yang tenang. Karna dikiriminya beberapa hari sebelum lebaran, dengan durasi video 1jam lebih akhirnya memutuskan untuk menontonnya nanti saja kalau sudah tidak sibuk nyiapin ina inu.
Alhamdulillah keturutan nonton videonya pagi-pagi habis subuh. Dan.. ternyata banyak hal yang bikin 'oiya juga ya' dan batin-batin lainnya sambil 'Ya Allaah....'.
Memang lebih baik ditonton langsung, kalo aku yang nulis nanti jadi gak syahdu dan gak kena di hati hehe. Tapi ada beberapa inti yang menancap di hati setelah menonton video ini.
Kang Rezha Rendy yang merupakan suami dari kakak kelasku, teh Ibah (Nusaibah Azzahra) adalah trainer dan pendiri PPA Institute. PPA sendiri adalah singkatan dari Pola Pertolongan Allah. Baik kang Rendy maupun teh Ibah sama-sama memiliki cerita titik balik dimana akhirnya mereka menyadari pertolongan Allah dalam masa-masa sulit.
Kadang kita baru bisa ngerasain Allah itu dekat, Allah itu baik saat kita jatuh. Tapi jangan juga kita cuma inget Allah pas masa-masa sulit ya gaes. Pas seneng-seneng yang diinget orang lain. Memang dasar manusia..
Poin-poin menancap yang kudapat dari video ini, adalah 1) Allah itu selalu memberikan yang terbaik untuk hambaNya. Coba deh dipikir-pikir, selama kita kecil sampe dewasa ini, kita mendapatkan yang terbaik atau ngga? Mungkin bagi sebagian orang, ada yang menjawab ngga. Ada yang lahir dari orang tua atau keluarga yang broken, sekolah susah, makan susah, kerja susah dan lainnya.
Tapi jujur, aku pribadi akan menjawab semua yang kujalani dari kecil hingga dewasa ini semuanya Allah kasih yang paling baik :(
Meski mungkin ada banyak kerikil-kerikil yang mungkin itu pun salahku sendiri, aku ga berusaha lebih keras, ga berikhtiar lebih kuat, berdoa lebih gigih. Tapi hampir semuanya Allah kasih yang terbaik. Maha Baik Allah :"
Begitu pula untuk teman-teman. Ketika kita merasa Allah memberikan hal-hal yang tidak kita suka dan bukan yang kita inginkan, bukan berarti Allah memberikan yang tidak baik. Hanya kita yang memaknainya dalam kacamata ego manusia, padahal Allah sedang menyentuh kita dengan sirat dan makna kasih sayangNya lewat ujian/masalah yang menimpa. Agar kita bersabar, berusaha, menguat, kembali dan mengadu berdoa pada Allah.
Kang Rendy mengibaratkan kita sebagai seorang anak yang sedang anemia. Pulang sekolah/kuliah dari banyak kegiatan, kita dibuatkan ibunda sayur bayam sebagai asupan zat besi padahal kita tidak suka. Saat kita melihat meja makan dan disuguhi sayur bayam, kita marah dan menolak. "Loh kok sayur bayem? Nggak bu aku ga mau, kan ibu tau aku ga suka bayem!"
"Makan nak, kamu butuh bayam supaya lebih sehat."
Beda halnya kalo kita punya keimanan yang kuat dan bisa memaknai masalah sebagai sesuatu yang harus dijalani walau berat. Meski kita tidak suka bayam, tapi karna kita butuh sebagai asupan zat besi, kita akan tetap memakannya. Begitu juga dengan ujian dan masalah yang diberikan Allah, sesuatu yang kita anggap bukan pemberian yang baik. Yang jangan-jangan yang kita benci malah sesuatu yang sangat baik untuk kita seperti kalamNya dalam surat Al Baqarah ayat 216.
Tidak jadi menikah dengan orang yang kita harapkan? Selain bukan karna jodoh, mungkin Allah sudah menyiapkan yang lain yang lebih baik. Mungkin Allah ingin menjaga kita dari penantian yang tidak ia ridhai. Dan kemungkinan-kemungkinan baik yang lain.
Poin selanjutnya untuk mendapatkan pertolongan Allah, 2) luruskan niat karena Allah. Apapun itu. Allah Maha Tau kebutuhan dan keinginan hambaNya. Kembali ke contoh jodoh, jangan berdoa minta jodoh karena kita sudah dideadline orang tua. Jangan minta jodoh karena kita sudah tua. Tapi berdoalah agar kelak dengan pasangan, bisa menghasilkan generasi peradaban penghafal Qur'an. Jika Allah sudah ridha, Allah akan berikan di waktu yang tepat.
Tapi dari yang kupelajari dari banyak nasihat, saat kita sudah datang pada Allah. kita mengadu, memohon ampun, mengadu dan berbicara kepada Allah dari hati ke hati, dalam sujud panjang. Kalau Allah sudah menyayangi hambaNya, tanpa kita minta Allah pasti tunaikan hajat dan keinginan kita. pertanyaannya, apa kita sudah menjadi hamba yang Allah sayang? heheu.
Poin selanjutnya yang menyambung ke poin kedua, kalau kita ingin dekat dan nyaman dengan seseorang, dengan pasangan, atau dengan partner kerja, kita pasti harus banyak menghabiskan waktu bersama agar saling mengenal lebih jauh. Maka begitulah kunci agar kita dekat dengan Allah: 3) habiskan banyak waktu bersama Allah. Bisa dengan perbanyak dialog dan doa dengan Allah di waktu sholat, banyak membaca Qur'an dan terjemahnya, atau dzikir.
Mudah-mudahan kita semua dimudahkan untuk senantiasa mendapatkan pertolongan Allah dalam hidup ya teman-teman. Ulasan lebih banyak silahkan bisa langsung ke yutubnya atau klik disini.
Terima kasih cimeh sudah share video inii. Memanglah karunia besar itu memiliki teman yang saling mengingatkan dan mengajak pada kebaikan/kesabaran. Terima kasih kang Harri, kang Rendy untuk sharing-sharing remindernya! Semoga pasca Ramadhan ini ruhiyah kita tetap terjaga dan terus terus lebih baik seperti layaknya semangat saat berpuasa. Yang berat itu memang istiqomah ya kan sobat.
Saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran ya,
salam,
salmadeim

0 komentar