H-35 Ramadhan: Dekat Dengan Mengingat

09.06


Haii semuanya!

Senja di terbenamnya matahari Senin ini, Alhamdulillah H-35 terhitung sudah menuju bulan Ramadhan. Padahal perasaan belom lama Lebaran, hae udah mau lebaran lagi aja (kecepetan si dam..). Excited tapi worried jadi satu. Nggak sabar mau ketemu Ramadhan yang ramai orang berjualan dan pembeli berlalu lalang di sore hari. Nggak sabar semangat ngusir kemageran dan menyibukkan diri dengan kegiatan di Masjid UI atau tempat-tempat penuh panggilan kebaikan. Tapi tapi, trus bertanya ke diri sendiri udah sejauh mana siap membekali diri pas Ramadhan datang. Kalo ibadah yaumiyah aja masih segitu-gitu aja, apa siap buat ngejar target selama Ramadhan. Ya kayak naik gunung aja kan, sebelum nanjak harus latihan fisik dulu biar nggak ngosngosan banget lah selama naik. Ramadhan juga harusnya kita latihan dulu biar nggak gas diawal, trus datar ditengah. Yah jangan sampee, makanya harus mulai kencengin ruhiyah dari sekarang ya gaiz.

Pekan lalu dapet reminder lagi untuk persiapan Ramadhan, salah satunya dengan banyak meningat Allah lewat berzikir. Kata Allah dalam surat Ar-Ra'd ayat 28, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Dan itu emang bener. Banget. Lagi galau, capek, gelisah, takut, obat manjurnya emang dzikir banyak-banyak. Tapi selain untuk mengingat Allah, kemujaraban dzikir bukan cuma itu aja lho.

Dzikir adalah ibadah yang paling mudah dan sebenernya bisa dilakukan dimana aja, kapan aja. Lagi naik motor, lagi jalan kaki, lagi diem di mushola atau dimana gitu nungguin orang daripada planga plongo kan. Banyak dari 24 jam hidup kita dalam sehari yang sebenernya nggak kita pake buat ngapa-ngapain, tapi nggak kita pake untuk membasahi lisan dengan dzikir. Astagfirullah :(

"Sesungguhnya (dzikir) ini adalah hadiah dari Allah, yang tidak bisa (disamakan atau) dihitung dengan uang. Maka terimalah hadiah itu."

Dzikir ini adalah senjata umat Islam selain doa. Apa syarat agar senjata ini dapat melindungi diri kita? Syaratnya satu: sebanyak-banyaknya.

Yaap. Semakin banyak mengingat Allah, sebanyak dan bahkan jauh lebih banyak Allah akan mengingat kita. Fix, noted to my self. Selama ini aku membiasakan diri untuk dzikir kalo lagi naik motor. Nggak tau kan apa yang bakal terjadi selama kita ngendarain motor. Daripada diem aja atau nyanyi-nyanyi apalagi senyum-senyum sendiri, mending dzikir. Semangat guys!

Dalam berdzikir ini tunjukkan kesungguhan kita dalam mengingat Allah. Bagaimana kita akan mengingat sesuatu kalo intensitas kita melakukannya sedikit. Ya kan... Jangan doi mulu diinget padahal belum tentu doi mikirin kita. Wqwq. Bayangkan, para tabi'in pada jaman dahulu kala dalam berdzikir bisa ratusan ribu kali. Kita apa kabar? :""""")

Tingginya derajat dzikir bahkan digambarkan dalam surat An-Nisa ayat 142. Disana disebutkan bahwa orang yang sedikit mengingat Allah dan sedikit berdzikir, termasuk ke dalam ciri orang munafik. Mengaku muslim tapi mengingat Allah dan melafazkan dzikir untuk mengingatNya aja jarang atau nggak pernah. Perumpamaan orang yang berdzikir dan tidak ialah bagaikan orang yang hidup dan mati. Nau'udzubillah. Jangan sampe guysss kita jadi golongan orang yang lalai dan jarang berdzikir :(

Setiap masalah dalam hidup kita pasti, pasti ada jalan keluarnya. Masalah yang bersumber dari hati, ntah itu kegusaran, ketidakyakinan, kekhawatiran, obatnya sebenernya satu: kita dirikan shalat, setelah shalat dilengkapi dengan dzikir. Insya Allah, Allah yang akan selesaikan masalah kita. Aku pun merasa begitu. Kalau shalat kita sudah diperbaiki, niatnya, ketepatan waktunya, dzikirnya, khusyu'nya, tau-tau apa yang kita khawatirkan udah ilang aja. Trus jadi baik-baik aja dan bisa diselesaikan. Insya Allaah. Allah sendiri yang berfirman dalam kalamNya, "Aku berada pada prasangka hambaKu."

Remember Allah, He will remember you.

Kebahagiaan kita di dunia juga bergantung pada bagaimana rumah dan keluarga yang kita tinggali. Bahagia sangat dekat pada rumah dan orang-orang yang berdzikir. Karena berdzikir ini ibadah yang dicintai Allah, dan akan dikeliling malaikat. Pada saat kita diambil nyawa nanti, Allah bersama orang-orang yang membasahi lidahnya dengan dzikir sampai akhir hayatnya. Aaah, semoga kita termasuk ya. Husnul khatimah. Aamiin.

Nah dzikir ini ada 3 macam, dzikir yang mengandung pujian, dzikir pagi-petang dan dzikir sehari-semalam. Termasuk dalam dzikir yang mengandung pujian ialah:
- Astaghfirullahal'adzhim: Keutamaannya, Allah akan memecahkan segala kesulitan dan membukakan rezeki.
- Subhaanallah: Allah akan memberikan 1000 kebaikan setiap hari
- Subhaanallahi wabihamdih: Allah akan mengampuni segala dosa, bahkan yang sebanyak buih di lautan
- Laa ilaaha illallah: Menaikkan derajat keimanan
- Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalah: Kalau kita membacanya 100 kali, akan mendapat pahala sama dengan memerdekakan 100 budak. Masya Allah ya
- Laa haula walaa quwwata illa billah: Kita akan memiliki harta simpanan Allah di Syurga
- Hasbiyallah wani'mal wakil: Menjadi kekuatan kita saat menghadapi orang zhalim atau tekanan batin

Luar biasa yaa keutamaan dzikir. Yuk mulai perbanyak intensitas kita dalam berdzikir! Itung-itung latihan di Ramadhan nanti setiap lafadz dzikir kita bakal dilipatgandakan berkali-kali-kali lipat sama Allah kebaikannya dan kemujarabannya. Dan ingatingat mentemen, jangan sampai kita jadi ikut-ikutan temen atau lingkungan sekitar yang hatinya sudah dilalaikan sama Allah (QS Al Kahfi: 28).

Sekian postingan edisi H-35 ini. Semoga menyemangati, sama-sama lah ya. Semoga kita masih ketemu lagi di Ramadhan yang mudah-mudahan lebih manis, lebih ceria dan lebih bermanfaat tahun ini. See you Ramadhan! Allahumma baariklana fii Rajab, wa Sya'ban, wa ballighnaa Ramadhan..


Depok, 9 April 2018
Memasuki pekan-pekan penuh deadline
Semangat!

You Might Also Like

2 komentar

  1. Assalamu'alaykum kak salmaa. kebetulan nama kita sama, jadi berasa manggil diri sendiri,hehe. aku suka banget sama blog kakak. sangat bermanfaat,ok banget lah pokoknya. trus karna baca blog ini aku jadi tertarik untuk melanjutkan studi ke fisioterapi UI. awalnya sih mau ke Gizi UI, tapi temen aku yang 'di atas' aku pengen ke Gizi juga, jadi untuk cari aman nya insya Allah aku pilih fisioterapi. Doakan aku ya kak! :). trus aku ada pertanyaan nih kak,jadi kalau mau lanjut ke s1 dari fisioterapi UI berarti lama pendidikan nya 7 tahun ya? (3+4)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaykumsalaam Salmaa! Maaf baru terbalas komennya ya :") Alhamdulillah semoga bermanfaat ya walo banyak gajelasnya blogku ini hehe. Didoakan yang terbaik buatmuu, semoga sukses dan mudah mudahan fisioterapi jd jalan terbaik ya, banyak manfaatnya insya Allah! iya aku lanjut ekstensi 3 tahun jadi total masa studi 6 tahun say :)

      Hapus