Makna Bermedsos
21.49Renungan random
"If today were the day of your life, would you want to do what you are about to do today?"
Salah satu quotes memorable dari Steve Jobs itu sering bikin aku mikir banyak hal. Mikir yang random. Maksudnya sebagai seorang manusia, sehari-harinya sering mikir banyak hal yang harus aku lakukan, harus aku selesaikan, kerjain deadline ini, kerjain orderan, kapan beli ini, beli itu. Seolah-olah mengejar hal-hal yang nggak ada habisnya karena tugas dan amanah memang selalu melebihi waktu yang tersedia.
Kamu juga ga ngerasa gitu? Kalo iya tos dulu lah.. (?) Sering rush sama berbagai urusan. Beruntunglah perempuan yang memang ditakdirkan untuk memiliki management multitasking yang lebih baik daripada pria, walaupun untuk urusan bapernya memang seringkali uncontrol ya haha. Belum lagi kalau lagi banyak-banyaknya yang harus dikerjakan tapi kemudian diberikan ujian berupa sakit. Masya Allah, kalo bener-bener lagi merenung, jadi malah bersyukur karna orang-orang jadi lebih pengertian dan jadi lebih maklum kalau kerjaan kita jadi lelet dan terlambat. Haha nggak deng, maksudnya bersyukur karna disitu Allah kasih kesempatan kita buat menggugurkan dosa-dosa yang mungkin udah numpuk saking banyak lalainya kita dalam ibadah :")
Kemudian aku mikir lagi, kalau dalam ketergesaan kita mengejar hal-hal duniawi itu malah membuat kita jadi menggeser waktu untuk hal-hal surgawi. Ini sih bagian tersedih dan suka bikin hampa. Alhamdulillahnya Allah masih kasih aku orang-orang baik yang saling mengingati, ada mutaba'ah yang harus terus diisi dan reminder supaya ruhiyah terus diperbaiki. Belajar komitmen, apalagi sekarang mau masuk bulan Ramadhan. Sekarang tiap habis sholat usaha tilawah, bukan cuma pas habis sholat Subuh atau Maghrib aja heheu. Latihan banyakin tilawah dan mengimbangi urusan dunia dengan kewajiban akhirat. (still note to myself)
Belum lagi di era dimana dunia sudah terkena sindrom medsos everywhere, pengen kekinian, dikit-dikit update biar keren huehe. Yaa wajar aja sih ya. Tapi apa emang itu tujuan bermedsos kita? Aku pernah ngerepost satu video bagus yang diaplot sama opini.id. Ceritanya tentang seorang citizen yang memviralkan warung nasi uduk seorang kakek tua yang sepi, waktu itu dibeli malam-malam. Saking sepi pembelinya, si kakek sampe ketiduran. Kasian :(
Lalu si mbak-mbak pekerja kantor ini mengunggah warung kakek tersebut ke facebook, berharap followers/friendsnya bisa ikut share atau bahkan bisa ikut mampir ke warung nasi uduk tersebut. And it worked! Postingan mbak itu beneran viral dan akhirnya warung nasi kakek ini jadi ramai pembeli. Terharu. Really.
Aku juga jadi inget ada satu akun instagram yang waktu itu sempet membuat aku trenyuh karena niat baiknya berbagi info tentang dagangan-dagangan penduduk berusia lanjut usia yang masih semangat menjajakan jualannya. Nama akunnya itu 'ketimbang.ngemis'. Betul, orang-orang yang dalam bahasa adminnya itu 'sosok mulia' walaupun berusia tak lagi muda tapi memilih untuk tetap berjuang mencari nafkah dengan jalan yang mulia. Bukan mengemis. Menurutku, ini lah tujuan sebenar-benarnya bermedsos. Bisa saling berbagi info, berbagi inspirasi, berbagi semangat.
Apa medsosku sudah mencapai tujuan itu? Not yet. Aku masih terus berusaha supaya medsosku bermanfaat. Bukan cuma aplot foto dengan kepsyen ala-ala, tapi juga berusaha berbagi faedah didalamnya.
Masalah lainnya adalah, apakah dengan bermedsos aku bahagia seperti yang nampak pada setiap postinganku? Tidak juga. Yang orang ingin tau pasti segala sesuatu yang bagus dan bisa dinikmati. Karna itulah aku menutupi masalah-masalahku, menutupi kepayahanku atau bahkan printilan kekacauan hidupku dengan memposting hal-hal yang bisa dibilang sebaliknya. Thats why we should never judge someone by their post and what they write about on socmed. Apa yang terlihat belum tentu apa yang benar-benar dimiliki oleh orang tersebut. Sebab saat kita begitu mengagumi seseorang melalui medsosnya, kita boleh jadi kecewa saat mengetahui bahwa sosok yang kita kagumi tidak sesuai dengan apa yang kita lihat selama ini.
Walaupun ada juga memang guna medsos yang utamanya sebagai mata pencaharian bagi sebagian orang; bisnis online. Juga media promosi bagi para seniman dan designer untuk terus membagikan hasil karya mereka supaya makin banyak orang tau dan tertarik menggunakan jasanya (termasuk sayaa). Tapi ada juga orang-orang yang tak perlu mengaplot sesuatu yang harus dipamerkan, tanpa kita tau mereka sedang dan dalam tahap mencapai kesuksesan. Mereka meraih achievement-achievement keren yang sejatinya memang tidak harus dipublikasikan. Dan menurutku itu lebih membahagiakan, tidak takut merasa hampa karena pujian-pujian semu di kolom komentar.
Kadang aku berfikir, apalah arti medsos kita. Mencari likes, mencari followers 'kak folback ya', haha. Bahkan seluruh medsos kita nanti pun akan ditanya oleh Yang Maha Mengadili. Apa isinya, berfaedahkah, atau malah jadi sumber pengaruh buruk bagi orang lain. Trus juga, kadang jadi pengen uninstall semua medsos karna medsos menghabiskan waktuku. Harusnya waktunya dipake buat serius belajar tapi akhirnya tergoda buat scrolling feeds, yaudah jadinya malah leye-leye dulu, buka ini itu. Tapi dibalik semua itu, aku bersyukur medsos memberiku banyak inspirasi, info-info dan insight baru. Bahkan aku bisa reuni dengan teman-teman SDku dan terkoneksi kembali dengan teman SMPku juga karena medsos. Terima kasih med! Memang itu kan gunanya kamu :>>
Intinya aku sering merasa apakah medsosku sudah bermakna, atau malah tiada makna dan akan tersia-sia saja. Kalau seandainya kita tau hari ini kita akan mati, apakah kita masih akan memainkan terus gadget dan medsos kita tanpa menggunakannya sekalipun untuk sesuatu yang bermanfaat? Yha jangankan inget main gadget, mungkin kita udah nggak lagi mikirin urusan-urusan dunia kita saking takutnya menanti waktu untuk bertemu malaikat maut. Tapi semoga kita semua diakhirkan dalam keadaan husnul khotimah ya. Aamiin. Dan emoga kita terus memperbaiki niat dalam bermedsos, supaya bermakna. Ea. Maafkan fikiran-fikiran random yang selalu butuh pencerahan supaya menjadi sejuk dan damai ini.
Salam!
Depok,
H-9 Ramadhan
0 komentar