[Fact] Korelasi Hafalan Qur'an dengan Prestasi di Sekolah
00.33Beberapa hari lalu, saya mengisi hari libur dengan menjadi guru tahfidz pengganti. Ditawarin murabbiyah ceritanya, hehe. Guru aslinya lagi pulang kampung katanya. Berhubung saya nggak ada agenda hari Rabu itu, jadilah saya mengiyakan dan sebelumnya saya kira anak-anaknya perempuan atau campuran perempuan sama laki-laki, eh ternyata. Binggo. Anak-anaknya cowok semua :o
Anak-anak ini, kelas 4-6 SD. Homeschooling. Untungnya anak-anak ini baik-baik walopun memang agak sedikit membandel waktu disuruh ngafal haha. Mereka, yang ganteng dan baik ini ada Haqqi, Zubair, Basil, Hanif, Azkar, Aziz sama Danis. Mereka harus menghafal dan selesai hafal langsung setor. Sesuai yang saya duga, anak-anak ini sudah hafal 2 juz, 29 dan 30 tapi harus mengulang lagi hafalannya di dua juz itu karna banyak surat-surat pendek yang sudah terlupakan xD
Dari 7 anak, 2 diantaranya sudah bisa menghafal sendiri (kayak takhossus gitu, ngafal sendiri trus kalo udah apal langsung setor ke musyrifnya). Nah sisanya harus ditalaqqi dulu baru deh saya suruh ngafal. 5 anak ini mengulang surat pendek di juz 30: Surat Al-Bayyinah.
Yang menarik, saat dulu saya seusia mereka, saya juga sedang menghafal juz 30 dan saya yang paling cepat selesai juga yang paling cepat sampai di juz 29 diantara teman-teman seangkatan di SDIT. Rasanya dulu seneng banget selese ngafal satu juz, wkwk. Dan begitu seterusnya hingga saya lulus dari SD dengan hafalan 2 juz. Menghafal di masa-masa sekolah adalah masa-masa terbaik untuk memulai dan mempertahankan, serius. Hafalan yang paling nempel sampe sekarang adalah 2 juz itu, dan yang paling mudah di-muroja'ah.
Balik lagi ke anak-anak ini, ternyata oh ternyata, mereka tersendat-sendat saat harus mengulang surat Al-Bayyinah. Saya agak menyindir dengan berkata, "Ayoo ini suratnya gampang loh, masa lupa?"
Mereka berkilah, "Iya kaak kita udah hapal tapi lupaa."
Saat harus setor, diantara mereka berlima hanya satu orang yang lumayan lancar. Yang lain, duuuh. Hahaha. Bahkan diayat pertama sudah ada yang kebalik-balik ayatnya. Belum lagi mereka minta main dan cerita saat hafalan dan muroja'ah mereka belum selesai. Mau tidak mau saya ajak mereka main konsentrasi tebak angka sebagai selingan. Ternyata, cuma ngadepin 7 orang tapi cukup kewalahan...... Untungnya dua anak lain, Zubair sama Hanif yang bisa ngafal sendiri, setorannya lancar. Mereka setor surat Al-Mulk sama Al-Mursalat. Wuah, daebak.
Selama 2,5 jam bersama mereka di hari itu saya jadi refleksi diri. Muroja'ah hafalan saya sendiri masih belum rajin. Hiks. Tapi berdasar pengalaman saya saat seusia mereka, bermain-belajar-menghafal Qur'an adalah satu hal yang sangat menyenangkan. Entah kenapa, saya dulu semangat sekali menghafal, dan membaca buku pelajaran sebelum tidur sehingga prestasi saya disekolah bisa dikatakan sangat baik. Selama 4 tahun, saya selalu menduduki peringkat 1, kadang-kadang rangking 2 saat sedang tidak beruntung. Sangat berbeda dengan prestasi di SMA wakakak. Saya akui, masa-masa SDIT yang baik dulu itu saya tinggalkan dan perlahan-lahan saya menjadi sedikit badung saat sekolah di SMP Negeri. *dont try this at your children*
Bagi sebagian besar orang, menghafal Al Qur'an dianggap menjadi beban padahal sebenarnya manfaat menghafal Al Quran sangat banyak, salah satunya adalah bisa meningkatkan prestasi belajar siswa di sekolah. Apa korelasinya? *ENG ING ENG*
Saya pernah baca disuatu sumber, menghafal Al Quran (atau yang tadi kita sebut Tahfidz) memiliki dua hal yang harus dipenuhi, yakni hafal dalam ingatan dan bisa mengucapkannya kembali di luar kepala tanpa membaca Al Quran atau catatan lain. Nggak banyak sekolah yang menerapkan pelajaran menghafal Al Quran sebagai kurikulum, jaman sekarang barangkali terbatas hanya di Sekolah Islam macem SDIT atau Madrasah atau Pesantren. Pendidikan formal dianggap lebih penting daripada menghafal Al Quran, jadi banyak anak-anak yang nggak begitu antusias apalagi seneng waktu disuruh ngafal Qur'an. Huft. Ini PR besar buat kita, calon orang tua. Ea.
Banyak yang bisa digali dari proses menghafal Al Quran itu sendiri mulai dari proses atau cara menghafal Al Quran yang kini bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan, hingga ke manfaat dari belajar dan menghafal Al Quran itu sendiri. Kata sumber tersebut, manfaat menghafal Al Quran antara lain adalah:
1. Melatih daya konsentrasi.
2. Menstimulus otak dan tingkat kecerdasan.
3. Terhindar dari kepikunan
4. Menumbuhkan kedisiplinan
5. Paham Quran lebih mendalam
6. Keutamaan dunia dan akhirat
7. Untung dalam perdagangan
8. Mahkota Kemuliaan
9. Meningkatkan derajat
10. Syafaat di hari kiamat
11. Kemuliaan (tasyrif) dari Nabi Muhammad
12. Hubungan Menghafal Al Quran dengan Prestasi di Sekolah
Terus, apa pengaruhnya dengan prestasi belajar siswa di sekolah? Ternyata (memang) anak yang terbiasa dalam menghafal Al Qur'an, secara tidak langsung dia akan lebih bisa berdisiplin dan mengatur waktu. Anak akan belajar keseriusan dalam menjalani hidup. Menghafal Al Qur'an mempunyai pengaruh yang baik dalam pengembangan ketrampilan dasar para siswa sehingga bisa meningkatkan prestasi akademik mereka.
Profesor psikologi di Universitas Imam Muhammad bin Su’ud al-Islamiyah di Riyadh, Dr. Abdullah Subaih berpendapat bahwa dengan menghafal Al Qur'an berarti siswa terlatih untuk berkonsentrasi. "Kita tahu bahwa pendidikan formal juga dibutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk mempelajarinya, nah dengan belajar menghafal Al Quran maka dia akan terlatih dengan konsentrasi yang tinggi."
Konsentrasi yang tinggi ini dihubungkan dengan kinerja otak. Menurut M. Ngalim Poerwanto, dalam bukunya yang berjudul Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1992 – hal. 52): "Jika sel-sel otak bekerja atau difungsikan terus dengan hal-hal positif dan aktif, maka akan menjadi lebih kuat."
Jika kita melihat contoh ulama zaman dahulu, seperti Imam Syafi'i, beliau telah menghafal Al Qur'an sejak usianya belum baligh, yakni 10 tahun. Jadi kekuatan otak dalam menghafal Al Qur'an sebaiknya dimulai sejak usia dini. Ini diperkuat juga dengan pendapat dari Dr. Abdurrahman Abdul Kholik yang menyatakan bahwa usia anak-anak dari 5 tahun hingga 23 tahun adalah usia manusia dengan kekuatan hafalan yang sangat bagus. (Note to My Self banget nih)
Fakta-fakta di atas diperkuat lagi dengan studi yang dilakukan oleh DR. Shaleh Bin Ibrahim Ashani, dosen dari Universitas Imam Muhammad Ibn Saud Riyadh. Dalam penelitiannya beliau melibatkan dua kelompok siswa-siswi Universitas Malik Abdul Aziz di Jeddah. Dalam studinya ini disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif antara kuantitas hafalan A Qur'an dan tingkat kesehatan mental dan psikologis siswa. Makin banyak hafalan Al Qur'an, maka siswa tersebut cenderung memiliki tingkat kesehatan mental yang lebih baik dibanding mereka yang memiliki hafalan yang rendah. Kesehatan mental inilah yang berpengaruh pada pengembangan keterampilan siswa dan prestasi akademik di sekolah.
Duh, ini bener banget! Saya udah mengalami dulu semasa 8 tahun mengenyam pendidikan TK dan SD yang dibarengi sama menghafal Qur'an. Rajin ngafal, rajin muroja'ah, sampe hari ini juz yang paling kuat hafalannya ya 2 juz pegangan saya waktu di SD dulu, haha. Rangking 1 berturut-turut selama kelas 5 dan 6, sampe akhirnya Alhamdulillah waktu wisuda SDIT Darul Abidin dulu jadi yang tertinggi nilai ujian IPA dan IPS. Setelah saya pikir-pikir, ternyata nilai-nilai bagus saya dulu itu buah dari hafalan Qur'an :')
Sahabat-sahabat saya di Pesantren Husnul Khotimah juga udah membuktikan, khususnya sahabat takhosus. Mereka keren banget, hafalannya kuat, banyak, pinter di kelas pula. Masya Allah. Trus saya nyesel kenapa dewasa ini malah lebih banyak ngafal lagu-lagu barat daripada ngafal Qur'annya. Toing banget deh-__-
Allah gimana nggak super baik sih sama hambaNya yang menomor-satukan Al-Qur'an? Dia akan menomor-satukan hamba-hamba ini di urusan dunia. Jadi punya semangat ngafal lagi nihhhhhhhhhhhh *FIRE*
Allah SWT berfirman: Sebenarnya, Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim. [Al-'Ankabuut Ayat : 49]
Yuk sama-sama ngafal lagi dan muroja'ah lagi! Kalopun kita nggak bisa hafidz/hafidzoh sampe akhir hayat, harus diwarisin ke anak cucu kita ya. Haha. Biar mereka yang bakal jadi calon hafiz-hafizoh di masa depan. Aamiiin!
(Fakta penelitian dll diambil dari sumber)
Semangat!
Sincerely me

0 komentar