Catatan Praktek Klinik #3
11.41Comeback with this note! Salaam semua. Semoga masih semangat mengejar citacita dan kebaikan hidup, masih semangat mengejar rahmat Allah, dan mengejar ilmu sampai nanti (sampai mati) :))
Bulan ini, agak late post juga sih. Hehe. Awalnya mau ngepost pas minggu-minggu awal, tapi entah kenapa rasanya pulang magang tuh capek banget. Bangun fajar, pulang magang harus lanjut kelas lagi sore sampe isya. Jadi yaa begitulah, rasanya badan agak kayak mie remez gitu.
THIS MONTH!
Bulan ini, masuk dari akhir September sampe nanti tanggal 26 Oktober, saya bersama teman-teman kelompok 4 yang bertugas di RSPAD Gatot Soebroto menjalani praktek klinik di Fisioterapi Poli Pediatri atau Bagian Anak. Bertemu dengan anak-anak yang super istimewa. Bertemu kasus spesial. Bertemu dengan cermin dan kearifan hidup yang baru. Bertemu dengan makna dan arti dari cinta sehangat matahari, mereka yang kita sebut 'Mama, Umi, Bunda, atau Ibu'.
Sepanjang hampir 3 minggu, kasus yang saya dan kawan-kawan temui diantaranya Cerebral Palsy (CP) tipe Spastik dan Athetoid, Down Syndrome, Delay Development, Torticolis (atau Congenital Muscular Torticolis), Erb Palsy dan Hidrosefalus. The most special thing is, although the case between one with other kid was same, but how we take care of them and giving treatment was absolutely different. Misal, si anak A sama anak B kasusnya sama-sama CP tipe Spastik Diplegi atau CP Spastik yang kena 4 anggota gerak, tapi biasanya anggota bawah lebih berat kelemahannya dibanding yang atas. Walaupun kasus dua anak ini sama, tapi belum tentu karakteristik anak A dan anak B sama. Bisa jadi yang satu nggak koperatif, kepribadiannya kurang ceria dan kurang konsentrasi tiap latihan. Dan bisa jadi anak B adalah kebalikannya. Jadi pendekatan yang kita lakukan ke dua anak ini otomatis beda. Cara kita mengalihkan perhatian mereka pun beda. Cara kita membangkitkan semangat anak untuk latihan pun beda-beda. Inilah letak istimewanya poli Anak dibanding poli-poli medis yang lain :>
Saya bertemu banyak anak cantik dan ganteng, yang dengan keterbatasan yang mereka punya, mereka tetep bangga dengan diri mereka sendiri, mereka semangat, mereka tersenyum dan tertawa layaknya anak-anak normal lainnya. Banyak diantara mereka yang umurnya diatas satu tahun tapi belum bisa tengkurap, belum bisa berguling, duduk, berdiri, berjalan, bahkan masih kesulitan berbicara.
Untuk kasus CP, lesi atau kerusakan yang dialami anak-anak ini terletak di bagian dalam otak. Masa patologi dari penyakit ini bisa dimulai saat masih didalam kandungan, saat lahir, atau setelah lahir. Anak CP atau anak-anak dengan macam-macam jenis kasus yang ada, membuat kita lebih memahami bahwa Allah Maha Adil. Allah bukan tanpa sebab menciptakan beragam jenis penyakit aneh. Allah menciptakan berbagai diagnosis dan penyakit agar kita belajar, agar kita tahu dan bisa menyikapi jika suatu saat ada penyakit ini di lingkungan terdekat kita. Agar kita bersyukur. Belajar sabar dan belajar memahami perasaan penderita.
Nah daripada saya ngoceh mulu mari kita coba buat beberapa poin Frequently Asked Questions tentang Cerebral Palsy. Sekalian mau nyoba berbagi ilmu nih biar pahalanya ngalir terus sampe liang kubur. Semoga beberapa info dibawah bisa bermanfaat ya, pembaca setia! *ekhem, udah masuk 37,000 visitors soalnya haha*
Q: Apa itu Cerebral Palsy?
A: Cerebral Palsy atau CP. Secara bahasa, Cerebral means otak, Palsy means lemah, lumpuh atau kegagalan mengontrol otot dan gerakan. Secara definisi, intinya CP adalah kumpulan gejala berupa gangguan neurologis serta gangguan gerak dan kelainan fisik yang diakibatkan oleh kerusakan atau lesi pada otak yang immature (belum matang). Kelainan motorik pada CP bersifat permanen. Masa patologi atau perkembangan penyakit bisa terjadi sebelum lahir, saat lahir maupun sesudah lahir.
Q: Faktor apa saja yang menyebabkan bayi atau anak terkena CP?
A: Kita bagi 3. Faktor prenatal (sebelum lahir), natal, dan postnatal (setelah). Faktor prenatal, bisa jadi karna ibu mengkonsumsi obat-obatan atau zat kimia berbahaya, ada infeksi (Rubella atau toksoplasma), janin kekurangan oksigen, tali plasenta lepas atau abnormal, kekurangan gizi, terpapar radiasi sinar X, atau ibu pernah mengalami jatuh dan perdarahan.
Faktor saat natal atau lahir, bisa jadi karna prematur, atau gangguan jalan lahir sehingga asupan oksigen ke otak bayi berkurang bahkan berhenti, bisa juga karna bayi lahir kuning (hiperbilirubin), infeksi seperti air ketuban ibu bewarna hijau, dan demam tinggi.
Faktor postnatal, bisa karna infeksi (meningitis), demam tinggi disertai kejang, atau trauma (jatuh atau ada benturan) pada otak. 1,5 - 2 dari 1000 kelahiran menderita CP, dan anak dengan berat bayi lahir rendah beresiko lebih tinggi terkena CP.
Q: Apakah CP bisa dideteksi sebelum lahir?
A: Bisa, asal rajin kontrol rutin ke dokter. Sebab kadang, ada yang tindakannya terlambat jadi kerusakan di otak anak sudah meluas.
Q: Ciri-ciri atau gejala anak CP?
A: Kalau mas/mbak/ibu/bapak pernah lihat, punya keponakan, punya anak atau anak kerabat dekat yang terlambat pertumbuhan dan perkembangannya, ada kaku otot yang sangat tinggi pada tangan atau kaki, bentuk kaki seperti menyilang, kadang ada juga yang ototnya lembek, belum bisa bicara, ada gangguan kognisi atau fungsi bermain, gangguan keseimbangan, gangguan pencernaan, dan hipersaliva atau sekresi air liurnya berlebih, maka bisa jadi itu adalah CP. Dalam bahasa kedokteran, dokter atau fisioterapi akan berkata spastik untuk kaku, dan flaccid untuk tonus otot yang layu atau lembek. Tipe CP berdasarkan tonus postural atau tonus otot tergantung pada kerusakan otak di bagian mana. Contoh, kerusakan di korteks serebri mengakibatkan otot kaku, kadang jari-jarinya menekuk, dan lengan juga kaki selalu tegang, susah digerakkan, dengan pola menekuk kearah dalam tubuh.
CP Spastik atau kaku pada CP juga dibagi berdasarkan jumlah anggota tubuh yang terkena. Ada istilah hemiplegi atau kaku di satu bagian tubuh, diplegi atau kaku pada 4 ekstremitas tapi biasanya anggota gerak bawah lebih berat dibanding yang atas, ada juga quadriplegi atau kena 4 anggota gerak dengan derajat yang sama. Setelah itu CP dibagi lagi berdasar derajat keparahan, yaitu ringan, sedang, atau berat.
Q: Ada anak yang belum bisa duduk atau berdiri pada usia yang seharusnya, apa itu pasti CP?
A: Belum tentu. Bisa jadi kasus tersebut hanya Delay Development (DD) atau keterlambatan perkembangan akibat pola asuh yang salah. CP berbeda dengan DD. CP adalah keterlambatan motorik dan gangguan tumbuh kembang akibat kerusakan pada otak (ada patologinya), nah kalo DD tidak ada patologi. DD tidak ada kerusakan otak, hanya saja pertumbuhannya memang telat dibanding anak-anak lain. Melatih anak DD biasanya akan lebih mudah dan lebih cepat kalo keluarga terdekatnya lebih aktif melatih anak sehingga tercapai perkembangan yang seharusnya bisa dicapai pada tumbuh kembang normal seusianya. Sedangkan anak CP, mungkin butuh 3-4 tahun hanya untuk melatih duduk dan berdiri, sebab untuk anak CP, melakukan gerak normal sangat sangat tidak mudah dan butuh kekuatan besar serta latihan berulang-ulang agar terekam dengan baik pada otaknya.
Q: Apakah anak CP bisa hidup normal dan berjalan seperti orang kebanyakan?
A: Banyak anak CP yang kognisinya bagus dan prognosa berjalannya juga baik setelah dilatih dan latihan rutin (re: rajin latihan di tempat latihan atau dirumah). Anak CP bisa berjalan apabila tes 7 refleksnya bagus. Juga derajatnya ringan dan sedang. Untuk CP Berat, biasanya susah karna prognosisnya juga buruk.
Tapi jangan salah loh, banyak anak CP yang saya dan teman-teman temui di lahan praktek, mereka cantik-cantik, tampan, menggemaskan dan lucu. Walaupun ada juga yang dari awal sampe akhir kerjanya nangiiiis terus. Baru masuk ruangan nangis, baru dipegang dikit nangis, sampe keluar ruangan pun nangis. Duuh nak, padahal kita ndak gigit x')
Anak-anak CP ini, IMHO, is very very special children. Meski banyak dari mereka yang nggak bisa komunikasi secara verbal sama kita, tapi mereka ngerti siapa kita, mereka ngerti apa yang kita mau, dan mereka sangat perasa walaupun itu tadi, mereka gampang nangis dan konsentrasi mereka gampang pecah kemana-mana. Itulah tantangannya gimana pinter-pinter kita memusatkan kembali fokus mereka dan mengembalikan mood mereka untuk latihan. Saya selalu berdoa semoga para ibu yang dianguerahi anak-anak spesial ini selalu diberikan kekuatan, keberkahan dan limpahan cinta yang tidak pernah habis untuk buah hatinya.
-------------------------
Nah! Itu tadi sepenggal FAQ tentang CP. Tindakan untuk CP ada terapi ke fisioterapi pediatri atau fisio anak, okupasi terapi, terapi wicara untuk melatih fungsi komunikasi, psikologi bila perlu, dan nutrisionist juga bila perlu. Soalnya kebanyakan anak CP itu kuyus kuyuuss.
Untuk FAQ tentang Down Syndrome, Erb's, atau Hidro dan Mikrosefalus mungkin akan saya buat di postingan selanjutnya, hehe. Yang pasti menangani kasus pediatri itu seru! Nambah pengalaman jadi superbmother, ea. Jadi ngerasain gimana luarbiasanya punya anak berkebutuhan khusus yang hiperaktif, nggak bisa diem. Waduh, kita aja yang nanganin suka kewalahan hahaha. Tapi kadang jadi moodbooster sendiri ngeliat tingkah gokil mereka. Makanya aku bilang, mereka istimewa!
Mungkin sekian aja review dan jurnal aku di Pediatri kali ini. Kesannya seneng bangeeeeeet ketemu anak-anak unyu, belajar dari terapis berpengalaman dan sering dikasih kesempatan megang pasien langsung. Belajar anamnesis, belajar ngisi status, belajar baca dan analisis kasus, belajar ngasih home program ke ibu atau ayah pasien. Terharuu dan sedih sebentar lagi bakal pisah sama poli ini, dan harus pindah ke poli muskulo. Tapi gapapa, semester 6 bakal ketemu lagi di RS yang berbeda. SEMANGAT!
Bersemangat yaa yang lagi bersiap UTS atau sedang UTS! Semoga berkah!
Doakan saya ya bisa jadi physicaltherapist spesialis pediatri dan punya klinik tumbuh kembang sendiri (kalo udah punya modal, hehe).
Doa, peluk dan cium saya untuk para ibu dan anak-anak mereka yang luar biasa
Semoga Allah selalu jaga dan memeluk mereka
Hormat saya,
Calon (Dokter) Fisioterapis :)))
Salma Muazaroh
Mahasiswi Semester 5 UI

0 komentar