Walikota Surabaya: Srikandi Masa Kini

08.07


'A leader... is like a shepherd. He stays behind the flock, letting the most nimble go out ahead, whereupon the others follow, not realizing that all along they are being directed from behind.'
-Nelson Mandela

Malam sabtu lalu, ceritanya. Ada sebuah program televisi bermutu yang tayang di stasiun TV milik Pak Surya Paloh. Disana datanglah seorang bintang tamu yang baru sekarang saya lihat wajahnya di televisi. Walikota Surabaya. Saya pernah tahu Walikota Surabaya namanya bu Tri Rismaharini, tapi baru bener bener tau & liat orangnya ya malem kemaren itu haha. Waktu tau walikota Surabaya itu perempuan, pake jilbab pula, otak saya langsung terfikir seorang pemimpin daerah yang juga perempuan & berjilbab; bu Atut. I'm curious with it. Makanya saya manteng di depan tivi, pengen tau apakah mirip apa beda jauh sama Ibu Gubernur Banten.

Di acara Mata Najwa malam itu, saya juga baru tau kalo ternyata walikota yang biasa dipanggil Bu Risma ini mau mundur dari jabatannya yang udah jalan 3 tahun. Padahal banyak warganya yang nggak pengen beliau mundur. Mereka bahkan bangga punya walikota kayak bu Risma. Saya semakin penasaran, kenapa walikota yang disegani & dicintai rakyatnya berkeinginan untuk mundur. Biasanya sih kalo kasusnya gitu alesannya gampang ketebak: banyak oknum atau pihak yang nggak suka sama beliau. Then it's true.

Mungkin masih banyak alesan pribadinya bu Risma yang nggak bisa beliau ungkapin karna ada banyak tekanan politik yang beliau terima, tapi dari cerita panjang lebar yang bu Risma keluarin di acara Mata Najwa, udah cukup bikin publik menilai. Bahwa kegigihan & perjuangan untuk mengubah dunia menjadi lebih baik emang nggak mudah. Untuk menciptakan negeri yang madani sama sekali nggak mudah. Justru, niat baik yang kita miliki malah disalahartikan orang atau bahkan banyak pihak lain yang nggak suka lantas nyoba menggagalkan usaha baik kita. 

Saya sangat mengapresiasi cara bu Risma memimpin. Walaupun bu Risma kaum hawa, tapi totalitasnya nggak bisa kita ragukan. Srikandi masa kini! Faktanya, Surabaya dapet banyak penghargaan disana-sini. Bu Risma bisa mimpin Surabaya dengan baik. Dengan gaya 'blusukan' yang emang harusnya semua pemimpin lakukan, bu Risma turun langsung ke jalan. Turun langsung ke rakyat. Masalah macet di lalu lintas, bu Risma yang tanganin 30 menit selesai. Masalah kebakaran, bu Risma ikut narik-narik selang air pemadam. Bahkan waktu ngurus masalah PSK, bu Risma telusurin keluarga dan lingkungan para PSK yang rata-rata masih muda. Once more, jadi pemimpin itu nggak mudah. Untuk mengeluarkan keputusan juga nggak mudah. Banyak pertimbangannya. Dari cerita bu Risma, waktu itu gubernur minta tempat-tempat pelacuran ditutup tapi bu Risma waktu itu nolak karna bu Risma mikirin nasib PSK yang nggak punya kerjaan  nantiya. Mau ngasih uang buat keluarganya gimana. Tapi akhirnya bu Risma berubah pikiran waktu nemuin PSK tua, umur 60 tahun. Yang bikin shock adalah pelanggan si nenek PSK ini adalah anak SD & SMP! Yaa Allah..........

Gimana pemimpin nggak prihatin coba, rakyatnya 60 tahun masih ngerjain profesi ini dan nerima pelanggan anak SD & SMP. Makanya setelah bu Risma ketemu sama PSK 60 tahun tadi, beliau mati-matian pengen nutup bisnis hina itu. Yaa lagi-lagi, niat mulia bu Risma itu justru bikin bu Risma makin banyak dapet musuh. Belum lagi oknum yang nggak suka karna ada yang ngajak kerjasama ngubah KBS (Kebun Binatang Surabaya) buat jadi mall tapi bu Risma nolak. Dan belum lagi kebijakan bu Risma yang nolak ini-itu, padahal demi kebaikan bersama & punya tujuan baik tapi pada akhirnya bu Risma juga yang kena getah pahitnya. Sampe-sampe, DPRD ngerekomendasiin ke Mendagri supaya bu Risma mundur dari posisinya sekarang.

Entahlah. Jaman sekarang, banyak orang yang nggak bisa menerima niat baik. Banyak orang yang tidak cukup baik untuk bersama-sama membangun negeri ini menjadi lebih baik. Banyak orang yang tidak bisa menilai kebaikan orang. Banyak orang yang menuduh kebaikan-kebaikan hanya sebagai pencitraan. Walau sebenarnya di negeri ini banyak sekali orang baik, tapi sayangnya kebaikan mereka tidak cukup untuk membuat mereka dinilai baik. Orang-orang baik ini banyak dicintai, tapi banyak juga yang memusuhi. Entahlah, tapi kenyataan ini seperti keniscayaan alam.

Seketika saya teringat Baginda Muhammad, Hasan Al-Banna, Yahya Ayyash, Munir, Soe Hok Gie, dan nama-nama bersejarah lainnya. Yang begitu banyak dicintai tapi juga harus mengalami begitu banyak sandungan karna kebaikan mereka harus dibayar mahal oleh para pembenci yang tidak  ingin mereka ada di dunia. Manusia memang tidak ada yang sempurna, sebab manusia bukan malaikat. Pun begitu dengan bu Risma. Bu Risma pasti juga punya celah disana-sini. Tapi tidak banyak orang yang mau & mampu memikul amanah besar seperti bu Risma. Tidak banyak orang yang bersedia mengabdikan kehidupannya untuk rakyat. Tidak banyak orang yang siap untuk memiliki musuh. 

Maka teruslah berjuang, Ibunda! Walaupun ibu Risma bukan walikota tanah kelahiran saya, tapi doa saya selalu mengiringi. Semoga negeri ini selalu memiliki orang-orang hebat & gigih berjuang seperti ibu. Semoga negeri ini kelak dipimpin oleh orang-orang yang meski harus dibenci tapi tidak membuatnya gentar untuk terus menegakkan keadilan dan kebenaran Illahi. 

--------------------------------------------------------------------------------
Salam hangat dari Depok,

Semoga pelajaran ini selalu menginspirasi kita untuk bisa segigih bu Risma. Untuk selalu berbuat benar dan jangan pedulikan mereka yang nyinyir. Tetaplah berbuat baik & menjadi yang terbaik. Siapapun kita :>


You Might Also Like

0 komentar