Testimoni Seorang Penangkap Jatuh :)

01.31

Tiada yang lebih beku dari perjumpaan dua manusia pemalu. Hadirnya dua katup bibir, tak menjamin ada cuap di sana. Maka merekalah para ahli diam—untuk selanjutnya menjadi para ahli tebak. Karena tak ada yang bisa dilakukan untuk sebuah kebisuan kolektif selain menebak dan menebak. Sebab itu di sanalah kerap terjadi sebuah tragedi memilukan yang biasa kita sebut ‘tertipu oleh apa yang kita reka sendiri.’

Cerita cinta para pemalu adalah kisah yang penuh rindu pilu. Mereka habiskan senja untuk menanti bulan pujaan di perempatan jalan, untuk sekadar menatap dalam diam. Sampai sang bulan berlalu, berjalan menjauh, lalu menyisakan bayangan punggungnya untuk kemudian hilang.

-Dua Pemalu, by Azhar Nurun Ala.
(source: azharologia)


here is it, Jatuh! 
well actually, Dua Pemalu is not including the matter of the book. Dua Pemalu ini gue nukil dari recent post blognya bang Azhar, baru baru ini dipublish :) tapi secara keseluruhan, buku Jatuh-nya keren! sama kayak bang Fahd Djibran yang ngasih testimoni kalo beliau menikmati gayanya bang Azhar menemukan dirinya dalam kata-kata dan metafora yang indah. begitu pula dengan gue. kata kata bang Azhar ngalir begitu aja tanpa kehilangan makna. dalam beberapa judul, kita benar benar bisa dibawa hanyut sama tulisan bang Azhar yang.... sesuai sama suasana hati. haha. apalagi di bagian fiksi 'Biar Ia Terkembang Jadi Kata'.

Aku menyadari sesuatu bahwa bagian yang paling disesalkan dari kisah kita adalah sebuah kenyataan yang berbicara: "Dulu, antara kamu dan aku pernah ada sebuah rasa yang belum sempat terkembang jadi kata." 

dan kalau boleh ditambahin bang, saya mau nambahin: dan memang tidak akan pernah tereja menjadi kata, tidak akan pernah terucap menjadi sebuah kata. *buka kurung & titik dua

haha lupakan saja. setiap orang punya kisahnya masing-masing dan jadi rahasia hati tanpa perlu diketahui. balik lagi ke buku Jatuh, antologi puisinya juga apa adanya. nggak ada gaya hiperbola, majas majas berat dan kata kata sulit. bang Azhar menyajikannya dengan sederhana. sekali lagi, tanpa kehilangan makna.

fyi, gue belum memperkenalkan bang Azhar nih kayaknya. oke bloggers, bang Azhar Nurun Ala adalah Wakil Ketua BEM UI 2013, mahasiswa FKM angkatan 2009, kelahiran 1993. see? gue juga 93' tapi kalah 3 tahun dari beliau *gak tau harus nangis apa nyengir. ini tandanya bang Azhar anak aksel, pinter! dan melankolis PASTINYA :)) kurang lebih bang Azhar masuk ke beberapa poin tipe ideal gue, dan mungkin jadi tipe idaman para pengagumnya yang lain *gagal fokus*

bang Azhar ini berwibawa, bersahaja, cerdas, kritis, talk less do more, serius tapi tetep punya selera humor yang bagus, sholeh (karna beliau bagian dari penghafal & pengurus di Indonesian Qur'an Foundation), dan terakhir..... pribadi beliau yang sederhana. haha gue suka banget orang-orang yang punya sisi sederhana. sederhana selalu mengagumkan!

readers yang suka banget baca antologi, gue cukup rekomendasi buku Jatuh ini buat kalian. karna pre-ordernya udah ditutup awal Mei lalu, harganya naik 4,000 dari harga semula: 44K IDR. so guys, you could contact Azhorologia team via email or send your mention at-azharologia on twitter.
atau bisa juga baca online tulisan-tulisan beliau di blog resminya. tapi gak enak sih, soalnya post-postnya sekarang udah nggak utuh. go order the book soon! bersenang-senanglah dalam tulisan hangat bang Azhar, sediakan secangkir kopi dan sedikit biskuit. pelengkap :) selamat menangkap jatuh!


"Dalam hidup, yang berhak jatuh hanya hati"
Azhar Nurun Ala

You Might Also Like

0 komentar