Terima Kasih, @salamui!

01.07

Video Outstanding Dreams Part II Salam UI 17

27 Desember 2014, Memoar Salam UI 17

Pagi itu mendung, bahkan di beberapa ruas kota Jakarta diguyur hujan. Depok mendung berawan, diperkirakan gerimis pagi hingga menjelang siang. Kok kayak ramalan cuaca sih-.-

Dan benar saja, saat saya berangkat dari rumah pukul setengah 8 lebih, gerimis mulai menggelayut mesra di sepanjang jalan kenangan. Halah. UI sepi sekali. Hanya Auditorium Gedung IX FIB yang ramai. Terlihat lalu lalang para pengurus Salam UI dan Lembaga Dakwah se-UI di sekitar audit FIB. Yang ikhwan gagah dengan jas serta kemejanya, yang akhwat anggun dengan gaun cantiknya. Yap, dresscode ini menandakan terselenggaranya Memoar Salam UI 17! Memoar adalah sebuah farewell bagi Salam UI 17 dan LD se-UI periode 2014, sekaligus pelantikan dan launching ketua Salam UI 18 plus Ketua LD se-UI periode 2015.

Sejenak, saya seperti memutar ulang kenangan tahun lalu saat menjadi bagian dari panita Memoar Salam UI 16. Pertama kalinya penutupan LD se-UI dan pelantikan Ketua Salam plus ketua LD se-UI dilakukan serentak pada satu waktu. Hanya di era Kak Arief CS :))

Saat itu, momen spesial ini dipersiapkan sedemikian rupa. Walaupun awalnya panitianya banyaak (karna melibatkan LD se-UI), tapi ujung-ujungnya tim inti cuma berlima: Kak Amani, Kak Siti, Ka Chyk, Iras dan.. Saya. HAHA. Sebabnya kanjeng mami Amani sudah sangat stres mencoba mengatur acara di grup watsap tapi yang respon yaa kita lagi kita lagi. Pukpuk.. Akhirnya terbentuklah grup baru berjudul 'Cuma Buat Malam Ini'. Niatnya cuma buat satu malem, tapi malah jadi bermalam-malam. Ngek.

Memoar kala itu direncanakan hadir dengan konsep vintage, dari mulai undangan, poster, sampai dekorasi dan dresscode. Tempat di AJS FISIP. Wih pokonya rela deh diminta bolak balik revisi desain poster, sampe nyari ranting kayu di hutan UI buat dekor panggung dan beli batu hias segaban-gaban. Pengorbanan itu akhirnya toh diapresiasi banyak pihak, karna Memoar ini menunjukkan kalo anak LD juga punya gaya, dan gaul xD

Tahun ini, Memoar hadir dengan konsep yang hampir sama dengan tahun lalu. Bedanya konsep kali ini lebih Feel The Moment, dan banyak balonnya hehe. Tempatnya pun makin besar dan acaranya makin rame. Apalagi MC nya .__.

Auditorium FIB dipenuhi para Salamers dan LD-ers. Saling berjumpa satu sama lain. Kadang memenuhi ruangan dengan tawa saat sang MC (kak Giri dan Alwi) melempar candaan lucu dan kadang ketawa maksa kalo candaannya ja-to the-yus. Khekhe. Semua perwakilan pengurus LD hadir, berlomba-lomba jadi yang paling semangat saat MC mengabsen kehadiran mereka. I really felt the moment! Kayak tema Memoar, Feel The Moment. Bener-bener nunjukkin walopun kita beda wadah, tapi tetep Satu Keluarga. Jadi semangat banget pas Kak Fariz (Ketua Salam UI) maju ngasih sambutan dan berteriak, "Lembaga Dakwah Se-UI?"

Dan auditorium berguncang dengan jawaban serempak: "SATU KELUARGA!"

Hati saya hangat dengan ke-terharu-an yang sangat saat menyaksikan video Outstanding Dreams part 2 yang ditampilkan di panggung. Sejenak saya terdiam dan bergumam tanpa sadar, "ternyata sudah 2 tahun saya di Salam dan lembaga dakwah. Alhamdulillah..". Tapi entah kenapa terselip rasa sedih, karna tahun depan sudah tidak bisa lagi membersamai Salam (dan Foksi juga) karna akan segera sibuk dengan magang di dalam dan luar kota. Asa ada yang sepi gimanaa gitu :')

Tapi kemudian video Outstanding Dreams juga menyadarkan saya lagi, bahwa akhirnya mimpi-mimpi yang kita tanam sejak awal hingga akhir kepengurusan tidak akan pernah berhenti sampai disini. Mimpi itu akan terus berlanjut, sampai mimpi tegaknya syiar Islam di bumi ini akan benar-benar terwujud. Mimpi yang kebermanfaatannya dirasakan dan membuat bahagia banyak orang. Saya rasakan esensi bermimpi ini di Salam UI. Saya teringat Choco Day dan Spirit Day yang kehadirannya selalu ditunggu banyak orang. Terharu lagi.

Acara demi acara pun berlanjut, coffee break terlewati hingga tiba saatnya Pelantikan Ketua Majelis Syuro terpilih, Kak Fathan Mubina yang menggantikan The Legend Bang Yasir Arafat. Kemudian Pak Banu selaku pembina Salam memberikan taujih, selalu super! Kata Pak Banu, bergerak di jalan dakwah adalah perdagangan yang paling menguntungkan. Tidak ada perdagangan yang lebih menguntungkan selain dakwah, karna segala amal dan harta yang kita 'transaksikan' dijalan ini akan dilipatgandakan oleh Allah.

Setelah break Sholat Dzuhur, sesi yang paling ditunggu-tunggu pun tiba: Pengumuman dan Pelantikan Ketua Salam UI 18. Walaupun banyak yang sudah yakin dengan tebakannya, tapi tetap saja jawaban Allah selalu tidak terduga. Antara Ka Jabbar, atau Ka Egi. Atau bahkan Ka Adit.

Audit FIB pun bertakbir saat kak Fathan mengumumkan bahwa Ketua Salam Terpilih ialah Kak Egi Mahira Irham. Bahkan saya ikut melongo dan kaget sambil menepuk-nepuk Iras disebelah saya. Soalnya saya kira ketuanya bakal Kak Jabbar wkwk. Mangat ka Jabbar! Maklum, TS ka Jabbar nih XD Barakallah Ka Egi!

Tibalah momen yang paling mengharukan bagi saya di acara ini. Tiba-tiba saya meleleh dan ikut menangis saat menyaksikan kak Egi memberikan sambutan dengan suara bergetar sambil menitikkan air mata. Sangat-sangat terharu. Semoga Allah selalu kuatkan pundak kak Egi dalam menerima amanah berat ini.

Saya kenal kak Egi dulunya sebagai sosok yang pendiam dan ngomong seperlunya, bahkan baru banget kenal deket setelah paruh pertama kepengurusan di Salam. Parah.. Ternyata orangnya asik banget! Asik aja deng kayak gaya doi haha. Ternyata ka Egi juga Liverpudlian dan sering ngasih semangat pake YNWA kalo lagi ngobrol di Whatsapp. Ka Egi yang selalu mantap jawab pertanyaan seputar dunia Keislaman dan wawasan intelektualnya patut diacungi 4 djempol. Luar biaza ka Egi (Y) *trus semenjak pelantikan Ketua, tiap kak Egi typing di whatsapp selalu ditungguin sama member grup, haha*

Ke-mellow-an ini terus berlanjut sampai akhir Memoar. Tiba-tiba staf kami yang manis dan penurut di Departemen Syiar Pesona (Arum, Aji, Nadia, Jay) memberikan surprise untuk kami; Kadep dan Deputi. Sekotak Cheese Cake bertuliskan 'From Us, The Incredibles' diatasnya. Gimana nggak dibawa perasaan yaAllah. Sukses bikin saya dan Ka Chyk nangis. Bangga punya mereka para Staf Luar Biasa Departemen Syiar Pesona, sekaligus sedih melepas masa-masa akhir bersama mereka yang sudah bersedia bertahan dari awal hingga akhir di departemen yang keras ini. Heheu. Thanks guys for being a wonderful team and sweet family at this year!

Syukran Jaziilan, Salam UI!




Terima kasih para Pengurus Inti yang sudah menahkodai perjalanan ini dengan sangat luar biasa sabar dan luar biasa pengorbanan waktu dan tenaganya; Kak Fariz Abdillah (pake Z dobel L), Kak Ary, Kak Dini, Kak Rasyi, Mamsky, Kak Heru, Kak Barkah dan Kak Dika.

Terima kasih para Badan Pengurus Harian yang luar biasa memimpin setiap biro dan departemen dengan segala keunikan, segala kesigapan mengurus proker dan cinta yang besar pada para staf; Ka Chyk (DSP), Ka Panny (Kemus), Ka Egi (ILC), Ka Dewi (Dersoz), Ka Aufar (Kastrad), Ka Vivi (SPACE), Icha (Hubansa), Ka Fudla (Hubnas), Iras (Humalum), Ka Nana (MedC), Ka Akbar (PSDM), Candra (Litbang), Ka Maul (Mentari), serta Ka Eka (KI) dan Ka Muzda (S-Corp).

Terima kasih juga para Deputi yang selalu pecah ramenya dan nggak ada matinya, yang selalu berada di garis depan bersama para BPH; Kakai & Mahfud (DSP), Au & Ka Riksa (Kemus), Iyan, Evan & Nadia (ILC), Wulan (Dersoz), Ka Rizka (Kastrad), Ka Afi & Opal (Space), Rizki (Hubansa), Meisza (Hubnas), Lukman (Humalum), Hady & Ratih (MedC), Ka Dian & Fetty (S-Corp), Zanky (Litbang), Faiq (Mentari), dan Ka Riska (KI).

Terima kasih para staf & tetua DSP, tim Wonder Makers Syiar dan seluruh staf Salam yang maafkan barangkali banyak diantara kalian yang belum aku kenal dengan baik huhu. Terima kasih juga tim Design Thinker 17 yang sudah jadi inspirasi dan improvers saya dalam dunia desain. Terima kasih juga Bang Yasir Arafat yang Alhamdulillah akhirnya bakal wisuda juga hehe. Maaf karna begitu banyak menyia-nyiakan waktu dan tidak maksimal, masih banyak khilafnya. Terima kasih sudah menjadi keluarga yang bekerja keras memaksimalkan kerja dakwah di kampus tercinta dan mewujudkan mimpi bersama-sama. Terima kasih sudah menjadi bagian dan pengalaman yang indah dalam perjalanan hidup! Kalian terbaik, daebak sagon!

Selamat berjuang Ka Egi, Ka Jabbar & Ka Adit di Salam UI 18! Semoga semakin outstanding dan semakin dicintai rakyat UI. Semoga mimpi-mimpi besarnya selalu hidup dan tidak pernah mati. Kiw. Semoga semakin keren dan berkah terus sampe akhir kepengurusan. Meski kadang kita terpuruk dan jatuh di jalan ini, tapi percayalah Salam (dan Foksi dan LD se-UI), I love this way! I do love you, Salam UI!

Sampai jumpa di episod selanjutnya. Gue pasti dateng di Spirit Day (dan bakal ada di baris depan wakaka), bakal sering mampir di acara-acara Salam tahun depan! Selamat memaknai rindu dari jarak yang akan mulai menjauh. Terima Kasih, Salam UI. Love you all because Allah :)


Last but not least,

Salam UI 17: Outstanding Movement!

You Might Also Like

0 komentar