Be a Creative Muslimah!

05.18



SALAM KREATIF!

Beberapa hari ini akhirnya produktif juga ngisi blog, walopun isi postingannya nggak jebo-jebo amat haha. Kali ini mau ngoceh tentang something yang suddenly have been a new passion in my whole life, since last 2 years. Something ini bernama.... DESAIN.

Sejujurnya, saya bukan orang yang jago desain. Passion bagi saya sejak dulu kala saya duduk di bangku SD(IT), adalah hal-hal yang berbau gunting, kertas, origami, dan lem. Apapun bisa saya buat dari 4 barang itu. Entah itu kolase, kliping buku, sampai mading dan dekorasi. Bahkan saya pernah juara 1 lomba mading edisi Kartini saat kelas 1 SMP. That's my world! Sampai sekarang pun, dunia saya masih berkutat dengan mading. Ngana boleh tanya temen-temen SMA saya, sejak kelas 1 sampe lulus, saya punya mading di tembok deket kasur. Entahlah, saya merasa bahagia menempelkan apa saja yang bisa saya tempel di mading. Saya bisa tempel reminder, mimpi, meme yang saya bikin dari potongan koran dan huruf-huruf random atau sekedar foto orangtua dan skuad klub jagoan :>

Tapi setelah pindah dari dunia pondok ke dunia luar, dunia kreatifitas saya makin jauh menjelajah. Awalnya sih sedikit paksaan, haha. Awal semester 2, sekitar akhir 2012 yang lalu saya masuk menjadi pengurus Salam UI 16. Saya berada di Departemen Syiar Pesona (DSP), which is departemen ini meminta seluruh staf dan orang-orang di dalamnya untuk menjadi kreatif dan out of the box dengan cara kreatif pula. Setelah belajar dan mencari pengalaman kesana-sini, menjadi kreatif menurut @salmadeim ada 5 poin penting. Ekhem.

Poin pertama yang harus dimiliki orang kreatif adalah penuh ide dan inspirasi. Poin kedua, bisa menelurkan ide dan inspirasinya ke dalam sebuah karya. Poin ketiga, realisasi & act! Realisasinya bisa apa aja. Salah satunya, bisa desain. Poin keempat, sering ngintip karya orang trus nyoba njiplak karya tersebut. Tapi tapi tapi, bukan buat plagiat ya. Niatnya buat belajar dan improvisasi skill. Ini penting! :D

Poin terakhir, jangan pernah ngerasa puas dan harus terus terus belajar, cari ide ide baru dan inspirasi segar dari banyak referensi. Cari teknik lain, cari tutorial-tutorial teknik desain yang baru kalo udah bisa dengan teknik yang biasa kita pake. Banyakin kumpul dan ngobrol sama orang-orang kreatif, saling share ide lebih bagus. Dan yang paling penting, jangan males bagi ilmu ke orang lain.

Sebelumnya saya mau berterima kasih sama Salam UI 16. Serius, kalo bukan karna didikan orang-orang kreatif di dalamnya mungkin saya nggak akan pernah terjun ke dunia desain grafis. Big thanks to Design Thinker Salam UI 16, especially Mamsky Siti, Kak Amani, Kak Nana, Kak Fitrah dan Kak Dika. Kak Arief juga deh, itung-itung rasa terima kasih saya sama ketua Salam 16 karna sudah mendidik saya sebagai SDM terlatih dan akhirnya keluar sebagai staf ter-semangat versi PSDM xD

Di DSP 16, saat itu ada sekitar 12 staf, atau 14 ya (pikun). Kadep saya saat itu, Kak Siti Zahrotul Luthfiyah (@alizeti) atau biasa saya panggil Mamsky adalah seseorang yang sangat sangat visioner, dreamer tapi tetep realistis, dan penuh ide ide aneh tapi tanpa sadar bikin kita wonder juga. Pokoknya Mamsky itu keren, bisa nularin virus kreatif dan menstimulasi kita untuk mikir out of the box. Mamsky suatu saat bertanya pada kami yang saat itu masih unyu-unyu dan polos sepolos serabi polos.

"Disini siapa yang bisa make Adobe Photoshop atau Corel?"

Masih lirik-lirikan satu sama lain.
"Chyko, bisa kan?"
"Gue bisa sih, tapi yaa masih belajar. Biasa gue pake Corel."
"Oke no problem. Siapa lagi nih disini yang bisa?"

Mamsky pun nanya satu-satu ke stafnya. Sampe akhirnya giliran saya.
"Aku bisa sih kak, tapi nggak jago ngedesain. Biasanya ngedit doang *nyengir*"
"Ngga papaa yang penting punya modal bisa dulu. Yaudah berarti saya list ya desainer DSP ada saya, Chyko, Lukman sama Salma."

JEGER. Desainer.

"Nanti bakal ada klinik humalum, kalian kalo bisa ikut ya biar jadi pembelajaran buat skill desain dan biar tau karakter desain Salam kayak gimana."

Jadi, Klinik Humalum adalah semacem mini workshop yang diadain Biro Humalum Salam buat para desainer Salam. Biasanya selain diajarin ngedesain, Humalum juga menanamkan konsep branding Salam kepada para desainer, supaya desain-desain Salam konsepnya sama dan sesuai sama karakter Salam. Ngedesain di Salam nggak main-main loh, ada rulesnya. Jadi nggak sembarang bikin desain langsung di-acc sama Desain Thinker atau Humalum. Ada proses SUSP atau Standar Uji ...... (pikun lagi). Pokoknya macem ijin kelayakan dari Humalum untuk desain yang udah bisa dipublish di media.

Satu hal yang paling saya inget dari Kak Amani selaku Kabid Eksternal Salam 16 adalah, "Desain itu juga salah satu area Syiar. Desain-desain yang ane revisi bukan karna ane pengen nyusahin orang yang bikin, tapi karna desainnya memang belum sesuai dengan standar Salam. Ane pengen semua belajar bahwa semua yang kita lakukan bahkan cuma lewat desain, bukan semata supaya lolos SUSP, tapi juga untuk meninggikan syiar Islam."

That's a super point. Bicara desain, otomatis bicara branding. Branding, kata kak Fitrah Subarkah (@fitrahsubarkah) selaku Kabiro Media Center Salam 16, adalah sesuatu yang tidak cuma nampak dari visual. Branding itu ibarat gunung es, visualnya nampak di moncong gunungnya, sisanya ada dibawah air. Jadi, branding itu bukan cuma bicara visual, tapi juga mencakup rasa, penciuman, dan suara. Contoh. Waktu itu kak Fitrah ngasih contoh suksesnya branding produk canggih masa kini, Apple. Apple was very popular until today, rite. Itulah pinternya Steve Jacobs menciptakan marketing Apple yang kreatif sampai menggagas brandingnya. Branding Apple secara visual, udah keliatan dari logonya dan konsep desainnya yang simpel dan elegan dengan warna putih atau hitam. Produk-produk Apple juga didesain elegan dan sesuai dengan konsep visualnya. Dari kantor sampe fitur Apple pun, juga dirancang elegan. Nggak heran banyak orang milih Apple dibanding Blackberry, Samsung atau Nokia (yang udah mau ganti nama jadi Lumia) sebagai gadgetnya.

Itu juga yang coba diterapkan Salam UI 16. Brandingnya dikonsep sedemikian rupa. Dari visual, Salam 16 identik dengan rumah dan puzzle. Visual ini membekas sekali waktu itu, dan keren. Walopun warnanya merah kuning ijo. Dari suara, ada lagu Rumahku Surgaku nya Iie sebagai Original Theme Song Salam 16. Jadi dimanapun dan apapun acara Salam 16, lagunya Rumahku Surgaku. Dari penciuman, Salam 16 make aroma greentea sebagai branding smells. Haha, lucu kan. Jadi tiap orang bakal terus inget sama Salam 16 tiap liat ikon rumah & puzzel, tiap denger lagu Rumahku Surgaku, dan tiap nyium wangi greentea.

Kalo dari desain, Salam 16 punya SOP-nya sendiri. Seperti misalnya, desain diusahakan punya elemen warna item, putih, ijo, merah dan kuning. (Warna bendera Indonesia dan Palestina). Trus, boleh pake font bebas tapi tetep harus make Signika sebagai font utama. Subfont pun harus sesuai sama imej Salam, nggak bisa sembarangan. Font alay dilarang, wkwk. Harus ada footer. Tema desain simpel tapi elegan dan nggak makan tempat. Desain-desain Salam biasanya harus masuk ke grup Desain Thinker dan Humalum dulu sebelum bisa dipublish atau dicetak.

Dari Salam UI 16 inilah, saya belajar banyak. Bahwa desain punya aturan. Ide bebas, bahkan harus se-kreatif-kreatifnya. Tapi kita tetep harus punya aturan dan batasan konsep yang jelas supaya desain kita diterima dan mendapat perhatian orang. Gimana caranya, orang notice sama desain kita. Nggak sekedar liat trus lewat.

Kemudian, dimulailah perjalanan saya sebagai seorang desain(er) grafis pemula. Desain-desain saya dulu masih cupu banget loh *kayak udah keren aja lo dam hahaha* Dulu, desain-desain saya banyak kena revisi. Maklum, newbie. Anak 2012 pula. Kalah jauh sama para pentolan DT :")

Tapi saya nggak pernah ngeluh tiap kali kena revisi. Nrimo aja. Namanya juga belajar. Belajar itu bertahap, awalnya pasti bau-bau pemula dan anak baru, hahaha. Dan dari pembelajaran membuat saya sangat amat terlatih untuk urusan revisi desain. Tahan banting men! *kalo kata mamsky, SDM terlatih*

Inilah beberapa desain (newbie) saya selama di Salam 16. *TARAAAAAAAAAAAAAAAAA*
Logo Spirit Day (yang ada di cup), branding pertama yang saya ciptakan di Salam UI 16. Pertama kali bikin branding logo! Haha. Saya mau mencontoh kesederhanaan sekaligus kemewahaan logo Starbucks. Dan cukup berhasil! Branding Spirit Day ini bertahan sampai Salam UI 17. Berharap branding ini tahan lama kayak brandingnya Starbucks hehe :))))





Desain-desain ini sebagiannya sudah kena revisi dari Tim DT, terutama kak Nana yang walopun jilbabnya gedee banget tapi desainnya cantik secantik orangnya^^

Kemudian saya sempat menjadi Wakadiv Publikasi dan Desain acara International Symposium of Humanity yang tadinya mau digagas di Salam UI 16, tapi diundur lagi dan diundur lagi entah sampai kapan :')

*beberapa desain yang sempat saya ciptakan selama masa ISH*



Ada lagi desain saya saat menjadi PJ Publikasi Suksesi Ketua Salam UI 17. Desainnya masih apa adanya :)))




Masih newbie banget kan? Hehehe. Tapi buat saya, desain desain selama masa suksesi adalah tonggak awal saya *cailah* untuk terus beradaptasi dengan karakter desain Salam. Saya makin belajar mengkonsep desain yang simpel, tidak banyak ornamen tapi tetep indah dan elegan. Saya benar-benar bekerja keras untuk ini, ciyuszzzzzzz! Saya ingin menjadi bagian dari kreator syiar dakwah, salah satunya melalui DSP dan Designer Salam :^)

Kemudian setelah masa suksesi Salam 17 selesai, saya sudah ditunggu lagi sebagai desainer acara penutup Salam 16: MEMOAR. Memoar ini adalah event farewell party untuk anak-anak Lembaga Dakwah se-UI periode 2012-2013 sekaligus pengumuman ketua Salam yang baru (Salam 17) beserta pelantikan Majelis Syuro baru dan ketua LD Fakultas periode 2013-2014. Desain Memoar, adalah desain yang paling membekas bagi saya. Desainnya sih biasa aja, bener-bener biasa. Tapi prosesnya itu...... Bolak balik ganti. Tadinya pentolan DT pengennya pake gambar kamera yang vintage, tapi aku bikin juga pake icon sepeda klasik gitu. Trus pas desainnya udah jadi, DT minta revisi buat desain yang kamera vintage. Pas udah diedit, tiba-tiba sang Ketua Geng alias Ketua Salam (@ariefadit_ya) pengennya ganti yang sepeda. Toweng.

Akhirnya fokusnya ganti ke desain yang sepeda. Dan desain ini banyak diedit sana-sini berulangkali, haha suer ini desainnya sederhana banget tapi kayak capek bikinnya sampe lupa makan..... And this is the design,



Sampai pada titik ini, saya baru benar-benar belajar menjadi seorang akhwat yang tahan banting. Dikritik sana kritik sini, dikejar revisi dari petang menjelang pagi (padahal masih banyak tugas kampus yang menanti), sampai kemudian saya menyadari bahwa desain bukan hanya sebuah vector atau deadline tapi lebih sebagai seni. Aih.

Desain itu seni menghargai waktu, seni menghargai pendapat orang dan masukan, seni menyiasati font dengan background, dan seni menikmati karya cipta sendiri. Begitulah desain mengajarkan kita tentang menikmati deadline dan menikmati hasil.

Desain memoar adalah desain penutup 2013 sekaligus pembuka 2014. Tahun 2014 ini, saya lebih banyak lagi belajar gaya-gaya lainnya. Saya belajar membuat ilustrasi, WPAP, flat design dan lainnya. Yaah meski nggak jago-jago amat, tapi lumayanlah wkwk. The thing I should tell you is: Akhwat atau wanita muslimah itu haruslah memiliki karakterisitik kreatif. Kreatif nggak musti jago desain, tapi kalo bisa ngedesain itu lebih bagus, karna dibutuhkan banyak orang. Saya serius.












Beberapa desain selama 2014. I improve it a lot! Haha. Tahun ini, kebetulan saya dipercaya jadi salah satu tim Design Thinker Salam UI 17, isinya desainer-desainer Salam. Disini saya makin belajar dan share konsep desain dari mereka. Saya juga banyak belajar dan ngintip karya-karya desainer keren abad ini untuk dijadikan inspirasi. Inspirasi itu bisa dari mana aja loh. Kalo bingung mau ngintip karya siapa, cari yang deket-deket aja dulu. Misal, temen sekelas, temen sejurusan atau sekampus. Kadang saya juga masih ngintip karya-karyanya Cacing (@mmaryasir) kok hehe. Cacing itu anak Kriminologi UI, temen seangkatan saya waktu di HaKa. Sekarang jadi Kepala Departemen Humas sama Marketing-nya FSI FISIP. (kalo nggak salah) Desain doi oke-oke punya, monggo kalo mau di-kepo x)

Yang jelas, jadi kreatif itu gampang! Asal punya kemauan ya. Kreatif itu penting banget. Jadi mahasiswa kalo nggak kreatif itu susah. Jadi istri kalo nggak kreatif juga susah. Jadi ibu kalo nggak kreatif lebih susah lagi. So be creative, gals! Kreatif itu banyak manfaatnya. Dakwah juga harus kreatif. Dakwah ke orang-orang juga musti pake strategi, lagi-lagi balik ke kreatif-- yang kita butuhin buat narik target dakwah kita. 

Sekian dulu deh cuap-cuap saya edisi kali ini *berasa kayak pembicara gitu ya* Jangan lupa, kreatif itu bukan cuma ada dibayangin, di-akal-in dan diomongin tapi juga harus diwujudkan dengan aksi nyata. Ea. Semoga bisa sedikit menginspirasi! Terima kasih banyak buat yang udah mampir. Bersemangat!! :)))


Salam kreatif!


Sincerely me :)
(@salmadeim)

You Might Also Like

1 komentar