Mendekap Matahari
20.47
'Ada mereka
Kurangkai cerita
Setulus hati, pancarkan...
Angkasa Raya
Walau berjalan dalam mimpi'
[Mengejar Harapan, OST Mengejar Matahari]
Menggambar sahabat dalam sebuah tulisan tidak pernah akan habis dengan kata 'selesai'. Menulis mereka dalam tiap jengkal kata selalu menyenangkan, menenangkan. Hingar bingar tawa dan canda berputar-putar manis dalam memoar. Memoar yang terpendam bak pegunungan di dasar kenangan. Seperti yang selalu kukatakan, kita tidak akan pernah bosan untuk bertemu. Tidak akan pernah kehabisan percakapan. Bahkan saat rindu datang tanpa tepi, mereka muncul dalam mimpi. Mereka seperti sumber semangat sehangat matahari.
Hari minggu lalu, aku dan ke-10 sahabat bersama-sama pergi ke Bekasi, menjenguk sahabat kami yang tengah terbaring sakit. Demi membangkitkan kembali semangatnya yang tengah down berhari-hari, kami datang membawa senyum & tawa terbaik. (gue bahkan rela nerobos malem H-1 ke margonda & dimarahin umi demi nyetak poster buat lea hahaha.)
Kemudian bisa dibayangkan apa yang terjadi setelah kami semua lengkap berkumpul dalam kamar Lea. Kegaduhan, tawa disana-sini dan teriakan semangat untuk Lea riuh membahana & lepas begitu saja. Lea tampak sangat bahagia menerima kedatangan kami. Mungkin Lea ngerasa puyeng dengerin celoteh kami & berisiknya kami yang luar biasa dahsyatnya, tapi Lea tetep menunjukkan raut wajah ceria walaupun lemas tak berdaya di tempat tidurnya.
Beberapa kali Lea berbagi ceritanya selama sakit. Entah mungkin efek dari penyakitnya, Lea hampir selalu hilang fokus. Gini misalnya, 'Jadi gini, waktu itu Lea kan dirumah sakit.. Terus.. Terus, aduh yaAllah Lea lupa mau ngomong apa. Terus... YaAllah Lea mau ngomong apa ini Lea bingung....' beberapa kali begitu. jadi kami harus membantu Lea mengulang kalimat sebelumnya biar Lea inget lagi mau cerita apa. Lea juga gemetar & lunglai. Tulang-tulangnya sering ngilu. Berjuang terus ya Le, aku kangen kamu yang energik :')
Tapi yang seru, kemaren Lea sempet cerita. Horor. Ceritanya Lea lagi tidur di rumah sakit (waktu lagi dirawat). Ayah Lea yang lagi jaga juga udah tidur, kata Lea "waktu itu ayah lea udah capek. kasian. ayah lea tidur pules banget." Terus, Lea kebangun karna ada suster jaga yang masuk ke kamar Lea. Tapi ada yang aneh gan. Susternya diem aja dan cuma ngeliatin Lea dibalik gorden (lupa, entah gorden apa pintu). Lea ngintip-ngintip penasaran. Susternya masih diem ngeliatin Lea, tatapannya lurus & datar. Nggak lama kemudian, susternya pergi. kata Lea, "Ya Allaaah itu Lea udah takut banget...."
Haha Leaaa X)
Kemudian keceriaan makin bertamabah saat satu sahabat kami -yang paling terakhir datang- masuk ke kamar Lea. "BABEEEH!!!"
Lea tampak makin bahagia dengan kedatangan Babeh. Kami makin ribut tak karuan. Apalagi waktu mamanya Lea nyuruh kita-kita buat makan siang. Udah nggak ngerti lagi, padahal kita cuma ber-11 tapi berisiknya kayak ibuibu arisan. Kasian keluarganya Lea :""""))))))
(selintas percakapan dengan Lea di hari minggu kemarin, setelah makan siang)
'Le, kamu harus terus semangat ya Le. Pasti sembuh, jangan suka ngedown gitu ah Le. Kalo Lea mikir sembuh pasti bisa sembuh.'
'Iya tante, tapi Lea tuh sering ngerasa kayak udah mau diambil gitu. Sedih deh tante,'
'Emang ngerasanya kayak gimana Le?'
'Lea udah dua kali ngeliat cahaya putih gitu tante, tiba-tiba Lea suka liat cahaya. Lea takut. Lea pernah bilang ke ayah sambil nangis, Lea ngerasa udah kayak mau pergi. Kata ayah, Lea harus sabar. Katanya ayah ikhlas kalopun Lea emang udah saatnya pergi.'
'Leaa lea gaboleh ngerasa gitu terus. yang penting Lea berdoa terus sama Allah, Lea harus semangat terus selagi masih dikasih umur Le....'
Selepas sehari dirumah Lea minggu kemarin, tiba-tiba Lea muncul di mimpi. Dua kali. Apa pertanda? Semoga Lea dikasih umur panjang & berkah sama Allah. Semoga digugurkan dosa-dosa atas penyakitnya. Semoga bisa terus main sama Lea. Semoga doa-doa kami untuk Lea dikabulkan. Semoga masih banyak kesempatan untuk kita bertemu lagi :""
SEMANGAT LEA!!
*senyumnya jangan ilang ya le :))
Dan selepas minggu itu, aku makin menyadari satu hal. Sesulit apapun keadaan kita, mereka selalu ada. Sesedih apapun perasaan kita, mereka muncul membawa tawa. Sejauh apapun jarak kita, sungguhnya mereka dekat dalam doa. Meski hidup tak lagi sama, tak ada penghalang bagi kita untuk kembali bahagia. Karna mereka selalu ada selama-lamanya. Bahkan meski kita kelak pergi selama-lamanya, mereka ada mengiringi perjalanan terakhir kita. Bersyukurlah kita yang memiliki mereka; sahabat.
Terima kasih untuk mereka; teman di masa kecil, teman di masa remaja, teman di masa kini dan mungkin di masa depan. Terima kasih telah melengkapi rangkaian cerita hidup. Terima kasih untuk segala pelajaran dan perjalanan bersama. Terima kasih untuk tiap semangat kalian yang hangat sehangat matahari. Terima kasih untuk segalanya dan untuk persahabatan selama-lamanya. Maaf karna masih jauh dari kata 'teman yang baik' dan 'teman yang sempurna' :')
BUAT YANG LAGI UJIAN MA'ANNAJAH YAA UTS & EXAMNYA, YANG LAGI SAKIT SEMOGA CEPET DIKASIH SEHAT SAMA ALLAH, YANG LAGI SIBUK SEMOGA TETEP DIKASIH SEHAT & DIBERKAHI LANGKAH-LANGKAHNYA, YANG LAGI GALAU DIBUKA MATA HATINYA BIAR MAKIN DEKET SAMA ALLAH. DOA BUAT LEA JANGAN PUTUS YA FANS! HAPPY MUHARRAM MUBARAK 1435 HIJRIYAH! LET'S BE BETTER & HUSNUL KHOTIMAH IN EVERYTHING :)
BERSEMANGAT SOOB!
teruntuk kalian yang jauh dimata dekat dalam do'a,
especially Khanza.
sincerely me.

0 komentar