Antara Isra Mi'raj, Sains, dan Kualitas Hidup.

02.43


.....Ia memegang tanganku dan membawaku ke langit dunia. Ketika aku tiba di langit dunia, berkatalah Jibril kepada penjaga langit, ‘Bukalah.’ Penjaga langit itu bertanya, ‘Siapakah ini?’ Ia (jibril) menjawab, ‘Ini Jibril.’ Penjaga langit itu bertanya, ‘Apakah Anda bersama seseorang?’ Ia menjawab, ‘Ya, aku bersama Muhammad saw.’ Penjaga langit itu bertanya, ‘Apakah dia diutus?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Ketika penjaga langit itu membuka, kami menaiki langit dunia. Tiba tiba ada seorang laki-laki duduk di sebelah kanannya ada hitam-hitam (banyak orang) dan disebelah kirinya ada hitam-hitam (banyak orang).... --penggalan hadits riwayat Bukhari, seperti yang dikemukakan Anas bin Malik tentang cerita Rasulullah akan perisitiwa Isra Mi'raj.

Salaaam bloggy. 6 Juni kemarin jatuh sebagai peringatan sebuah perjalanan besar yang dilakukan Rasulullah pada 14 abad yang lalu, Isra Mi'raj. bukan hanya sebuah journey, tapi merupakan kenangan besar dari sejarah peradaban Islam yang melampaui logika. karena baginda Tercinta saat itu meninggalkan orbit bumi, menembus konstelasi langit dan melewati permeabilitas serta permitivitas vakum ruang angkasa untuk menghadap Rabbuna di singgasanaNya Sidratul Muntaha, hanya dalam tempo satu malam. hingga kaum Quraisy saat itu sampai-sampai menghina habis-habisan kesaksian Rasulullah. (untung jaman waktu itu belom ada yang kayak arya wiguna ya guys, haha kali aja ada yang nabok-nabok meja sambil bilang 'Demi Tuhaan' di depan Rasulullah--;)

yang ngaku cinta Rasulullah nggak boleh nggak tau peristiwa ini. intinya jangan cuma tau kalo Isra Mi'raj itu cuma peristiwa naiknya sang baginda ke langit ke-7 di Arsy sana, naik buraq, terus ketemu Allah dan dapet perintah sholat 50 kali. tapi diluar hal umum itu, banyak hal-hal yang mustinya kita telusuri dalam berbagai aspek.

kayak misalnya begini, pernah nggak sih kita mikir: kenapa rute Isra Mi’raj harus banget lewat Palestina? kenapa nggak lewat Masjid Nabawi? Atau kenapa dari Masjidil Haram ke Mekkah, buraq yang ditumpangi Nabi Muhammad langsung caw loncat ke atas langit? oyeah pasti ada suatu jawaban yang menakjubkan di balik ini.

ternyata oh ternyata mbakmas, ada beberapa alasan dijadikannya Baitul Maqdis di Palestina sebagai tempat “take off” Buraq sesaat sebelum meninggalkan bumi dan melesat ke ruang angkasa yang melebihi kecepatan cahaya pada malam 27 Rajab itu. fakta punya fakta, Syeikh Imam Nawawi al Bantani, seorang ulama besar Banten dalam kitabnya mengatakan bahwa ketika Buraq bertolak dari Masjidil Aqsha, jalan yang dilalui merupakan jalan lurus tanpa adanya belokan-belokan sehingga jarak tempuh menjadi lebih pendek. bahkan sebuah riwayat menyebutkan bahwa pintu langit (tempat naiknya malaikat) berhadapan atau dengan kata lain tegak lurus dengan Baitul Maqdis dan merupakan tempat terdekat ke langit dengan jarak 18 mil. (ini dari sumber terpercaya, kalo pengen lebih percaya sok aja ujicoba: itung sendiri :P)

kemudian, ayo coys coba kita liat dari aspek lain. perjalanan Isra adalah perjalanan dari masjid ke masjid. Masjidil Aqsha seperti yang kita tau adalah masjid ketiga yang dianjurkan untuk dikunjungi setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. selain kedua alasan tersebut, ternyata fakta sejarah juga medukung loh. Baitul Maqdis pernah menjadi kiblat pertama umat Islam, so perjalanan Isra terjadi di antara dua kiblat. jauh sebelum Rasulullah diutus, daerah sekitar Palestina merupakan negeri para Nabi dan Rasul. tanah suci bagi para nabi dan rasul menyebarkan dakwah ilallah, plus jadi lokasi perjuangan fii sabilillah melawan tekanan dan ancaman kaum kafir. di-sana-juga-lah terdapat makam para Nabi dan Rasul, manusia pilihan Allah SWT. *pengen kesana tapi kapan ya? :|

dan... ya as we know it well, hingga saat ini pun Palestina masih hangat diperbincangkan di seantero dunia. cerita heroik masih terus berlanjut. dari dulu hingga sekarang, darah para syahid masih berlumuran di bumi yang indah berkah tapi terjajah ini. dari dulu banget, pas jaman pembebasan dari Pasukan Salib oleh kebanggaan kita Shalahuddin al Ayyubi sampai sekarang (perjuangan HAMAS & segenap pasukan keren bin kuat bin hebat mujahidin Palestina buat ngusir Israel yang zionisnya & brutalnya nggak abis-abis). udah 66 tahun si israel baj*ngan itu ngedudukin tanah Palestina! ane jamin itu ampe kiamat israel nggak bakal dapet itu tanah. sumfeh ane yaqin.

yang kedua guys, coba kita liat sisi sains dari perjalanan Rasul ini. ternyata ternyata, Isra Mi'raj bisa kita kaji dari segi teori relativitas di pelajaran fisika yang membahas tentang struktur ruang dan waktu sekaligus penjelasan tentang hal hal yang berhubungan dengan gravitasi. teori relativitas terdiri dari dua teori fisika: relativitas umum dan relativitas khusus. teori relativitas khusus menggambarkan perilaku ruang dan waktu dari perspektif pengamat yang bergerak relatif terhadap satu sama lain, dan fenomena lain yang berhubungan.

Mister Einstein merumuskan teorinya dalam sebuah persamaan matematik, nih coba liat dulu sob:
t’ = waktu benda yang bergerak
t = waktu benda yang diam
v = kecepatan benda
c = kecepatan cahaya

artinya, perbandingan nilai kecepatan suatu benda dengan kecepatan cahaya, akan berpengaruh pada keadaan benda tersebut. semakin dekat nilai kecepatan suatu benda (v) dengan kecepatan cahaya (c), semakin besar pula efek yang dialaminya (t`): perlambatan waktu. jadi pas kecepatan benda menyamai kecepatan cahaya (v=c), benda itu bakal sampe di satu keadaan nol. tapi kalo kecepatan benda bisa melampaui kecepatan cahaya (v>c), keadaan bisa berubah. efek yang dialami bukan lagi perlambatan waktu, tapi sebaliknya: waktu menjadi mundur (-t’). (alias fakta kalo Nabi naik kelangit dalam jangka waktu semalem itu mungkin banget! kan kecepatan buraq-nya lebih lebih dari kecepatan cahaya:))

dengan adanya pembuktian pembuktian tersebut, berarti  Albert Einstein dengan teori relativitasnya secara langsung atau tidak langsung telah membuktikan bahwa kisah kisah  “perjalanan  Rasulullah SAW kelangit ketujuh dan kembali dalam satu malam” adalah benar!  terutama dalam segi dimensi WAKTU,  yang perhitungannya amat sangat memungkinkan, karena perjalanan yang melebihi kecepatan cahaya akan sama dengan peristiwa dilatasi waktu. ini udah dibuktikan dengan alat uji coba unstable subatomic particle dan precise timing of atomic clocks.

satu fakta lagi sob, teori astronomi menyebutkan bahwa kecepatan rata-rata cahaya adalah 300.000 km per-detik. diamater bumi kita cuma 12.756 km, jadi artinya kalo kita mau ngelilingin bumi pake kecepatan cahaya nggak butuh waktu sampe 1 detik. sepersekian detik juga udah nyampe! nah trus tebel atmosfer kita kurang lebih 700 km, jadi kalo mau keluar bumi juga nggak nyampe satu detik. sedangkan jarak bumi ke matahari 149 juta km dan jarak tempuhnya kurang dari 8 menit. jadi logika aja, kalo Rasulullah naik 7 langit pake buraq yang kecepatannya lebih cepet dari kecepatan cahaya, make a sense banget kan kalo dalam satu malem udah nyampe lagi ke Mekkah? *big smile*

nah pertanyaan selanjutnya yang agak agak bikin gue penasaran juga adalah, bagaimana dengan Nabi Isa?  kita sebagai ummat Islam percaya kan gans kalo Nabi Isa yang diakui sebagai Yesus oleh penganut Kristiani nggak dibunuh oleh orang-orang yang mengejarnya pas kejadian penyaliban itu. bahkan banyak sumber juga bilang kalo Nabi Isa belum wafat. katanya Nabi Isa bakal balik lagi di diakhir jaman. nah nah, apakah Nabi Isa juga mengalami perjalanan dan dilatasi waktu kayak Rasulullah? Wallahu'alam (:

oke kembali ke leptop, jadi intinya bicara Isra Mi’raj sama dengan kita nerobos perjalanan maha dahsyat dalam lintasan sejarah dan menelusur jauh ke pemikiran ruang ilmiah kita, bagaimana perjalanan sehari semalam ini bukan karangan Rasulullah belaka. Isra Mi'raj bukan hanya wisata ruhiyah untuk menghibur Sang Nabi di saat sedih (‘amul huzn), tapi juga betapa perjalanan ini mengandung nilai serta spirit perjuangan yang sangat sangat high-class. perjuangan yang dibungkus dengan keyakinan akan kebenaran kuasa Allah SWT. bisa juga kita artikan bahwa kemenangan pasti akan datang, termasuk kemenangan dalam merebut bumi Palestina, bumi Mi’raj Rasulullah, dari genggaman Zionis la’natullah.

semoga saja kemenangan itu nggak lama lagi ya. semoga. dan menutup tulisan yang panjang ini, marilah kita sama-sama memaknai Isra Mi'raj 1434 Hijriah dengan semakin meningkatkan kualitas sholat kita. kenapa? sebenarnya sederhana sekali. banyak dari kita yang pengen banget hidupnya berkualitas tapi nggak sadar apakah emang udah berkualitas atau masih nyari-nyari cara buat dapet kualitas yang bagus itu. coba liat Rasulullah & sahabat-sahabatnya, rahasianya gampang banget. kualitas hidup yang diinginkan ada pada diri kita, menggantung pada kualitas sholat. kalo kualitas sholat kita bagus, udah pastilah kualitas hidup kita juga bagus.

siapa yang memelihara Shalatnya, Allah akan memelihara hidupnya. dan inget loh, shalat itu bentuk tanda syukur kita sama Allah. udah mending kita cuma wajib shalat 5 kali sehari, daripada 50 kali sehari hayo? nah syukuri itu juga dong sobs. dengan banyak bersyukur maka Allah akan menambah nikmat dunia bahkan akhirat, noted. sederhana sekali kan pemirsa(h)? (:

ayo sama-sama kita perbaikin kualitas hidup kita, mulai dari hal kecil: kualitas sholat. udah khusyuk belum? udah tepat waktu belum? udah full tanpa bolong-bolong belum? *warning juga buat diri gue sendiri*

that's all from me guys, semoga semakin baik & semakin istiqomah menjaga Shalat & menjaga kebaikan.
salam hangat dalam cinta iman & persaudaraan,


ME c:

You Might Also Like

1 komentar

  1. Binggung cari Promo ayam yang WOW gitu???
    Klik >>>>>>> Promo Sabung Ayam

    Belum punya akun Sabung Ayam???
    Klik >>>>>>> DaftarSabung Ayam

    Hubungi Segera:
    WA: 087785425244

    BalasHapus