Zionist is Really Nothing. Kasian.
22.23
Tapi menurut gue, Zionis yang lebih patut dikasihanin. Serius.
Dulu waktu gue masih kecil, gue sering ikut ortu gue aksi Palestine di kedubes, di HI, sampe konser untuk Palestina di balairung UI. Gue semangat banget yang namanya mau bantu Palestine. Tapi gue masih belom ngerti atas dasar apa gue pengen bantu mereka. Yang pasti, gue kecil dulu selalu ngerasa kasian sama sodara-sodara gue di Gaza dan Palestina sana.
Sekarang, gue baru ngerti kalo rakyat Gaza dan Palestina nggak butuh rasa kasihan kita. Mereka nggak butuh simpati. Sebab mereka nggak ngerasa apa yang terjadi sekarang itu sebagai satu bencana atau nestapa yang perlu diratap-ratapin. Banyak ibu-ibu Palestine yang bahagia semua anaknya syahid dalam keadaan hafidz hafidzah. Banyak orang tua yang marah sama tetangga atau saudara yang menangisi kepergian anak mereka, ya iyalah anak mereka pergi jadi syuhada. Buat apa ditangisin? Toh mereka nanti bakal kumpul lagi di Syurga, yang dibawahnya ngalir sungai-sungai. (Ngiri banget)
Gue sempet nangis gara-gara baca kultwitnya salah seorang pengurus Dompet Dhuafa. Nangis. Gue ngiri sama wanita-wanita Gaza, yang remajanya bisa ngafal Qur'an, nikah sama lelaki sholeh. Rahimnya nanti diisi sama calon-calon anak yang waktu lahir dan besar nanti hari-harinya diisi sama ngafal Qur'an, sepanjang umurnya berjuang ngelawan Zionis dan kalaupun harus mati, anak-anak ini mati syahid. Setelah baca itu, gue makin bertekad mau jadi kayak mereka walopun gue nggak tinggal di Gaza. Gue pengen anak-anak gue nanti jadi hafidz hafidzah semua.
Back to the topic. Gue kasian sama Yahudi Israel. Pertama, mereka dari dulu dari jamannya Nabi nggak pernah punya tempat. Mereka benalu. Kalopun dikasih tempat mereka demennya jadi pengkhianat dan ngadu domba. Di Al-Qur'an udah banyak bukti, ditambah sama fakta fakta sejarah. Mereka jadi korban holocaust. Mau dibasmi. Kasian kan. Lebih kasian lagi, mereka ngambil tanah Palestina yang jelas-jelas bukan punya mereka.
Remember, Jerusalem itu kota suci 3 agama: Islam, Yahudi, Kristen. Tapi dulu sebelum Zionis ngejajah tanah Palestina, 3 agama itu hidup rukun di Palestina. Damai. Israel pun bisa tinggal disitu. Sayangnya mereka nggak mau cuma pengen hidup damai, mereka pengen nguasain tanah yang nggak lebih besar dari Jakarta itu buat mereka sendiri. Mereka milih jalan yang nggak elegan sama sekali. Orang-orang Palestina diusir, dibantai di tanah mereka sendiri. Nggak tau diri banget. Menurut gue Zionis nutupin aib mereka dengan menunjukkan diri kalo mereka super berkuasa dan bisa bikin rakyat Palestina menderita. Padahal seharusnya mereka yang kita kasihanin. Mereka ngerebut Palestina dari 1948 sampe hari ini belom dapet juga. Padahal Palestine luasnya kecil! Kalo mereka hebat, harusnya nggak butuh 66 tahun dong buat naklukkin Palestina. Dan Allah sendiri yang udah janji. Sampe kiamat, mereka nggak akan pernah dapetin tanah Palestina. Kasian kan Zionis :(
Kedua, mereka ngaku-ngaku hebat, padahal nothing. Mereka nol besar tanpa Amerika. Beberapa temen gue pada nggak ngerti tentang perang di Gaza. Mereka kira, Hamas yang jahat karna mereka nyerang Israel duluan pake roket roket mereka dan Hamas-lah yang harusnya disalahin karna nyebabin rakyatnya jadi korban. Banyak juga yang gue liat ngebanding-bandingin Hamas sama Fatah. Dibawah pemerintahan Hamas, Gaza menderita. Sementara dibawah Fatah, Tepi Barat baik-baik aja. Nah seharusnya sebelum ngejudge begitu, mereka-mereka ini baca dulu sejarahnya Palestina. Baca visi misi Hamas sama Fatah. Cari bedanya dimana. Kalo Fatah nggak pernah diserang, oh jelas. Fatah selama ini mesra sama Israel.
Inget peristiwa penculikan prajurit Israel Gilad Shalit? Shalit diculik Hamas tahun 2006. Hamas bukannya nggak punya kerjaan loh ya. Mereka cuma berusaha mengeluarkan rakyat mereka yang dipenjara selama bertahun-tahun. Anak-anak sampe orang tua. Syarat Hamas balikin Shalit cuma satu: tuker Shalit sama 1000 lebih tahanan Palestina. Tapi Israel nolak mentah-mentah. Selama 5 tahun, intelejen Israel nyari kesana-kemari dimana Shalit tapi nggak ketemu-temu. Padahal konon kabarnya intelejen Israel pake teknologi spionase tingkat tinggi. Hamas? Boro-boro. Mereka nggak pernah make tekonologi apapun buat saling komunikasi. 5 tahun bombardir Gaza, 5 tahun blokade, 5 tahun men. Hasilnya? ZONK.
Padahal selama 5 tahun, Hamas nggak bawa kemana-mana itu si Gilad Shalit. Di Gaza aja. Sederhana padahal, Hamas nyerahin Gilad Shalit dan Zionis juga balikin ribuan tahanan Palestina yang udah dipenjara bertahun-tahun. Tapi waktu itu Israel masih kekeuh. Mereka bilang bakal nemuin Shalit hidup-hidup dengan kehebatan intelejen mereka, tanpa harus ngebebasin tawanan Palestina. Haha. Makan tuh sombongnya.
Akhirnya setelah 5 tahun nggak berhasil nemuin Shalit, they got frustrated. Diteken disana-sini, Zionis akhirnya mau nggak mau ngebebasin 1027 tahanan Palestina di tahun 2011. See? They're really nothing. Hamas pertahanannya tingkat tinggi. Kunci mereka cuma satu, rahasia. Taat sama pemimpin, taat aturan main. Main rapih. Akhirnya, Zionis jilat ludahnya sendiri. Siapa dong yang musti dikasihanin?
Ketiga, tahun ini berarti udah 8 tahun Zionis ngeblokade Gaza. Harusnya setelah Gilad Shalit balik, blokadenya dibuka dong. Dasar nggak berprikemanusiaan. Bulan Juni kemarin, 3 prajurit Israel diculik. Israel otomatis teringat sama peristiwa penculikan Gilad Shalit 8 tahun silam. Padahal bukan Hamas. Sayangnya, 3 prajurit ini setelah hilang ditemuin mati di Hebron. HEBRON, bukan Gaza. Terus kenapa pula Israel nyerang Gaza? Emang bener, Israel cuma make dalih aja buat nyerang Gaza. Kalo mau cari pembunuh 3 prajurit itu, ya carilah di Hebron. Bukan di Gaza. Kasian kan, seolah-olah Zionis make alesan apapun buat bikin ulah di Gaza.
Mentang-mentang Fatah sama Hamas udah rekonsiliasi, jangan juga ngelampiasin keselnya ke rakyat Gaza lah. Keterlaluan ngebunuh manusia di bulan Ramadhan. Banyak orang bilang, perang di Gaza karna Hamas duluan yang nyerang Israel. Duh, kemampuan roket Hamas sama Israel nggak bisa dibandingin. Lagipula Hamas nyerang Israel karna Israel yang nyerang duluan. Hamas hanya mempertahankan diri karna Gaza terus-terusan diserang. Coba liat, sebanding nggak serangan Hamas yang nggak ngebunuh warga sipil Israel sama serangan Israel yang ngelukain ribuan warga sipil Gaza? Sama sekali nggak sebanding men. Itu genosida namanya.
Katanya, target rudal Israel itu ke gudang-gudang roketnya Hamas. Padahal faktanya mereka random aja nembak ini itu. Hampir semua rudal jatoh di rumah warga. Zionis itu nggak tau padahal dimana lokasi Hamas. Can we say that Zionist is suck? Tanpa Amerika dan sekutunya, Zionis bukan apa-apa.
Last, gue cuma pengen bilang sungguh kasihan nasibmu, Zionis. Terutama buat pasukan darat yang masuk ke Gaza. Kabarnya dari pasukan darat Zionis yang udah dikepung Hamas, mereka nggak bisa balik lagi. Kasian kan. Udah capek capek ngegempur Palestina dari taun 1948, di akhirat nanti juga bahagianya di neraka. Bukan di surga, bukan di Palestina. Liat kondisi Ariel Sharon sebelum meninggal? Menderita sampe ajalnya. Kasian. Itu hikmah banget buat orang-orang, seharusnya.
Terakhir banget, kita bisa liat lah kondisi sekarang di Gaza. Kita boleh menangis melihat mereka yang kehilangan orang-orang tercinta, tapi jangan juga kita menangisi nasib mereka. Perjuangan itu niscaya. Toh janji Allah udah pasti. Palestina pasti merdeka. Doakan saudara-saudara kita disana, semoga kelak kita juga bisa menjemput syahid seperti mereka yang mendapatkannya. Aamiiin.
We will not go down, in Gaza tonight.
Depok, 22 Juli 2014.

1 komentar
waaaa keren banget kak masyaa Allah..
BalasHapus